Home » » Pertempuran Akal dan Nafsu

Pertempuran Akal dan Nafsu

AKAL DAN NAFSU
Allah Swt. menciptakan akal dan nafsu kemudian memerintahkan keduanya
untuk menghadap.  Akal ditanya oleh Allah Swt. :"Man ana wa man anta?"
(Siapa aku dan siapa kamu). Akal
menjawab : "Allaahu robbi". (Allah Tuhanku Yang Maha Gagah Perkasa sedangkan aku hanya ciptaan-Mu yang lemah dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin-Mu).
Jawaban ini merupakan sikap tawadhu dari akal. Berbeda dengan nafsu ketika
ditanya dengan pertanyaan yang sama
oleh Allah, Man ana wa man anta?
Jawaban akal adalah : Ana, ana. Anta,
anta. (Aku adalah aku dan engkau
adalah engkau). Jawaban ini merupakan sebuah sikap takabur (kesombongan)
dan egoistis dari sang akal.

Mendengar jawaban dari akal seperti itu, maka Allah mengirimkannya kedalam dua lautan yaitu lautan lapar (bahru ju') dan lautan dzikir (bahru dzikri) lamanya 100 tahun (dalam riwayat lain ada yang
menyebutkan 1000 tahun). Ketika dikeluarkan dari lautan lapar, akal
masih menjawab dengan jawaban yang sama akhirnya Allah mengirimkannya
kedalam lautan dzikir. Setelah itu barulah akal mengakui dan tunduk kepada Allah. Pada bulan Ramadhan ini, kita dilatih untuk menahan haus, menahan lapar, menahan kantuk, menahan pandangan dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa.
Disamping itu, pada malam harinya kita jadikan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat-shalat sunat dan
dzikir. Sehingga diharapkan nafsu kita yang jelek (nafsu amarah) bisa dikendalikan, bisa ditundukkan. Dzikir yang dapat menundukkan nafsu
tersebut adalah dzikir yang ditanamkan oleh seorang Guru Mursyid yaitu
dzikir Jahar dan dzikir Khofi. Mudah-mudahan pada bulan ramadhan ini
kita bisa memanfaatkan semua waktunya untuk beribadah kepada Allah.
Karena untuk itulah manusia diciptakan.

Manusia itu dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah milik Allah
yaitu ruhnya. Apabila ruh sudah dipanggil oleh Allah maka tidak ada
seorangpun yang dapat menahannya. Bagian kedua adalah milik manusia itu
sendiri. Apabila ia berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada
dirinya. Sebaliknya, jika ia berbuat jahat maka kejahatan itu akan kembali kepada dirinya.  Dan yang terakhir, manusia itu milik belatung. Badannya apabila ia sudah mati di dalam kubur, maka akan dimakan oleh belatung kecuali badan atau jasmaninya orang-orang yang selalu dzikir
kepada Allah sehingga iman dan taqwanya menjadi pelindung dirinya.


tour indonesia, indonesia tour, tour and travel indonesia, tour travel indonesia, tour to indonesia,
tours of indonesia, tour in indonesia, travel tour indonesia, tour to indonesia from india,
indonesia tour and travel, indonesia tour places, tour and travel di indonesia, travel indonesia tour,
tour & travel indonesia, best tour indonesia, indonesia tour agency, panorama tour indonesia,
europe tour indonesia,

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts