Home » » RIYADHOH PENJAGAAN; Hari Penurunan Bala’ se-Dunia.

RIYADHOH PENJAGAAN; Hari Penurunan Bala’ se-Dunia.

Assalamu 'alaikum Wwbrkth.

Kepada Muhibbien wal Muridien Sayyid Maulana al-Habib Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs di seluruh dunia,

Silakan simak refleksi tulisan Wakil Talqin Hadrot Pangersa Guru Agung Abah Aos Ra Qs 
KH Irfan Zidni Wahab tentang makna maklumat yang sedang bersama kita jalani. Semoga menambah ilmu amal.

Haturterimakasih dan salam,
Abah Jagat [Pembantu Khusus ABAH AOS]

====>

RIYADHOH PENJAGAAN; Hari Penurunan Bala’ se-Dunia.


Catatan: KH Irfan Zidni Wahab [Wakil Talqin TQN PPS/Mahasiswa Program Doktor UIN Jakarta]

Hari ini diketahui dan diyakini oleh berbagai Ulama yang sekaligus Hukama’, sebagai Hari Penurunan Bala’ se-Dunia. Hari Rabu Akhir bulan Shafar. Dan kami para Ikhwan sedang memasuki hari ini ditengah menjalani Maklumat Syaikh Mursyid berupa Riyadhoh berbagai hal:

Pertama. Membaca Sholawat Bani Hasyim 41x selama 41 hari yang dimulai sejak tanggal 19 November 2016.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah bertanya kepada Sayyid Abah Aos perihal Sholawat Bani Hasyim. Bahwa Abah pernah mendengar dari Guru Agung Abah Anom, yang beliau dengar dari ayah sekaligus guru mursyidnya, yaitu Abah Sepuh, dan Abah Sepuh mendengarnya dari Mbah Kholil Bangkalan, shohibul ijazah.

Beliau bersabda :
اذا كنت في همٍ وضيقٍ وشدةٍ وأمسيت مكروباً وأصبحت في حرج فصلِّ على المختار من آل هاشمٍ كثيراً فإن الله يأتيك بالفرج
“Jika kamu berada dalam kesedihan, kesempitan dan kesulitan. Sore hari dilanda kesusahan, pagi hari dilanda kesulitan. Maka perbanyaklah Sholawat atas Nabi terpilih dari Keluarga Bani Hasyim. Maka sesungguhnya Alloh akan datang kepadamu dengan membebaskan segala kesulitan dan kesusahanmu”.
***

Kedua. Melaksanakan Manaqib pada dua Jumat, tanggal 25 Nov 2016 dan tanggal 2 Des 2016.

Seperti yang disampaikan oleh Syaikh Ja'far bin Hasan Al Barzanji, penyusun "Kitab Maulid Al Barzanji", dalam kitab manaqibnya "Lujain Ad-Daniy fi Zikri Nubzatin Min Manaqibil Quthbi ar-Robbani, Sayyidina Asy-Syaikh Abdul Qodir Al Jailani q.s."
رغبة في نشر احوال الكمل وبث مناقب الأخيار، واستنزالا لصيب الرحمات والبركات الغزار، اذ بذكرهم تفتح ابواب السموات العلية، وتنهل من حظيرة القدس سحب الفيوضات الالهية
"Karena dasar cinta, saya menyebarluaskan manaqib para wali yang telah mencapai tingkat amal yang sempurna, dan manaqib para wali pilihan, serta karena mengharapkan turunnya rahmat yang melimpah dan berkah yang banyak. Karena dengan menyebut hal ikhwal mereka (para waliyulloh tersebut), menyebabkan turunnya berkah dari pintu-pintu langit yang tertinggi, juga turunnya berbagai mendung kemurahan dari Hadharotul Qudsi, Alloh swt".
Kedua Riyadhoh ini dikhususkan terutama untuk Keutuhan dan Ketahanan NKRI, Kejayaan Agama dan Negara, serta untuk Peradaban Dunia.
***
Dan hari ini, kami melaksanakan Sunnah Mursyidiyyah, berupa sholat dan zikir Hari Rabu Akhir Bulan Shafar. Inilah hari dimana 320.000 bala’ diturunkan, diserahkan kepada para Wali Alloh, untuk didistribusikan ke seluruh alam. Maka tidak ada bala’ yang menimpa manusia pada satu tahun kedepan, kecuali bala’ yang sudah ditetapkan oleh Alloh melalui para Wali-Nya.

Dawuh Sayyid Abah Aos, “Dari 320.000 bala’ yang diturunkan, bala’ terbanyak dan terbesar adalah bala’ berupa lupanya seseorang kepada Alloh”. Mengingat, menyebut, dzikrulloh atau dzikir (kepada) Alloh. 
Lalainya orang berdzikir Alloh menyebabkan ia jatuh dalam kemaksiatan. Dan kemaksiatannya menyebabkan ia terhalang dari rizki, sulit ekonominya, susah pekerjaannya, dan seterusnya.

Tidak ingatnya ia kepada Alloh membuat berbagai ibadahnya menjadi tertolak. Shodaqoh dengan pamer, sholat karena riya’, berjuang karena takabbur, berjihad dengan nafsu, begitu seterusnya, yang karena lupa dengan-Nya membuat ia tidak melibatkan Alloh didalamnya.

Orang yang mengerti Hukum Alloh, belum tentu sama dengan mengerti Alloh Sang Pembuat Hukum. Orang yang mengenal Kalam Alloh, belum tentu sudah Ma’rifat kepada Alloh Sang Pemilik Kalam.
Orang yang bersholawat kepada Nabi, tidak mesti otomatis mengenal Nabi. 
Pun orang yang berzikir Alloh, belum tentu sudah sampai, wushul kepada Alloh.

Karena bisa saja ia hanya berhenti pada kalimat dzikirnya, teks sholawatnya, Ayat-Ayat KalamNya, fasal-fasal HukumNya.
Maka semua riyadhoh ini untuk mengembalikan kesadaran ingatan kita kepada Alloh. Agar selalu mengingat Alloh yang membuat Alloh pun ingat kepada kita, kepada urusan kita, sampai kepada dapur kita, juga kepada negeri kita. Agar kita bisa selalu bersama Alloh, tapi tidak dengan mengambil peran Alloh.

Alloh sebagai “Maalikal Mulki” (Raja di Raja), yang “tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka mimman tasya’” (berhak memberikan dan mencopot kekuasaan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya), “wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’” (dan yang berhak memuliakan dan menghinakan siapapun yang Dia kehendaki), sebab “biyadi-Kal khoiru” (kebaikan ada di kekuasaan-Mu Ya Alloh), dan sebab “Inna-KA ‘ala kulli syai’in Qodiir” (sungguh Engkau Sangat Kuasa atas segala sesuatu).

Peran Alloh ini direbut oleh orang yang tidak ingat Alloh. Dengan cara Ia beri dan pasrahkan kekuasaan kepada yang dia mau, untuk kemudian dia copot lagi. Ia sanjung orang yang ingin disanjung, kemudian ia campakkan dan hinakan kembali sesuka dirinya. Dan karena kebaikan hanya milik Alloh dan selain Alloh tidak ada yang memiliki kekuasaan mutlaq, maka pemberian dan pencopotan, sanjungan dan hinaan, hanya menghasilkan konflik antar sesama muslim, sesama anak bangsa, bertaburannya fitnah dan hujatan, serta melahirkan keburukan baru bernama dendam.
***

Inilah riyadhoh-riyadhoh yang sedang dan akan dijalani. Memohon supaya bala’ terbesar berupa lupanya kita kepada Alloh dihilangkan. Agar bisa berada bersama-Nya, Ma’iyyatulloh. Andai belum mampu bersama-Nya, maka seperti Sabda Baginda Rosululloh, “Fakun ma’a man kaana ma’alloh” (maka beradalah kamu bersama orang yang sudah berada bersama Alloh), “Fainnahu yuushiluka ilalloh” (maka sungguh beliau akan membawamu sampai kepada Alloh).

Bersyukurlah ia yang sudah bersama dengan beliau yang sudah bersama dengan Alloh. Ikut dan terbawa bersama keluar dari golongan minal Ghofiliin.

(Radio Dalam, 30-11-2016)

0 comments:

Post a Comment