Home » » Sampurasun: Kearifan Budaya Sunda dan Otokritik Habieb Riziq

Sampurasun: Kearifan Budaya Sunda dan Otokritik Habieb Riziq

Sampurasun adalah sebuah kearifan budaya Sunda. Sampurasun terdiri dari kata 'sampura'/hampura yang artinya maaf, dan 'ingsun' yang artinya diri saya. Hal demikian menandakan bahwa budaya Sunda mengedepankan sikap sopan santun untuk bertamu dengan memohon maaf terlebih dahulu (sampurasun), dan tuan rumah/pribumi mempunyai kewajiban untuk menerima kehadiran tamu dengan jawaban 'rampรฉs'/mangga = silahkan. Jadi sampurasun merupakan kearifan budaya Sunda, tidak bisa diganti dengan 'campuracun' yang bersifat tidak baik. Sehingga memicu kemarahan orang Sunda yang merasa kearifannya tersakiti. Sebaiknya teliti terlebih dahulu, sebelum terlanjur kata-kata itu menyakiti budaya lain, walaupun hanya sekedar plesetan. Karena bisa jadi 'plesetan' itu sendiri adalah 'produk setan' yang dilontarkan untuk tujuan memecah belah dan memburamkan  mata. Tapi, dari Cara pandang yg berbeda Habieb Rizieq mengingatkan dari sisi Islam. Bahwa ketika beliau berkunjung dakwah ke purwakarta, di Kota itu, banyak didapati simbol2 agama lain, seperti Kain Kotak2 Hitam, Janur, patung, maka imam besar FPI tersebut mengistilahkan begini, kalau di purwakarta banyak simbol2 di luar Islam, berarti pemda setempat sdh meracuni aqidah. Bukan sampurasun lagi, Tapi campuracun. Krn scr tdk langsung, sudah meracuni aqidah umat islam. Saya pikir jganlah terlalu diperlebar karna perbedaan sudut pandang ini. Dan Kita jgan terjebak dengan adu Domba, memancing di air keruh, terjebak pada fitnah. Mari Kita bersatu. Utk ukhuwah yang lebih baik, krn Islam adalah Rahmatan lil alamiin. Semoga tidak tergerus pada perpecahan bangsa yang besar ini.

Jkt, 25012016

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts