Home » » Melawan Hoax

Melawan Hoax


  Melawan Hoax



Melawan Hoax

KPLJ sejak dideklarasikan tanggal 29 Oktober 2016 berkomitmen sebagai wadah bagi guru dan tenaga kependidikan untuk belajar dan berkarya, utamanya menghasilkan karya tulis. Oleh sebab itu, pada Grup WA KPLJ, sejak diawal sudah diiingatkan dilarang copas dan menyebarkan menyebabkan berita hoax yang menyebabkan grup seperti “keranjang sampah” karena berisi beragam infomasi yang wara-wiri dari satu grup dengan grup yang lain. Selain itu, menyebabkan Grup menjadi kehilangan visi dan identitas. Jika demikian, apa bedanya dengan “grup sebelah?” Alhamdulillah, KPLJ memiliki anggota yang relatif disiplin mengikuti aturan tersebut. Hampir 95% bebas copas dan hoax, kecuali pada informasi-informasi pendidikan, copas masih bisa ditolerir. Selain itu, tidak dibenarkan anggota menyebar copas, apalagi hoax. Secara sederhana hoax diartikan sebagai berita palsu, bohong, tidak jelas sumbernya, yang bertujuan untuk menipu atau memprovokasi orang lain. Saat ini berseliweran berita hoax, ditengah panasnya suasana politik bangsa dan isu SARA. Kondisi masyarakat yang bermental instan, literasinya rendah mudah ditipu,  ditambah mental “bersumbu pendek” menyebabkan mudah terprovokasi. Banyak tindakan anarkis terjadi gara-gara masyarakat “bersumbu pendek”, apalagi kalau sudah berbau SARA, sangat sensitif. Berita hoax sangat cepat menyebar karena judulnya sensasional, provokatif, membahas masalah-masalah sensitif yang tengah menjadi perdebatan publik dengan kalimat-kalimat yang bombastis dan hiperbolik, sehingga menarik untuk dibaca. Masyarakat yang literasinya rendah, “bersumbu pendek”, ketika jarinya lebih cepat dibandingkan dengan akal sehatnya, ditambah hampir setiap orang telah memiliki smart phonedengan sangat mudah menyebarkan sebuah berita hoax, bahkan sampai menjadi viral. Gara-gara berita hoax banyak persatuan jadi perpecahan, persahabatanjadi permusuhan, diskusi jadi perdebatan, keramahan menjadi kemarahan, ketenangan menjadi keresahan, dan kedamaian menjadi kerusuhan. Gara-gara berita hoax, banyak waktu dan tenaga yang terbuang karena hati jadi meradang. KPLJ terus mengedukasi anggotanya dan ke depannya masyarakat untuk anti hoax, menjadi masyarakat yang cerdas dan kritis dan memilih dan memilih informasi. Mana yang bermanfaat dan membangun iklim yang kondusif, dan mana yang ketika sebuah berita disebarkan justru akan memperunyam masalah. Dalam fiqih komunikasi diatur bahwa jika seseorang menerima sebuah berita, dicek kebenarannya. Jika tidak benar, maka abaikan, jangan disebarkan. Jika sebuah berita yang diterima benar adanya, telaah, apakah akan bermanfaat atau tidak jika disebarkan. Jika tidak bermanfaat, maka jangan disebarkan. Jarimu, harimaumu. Itulah sebuah pribahasa yang yang saat ini berlaku karena gara-gara jari yang tidak dikontrol oleh hati dan akal sehat, bisa menjadi malapetaka. Banyak yang berurusan dengan hukum gara-gara menyebar hoax, fitnah, bully, atau provokasi di media sosial. KPLJ ingin menjadi mitra pemerintah dalam melawan hoax yang sudah merugikan banyak pihak. Hoax menjadi semacam “virus” dalam penyebaran informasi ditengah-tengah masyarakat. Virus tersebut semakin kuat dan semakin menyebar di tengah masyarakat yang budaya literasinya rendah, reaktif, dan “bersumbu pendek.” Visi KPLJ adalah membangun masyarakat yang literat, dan salah satu cirinya adalah cerdas dan kritis terhadap sebuah informasi. Di masa datang, KPLJ perlu melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk gerakan anti hoax, bukan hanya di internal kelompoknya, tapi juga terhadap masyarakat melalui sosialisasi, seminar, atau media lainnya. Hoax akan terus bersemayam jika memang dipelihara dan dibiarkan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pengguna media sosial paling aktif dan paling “berisik”. Oleh karena itu, dapat menjadi lahan empuk menyebarnya berita hoax. Hoax dapat mengganggu stabilitas politik, keamanan, dan kebhinekaan. Hoax perlu dijadikan musuh bersama. Pemerintah sebagai pihak yang memiliki berbagai infrasruktur perlu menjadi garda terdepan. Kemenkominfo telah memblokir berbagai situs yang disinyalir suka menyebarkan berita hoax. Sebagai langkah pemberantasan hal tersebut bagus, tetapi selain pemberantasan juga perlu langkah antisipasi, yaitu mendidik masyarakat agar memiliki kecerdasan dalam menerima, mengolah, dan menyikapi sebuah informasi. Dan KPLJ bersama pemerintah serta bersama pemangku kepentingan lainnya siap melawan hoax.

Penulis, Ketua Komunitas Pegiat Literasi Jabar (KPLJ).


Sumber:
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/idrisapandi/melawan-hoax_58aac04b719773ca3b09d9cb

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts