Home » , , » SINOPSIS BUKU REVOLUSI MENTAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

SINOPSIS BUKU REVOLUSI MENTAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER




SINOPSIS BUKU

Judul Buku
:
Revolusi Mental Berbasis Pendidikan Karakter
Penulis
:
Idris Apandi, M.Pd.
No. ISBN
:
978-602-60858-0-1
Nama Penerbit
:
Lekkas
Cetakan ke-/Tahun Terbit
:
1 / 2016
Jumlah Halaman
:
XXI + 147

Istilah “Revolusi” mental mulai populer setelah istilah tersebut digunakan oleh Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi pada tulisannya di Harian Kompas, 10 Mei 2014. Pada waktu itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat ini Beliau menjabat Presiden RI 2014-2019.
Menurut Jokowi, “revolusi mental berarti warga Indonesia harus mengenal karakter orisinal bangsa. Indonesia, sebut Jokowi, merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Beliau mengatakan bahwa karakter tersebut merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera. Perubahan karakter bangsa tersebut, kata Jokowi, merupakan akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya hadir di setiap sendi bangsa.
Terminologi "revolusi", kata Jokowi, tidak selalu berarti perang melawan penjajah. Menurutnya, kata revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan pada aslinya. Satu-satunya jalan untuk revolusi sebagaimana yang dia maksudkan itu, kata Jokowi, adalah lewat pendidikan yang berkualitas dan merata, serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.[1]
Perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam “revolusi” mental. Walau demikian, merevolusi (baca=mengubah) mental tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses, kesungguhan, dan komitmen untuk cepat berubah. Selain faktor manusianya, juga perlu disiapkan sistem yang membuat masyarakat mau mengubah atau memperbaiki mentalitasnya. Misalnya ketika pengguna jalan diharapkan tertib berlalu lintas, maka disamping perlu kesadaran dari pengguna jalannya itu sendiri untuk taat terhadap rambu-rambu lalu lintas, juga perlu dilengkapi dengan fasilitas jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang memadai, serta ketegasan dari aparat kepolisian terhadap pelanggar lalu lintas.
Buku ini membahas tentang upaya revolusi mental melalui pendidikan karakter yang dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan. Karakter yang kuat perlu dibangun dan dikokohkan kepada setiap generasi bangsa sebagai modal pembangunan bangsa. Pendidikan karakter bukan hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di keluarga sebagai fondasi utama dan di lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter dilakukan melalui pengajaran, pembiasaan, dan keteladanan.
Pada buku ini dibahas tentang bagaimana menanamkan karakter positif melalui kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, belajar kejujuran dari seorang seorang tukang becak yang menjual “bensin kejujuran”, belajar memaafkan dari seorang anak bernama Renggo, perlunya menanamkan budaya mendengar disaat banyak orang yang lebih mau didengarkan, belajar kebersahajaan dari presiden Joko Widodo, pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal, dan sebagainya.
Buku ini dapat menjadi sumber bacaan bagi para pemegang kebijakan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, atau masyarakat umum dalam rangka menambah wawasan tentang revolusi mental melalui pendidikan karakter. Bagi yang berminat memiliki buku ini, dapat memesannya melalui No. HP. 0878-2163-7667 (Idris Apandi).







[1]Joko Widodo, Revolusi Mental, Kompas, 10 Mei 2014, Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts