Home » » Profil Kang H Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta)

Profil Kang H Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta)



Siapa yang tidak kenal dengan Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, S.H atau akrab disapa Kang Dedi. Bagi Anda yang masih asing dengan Kang Dedi sebaiknya segera buat satu atau dua akun media sosial (Medsos) seperti Facebook, Twitter dan medsos lainnya, karena Kang Dedi salah satu pejabat yang aktif di Medos.

Anda bisa berkenalan dengan Kang Dedi, saat ini belau masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Dengan beragam inovasinya saat ini Purwakarta menjadi salah satu kabupaten yang diperhitungkan di Indonesia. Bahkan Kang Bupati sempat memperoleh beberapa penghargaan.





Seperti dikutip dari Wikipedia Kang Dedi yang merupakan pria kelahiran Sukasari, Subang pada 11 April 1971 adalah Bupati Purwakarta petahana. Ia dilantik pada tanggal 13 Maret 2008. Sebelum jadi Bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode (2003-2008) bersama Lily Hambali Hasan. 

Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara. Saat ini Dedi menjadi bupati yang lumayan terkenal karena selain aktif di Medsos, Kang Dedi juga sering diangkat oleh media-media lokal dan nasional. Bahkan media internasionalpun beberapa pernah mengangkat dirinya.

Karir politik Dedi setelah menjadi Bupati Purwakarta terus melejit. Bahkan pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 - 2020 menggantikanIrianto MS Syafiuddin atau biasa yang dikenal dengan nama Yance.

Kang Dedi menikah dengan Hj. Anne Ratna Mustika yang merupakan mantan Mojang Purwakarta yang juga keponakan dari Drs. H. Bunyamin Dudih, S.H., Bupati Purwakarta Periode 1993-2003. Dari perkawinannya itu, Dedi dikaruniai 2 orang anak yaitu Maulana Akbar Ahmad Habibie dan Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip.

Lahir di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, saat ini Kang Dedi yang merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara itu sukses membawa Purwakarta menjadi kabupaten maju. Anak pensiunan Tentara Prajurit Kader sejak usia 28 tahun akibat sakit yang diderita sebagai dampak racun mata-mata kolonial bernama Sahlin Ahmad Suryana dan ibunya Karsiti.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts