Home » » Wujud Cinta pada orangtua

Wujud Cinta pada orangtua

Wujud Cinta pada orangtua


BAGAIMANA  rasanya bertahan  pada sebuah  tanggung
jawab walau harus menghilang   dan hampir  dilupakan  orang? Tanyakan  itu  pada Rico  Karindra.   Model yang ngetop  di kalangan  remaja 90-an  ini sempat  menghilang   dari dunia mode  dan sinetron,   demi tanggung  jawab  dan baktinya kepada   orangtua.
"Saat  itu perusahaan  ayah  saya sedang  dalam  keadaan
terjepit.  Sebagai  anak adalah  kewajibanku  untuk  mencoba menyelamatkan   perusahaan  itu,  walau hasilnya  saya  harus merelakan  perusahaan  itu tutup juga".
Bagi Rico,  kecintaannya   pada orangtua  tidak bisa tergantikan  oleh   apa pun.   "Oulu  aku memang  nakal,  sering membantah   orangtua  dan membuat  mereka sedih.   Namun  di balik semua itu aku sangat  menyayangi  mereka,"  ujar pria yang  bercita-cita  membuka  restoran  ini.
Saat ini ada sebuah  impian yang  sangat  ingin  Rico
wujudkan.  "Aku  sangat  ingin naik haji bersama  orangtuaku dari hasil keringatku  sendiri.   lni yang membuatku  bekerja lebih  keras lagi."    Semoga  terkabul.  W
anggraini   lubis
Bercita-ci a Mendirikan TK
JIKA para artis atau selebritis  Indonesia mendirikan production house, atau perusahaan  lain yang  berkaitan  dengan karir untuk  menjamin  masa depan,
tidak  demikian  dengan  Happy  Salma. Dia malah bercita-cita  mendirikan taman  kanak-kanak.
"Sejak  dulu impianku  memang merniliki TK dan menjadi  guru," ujarnya.  Bahkan lulusan ilmu administrasi  Trisakti ini pernah mengajar  di SMP terbuka  di kawasan Depok.  "Aku  memang  cinta banget sama anak-anak.  Makanya  aku ingin menghabiskan   masa tuaku di samping mereka.  Memberikan   pondasi  yang kuat bagi kehidupan  mereka kelak."

Untuk mewujudkan  mimpinya  ini, Happy  sudah membeli  tanah  di kawasan Sukabumi  seluas  800 m.  "Aku ingin membuat  TK untuk mereka yang tidak mampu.  Karena itulah aku tidak mau ikut ambi] lisensi  dari luar negeri seperti  kebanyakan  TK di Jakarta. Sebab  biayanya  pasti tak terjangkau anak tak mampu."
Namun  terpaksa  Happy  harus menahan  impiannya.  "Yah,   sekarang aku sedang  mengumpulkan   dananya. Mungkin  dua tahunan  lagi baru aku bisa membangun  TK impianku  itu," katanya  serius.  Semoga jadi guru yang baik.  W

anggraini   Jubis 

0 comments:

Post a Comment