Home » , , , , » "Memasuki Sirr TANBIH Lewat Ilmu Hisab" : (Pembacaan Ulang Menyambut Ulang Tahun TANBIH KE-61)

"Memasuki Sirr TANBIH Lewat Ilmu Hisab" : (Pembacaan Ulang Menyambut Ulang Tahun TANBIH KE-61)

"Memasuki Sirr TANBIH Lewat Ilmu Hisab" : (Pembacaan Ulang Menyambut Ulang Tahun TANBIH KE-61)
21 hari setelah Ulang Tahun Tanbih ke-60 pada tanggal 13-2-2016, kutuliskan ini untuk diriku dan untuk semua yang menghendakinya :
'Transfer' itu kembali memasukiku beberapa saat sebelum memberikan apresiasi kepada para penerjemah Tanbih berbahasa Inggris. Dan inilah 'transfer' itu :
1). TANBIH disampaikan secara resmi pada hari Senen Pahing, tanggal 13 -2-1956 M, atau bertepatan dengan tanggal 1 Rojab 1375 H.
Jika tanggal-bulan-tahun ini dijumlahkan maka hasilnya adalah :
13+2+1956=1971=18=9
1+3+2+1+9+5+6= 27= 9
معهد سريالايا =432 = 9
Dan jika menggunakan rumus Hisab Shoghir akan menghasilkan angka : 4+7+5+4+6+2+1+1+3+1+1+1 = 36.
Yah, 36..Karena yang mendirikan Ma'had Suryalaya adalah beliau yang mulia Ahli Silsilah ke-36, Syaikh Abdulloh Mubarrok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh).
****
2). Dalam bahasa Arab, Tanbih tertulis :
تنبيه
yang bernilai hisab : 467, dan hasil Tajfirnya adalah 17.
Dan 17 adalah jumlah huruf latin pada nama Beliau Sang Tertandanya : "Ahmad Shohibul Wafa" ( 17 Huruf ).
****
3.) Tanggal Tanbih adalah tanggal 13.
Mengapa 13? Tidak 14 saja yang sekaligus 'menandingi' perayaan Valentine Day itu? Atau tanggal lainnya?
Karena Tanbih ini dari (Syaikhuna) Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad. Yang secara sima'i tertulis :
عبد الله مبارك بن نور محمد
secara hisab nama ini berjumlah 805, dan hasil tajfirnya adalah : 13
****
4). Bulan TANBIH adalah bulan Februari / Bulan ke-2.
Dipilihnya bulan ke-2 dari kalender Masehi adalah karena Tanbih yang dari Syaihuna Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ini, dituliskan dan disampaikan melalui sang penerus Silsilah Dzahabiyyahnya yang bernama (Syaikh) Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin :
Lihatlah hasil hisab nama mulia ini :
احمد صاحب الوفى تاج العارفين
Hasilnya adalah 1127, ditajfir menjadi 11, ditajfir menjadi 2.
****
5). Tahun TANBIH adalah1956 :
Angka tahun 1956 berasal dari nama berikut ini :
"Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryala"
طريقة القادرية النقشبندية
yang bernilai hisab : 1227, ditajfir menjadi 12.
معهد سريالايا
yang bernilai hisab : 432, ditajfir menjadi 9
Sehingga menghasilkan nilai : 1227 + 432 = 1659.
Angka 6 bila dibalik akan menjadi angka 9, dan angka 9 jika dibalik menjadi angka 6.
Jadi 1659, jika angka 6 dan 9 nya dibalik akan terbaca : "1956".
Mengapa harus membalik angka 6 dan 9? Karena lewat angka itu kita diajarkan untuk melihat titik perbedaan. Yang melihat dari sisi depan akan membaca bahwa itu angka 6. Dan yang melihat dari sisi belakang, terlihat angka 9. Jika yang di depan ngotot bahwa itu angka 6, dan yang dari belakang ngotot bahwa itu angka 9, maka ilaa Yaumil Qiyamah mereka berdua akan terus berbeda dan bertengkar. Cobalah masing-masing bertukar tempat, maka mereka akan menemukan bahwa apa yang disampaikan orang lain itu adalah hal yang benar juga jika dilihat dari sisinya.
Bukankah ini satu dari sekian banyak pesan Tanbih kepada kita semua..??!
****
6 ). AGAMA DAN NEGARA = dalam Tanbih, kata "Agama" dan "negara" terulang 7 kali.
Dalam bahasa Arab "Agama" dan "Negara" adalah
دين و دولة
yang bernilai hisab 115, ditajfir menjadi "7".
*****
Saya lalu turun dari mimbar Manaqib. Dari kejauhan Pangersa Abah Jagat berseru, "Haaj...tahun 1956 atau angka 1659 kalau di tajfir jadi 21..!!! (1+9+5+6=21) lalu tersenyum.
Yaah.."Jagat Arsy".
Kata جغات bernilai 1404, di Tajfir menjadi : 1+4+0+4 = 9.
kata عرش bernilai 570, di Tajfir menjadi : 5+7+0 = 12.
Nah, kalau 2 kata جغات عرش ini digabung, ia bernilai 1974 (1404 + 570), dan bila di Tajfirkan : 1+9+7+4 = 21.
Jauh sebelum beliau mendirikan pesantren, angka 21 sudah menjadi angka 'pilihan hidupnya'. Sampai-sampai jejeran mobil dan motornya semua berplat angka 21, hhhmmm...
Sekitar 2 tahun yang lalu jugalah, beliau diangkat oleh Syaikh Mursyid Abah Aos qs, sang pemilik angka 12 dan pembawa zikir bernilai hisab 12, sebagai "Pembantu Khusus Abah Aos". Tidak ada yang kebetulan dengan penamaan itu, kalau ternyata huruf pada gelar "Pembantu Khusus Abah Aos" berjumlah 21 huruf !!.
Abah Jagat, pencinta angka 21 diberi nama sekaligus mandat oleh Abah Aos dengan mandat yang berjumlah 21 huruf, mendirikan pesantren yang nilai namanya juga berjumlah 21.
Menjadi Pengamal-Pengaman-Pelestari "Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryalaya", yang juga bernilai hisab 21 (1227 ditajfir menjadi 12. Dan 432 ditajfir 9. Sehingga 12+9 = 21).
Dan 21 adalah sisi mata koin dari angka 12...!!!
****
Dawuh Sayyid Abah Aos : Yang belum berhasil mengamalkan Tanbih, adalah ia yang belum berhasil memetik buah zikirnya.
Budi Luhur Dengan Selalu Mengingat Yang Maha Luhur.
الاخلاق الكريمة بمداومة ذكر الله
Zikir adalah inputnya, Akhlaqul Karimah adalah outputnya.
Maka mari berzikir bersama..
Mari bertanbih bersama...
****
~ Radio Dalam, 4-3-'16 ~

0 comments:

Post a Comment