Home » , , » Kisah Peternak Sapi Di Lembang Bersama Kang Dedi Mulyadi

Kisah Peternak Sapi Di Lembang Bersama Kang Dedi Mulyadi

Pagi tadi saya mengunjungi para peternak sapi perah di daerah Lembang, Jawa Barat. Mereka pernah berjaya pada masa yang lalu, ketika persaingan belum begitu berat.
Hari ini mereka mengalami keadaan sulit. Produk susu yang melimpah, tidak mampu diserap pasar secara maksimal.
Di sisi lain, anak-anak desa sangat kekurangan minum susu sedangkan kelas menengah banyak menikmati susu impor karena branding dan packaging yang lebih marketable.
Para peternak mengalami kesulitan akses untuk mendapatkan rumput karena daerah Lembang dan Bandung Utara kini ditanami berbagai bangunan yang tumbuh bagai cendawan di musim hujan.
Mereka bahkan harus mencari rumput sampai ke Purwakarta. Mereka pun sulit mendapatkan akses bibit sehingga panen susu kurang memadai. Itulah keluhan yang mereka ucapkan.
Sejenak saya tertegun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai solusi atas keluhan ini.
Pertama, Anak-anak SD dan SMP diwajibkan minum susu dan mengkonsumsi telur ayam kampung. Susu dan telur itu disubsidi oleh pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota. Susu dan telur itu harus produk lokal Jawa Barat.
Kedua, seluruh perkebunan di Jawa Barat dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan penanaman rumput secara massif.
Kemudian, sekolah-sekolah melakukan penelitian tentang bibit rumput yang cocok untuk pakan sapi perah
Ketiga, melakukan pengembangan bibit yang kuat dan berproduktifitas tinggi melalui pengelolaan optimal BUMDES
Perempuan Lembang memang hebat, dipundaknya terpikul rumput seberat 60kg setiap hari untuk menyambung kehidupan secara terus menerus.
Jawa Barat itu kaya, tanahnya subur, jumlah penduduknya banyak. Tidak ada alasan untuk anak-anak kita kekurangan protein hewani dan tidak ada alasan hewan ternak kekurangan pakan. Tinggal kemauan dan kearifan kita untuk bekerja dan berkarya.








0 comments:

Post a Comment

close

Popular Posts