Home » » Untuk pekerjaan ini, penyedia jasa harus melengkapi segala peralatan penunjang untuk

Untuk pekerjaan ini, penyedia jasa harus melengkapi segala peralatan penunjang untuk

Section Modulus : 1300 Cm³ / M
Moment Inertia : 22360 Cm4 / M
Min Yield Strength : 390 N / Mm²
Max Bending Moment : 507 Kn.M / M

Untuk  pekerjaan ini, penyedia jasa harus melengkapi segala peralatan penunjang untuk

pelaksanaan pemancangan, perlu kehati – hatian untuk pemancangan pada daerah yang sulit
dan sempit agar tidak merusak konstruksi dan bangunan existing.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
62
Spesifikasi Teknis  

Volume untuk dasar mata pembayaran dalam pekerjaan ini adalah unit price dalam meter
persegi M² yang akan dimasukkan dalam mata pembayaran Sheet Piles berdasarkan
kemajuan pekerjaan yang dicapai dilapangan dengan pengesahan dari Direksi Pekerjaan.

F.3.1  U m u m
Tiang pancang dapat dipancang menggunakan setiap jenis alat pancang (hammer),
dengan ketentuan bahwa penetrasi mencapai kedalaman yang ditentukan atau mencapai
kapasitas/daya dukung yang ditetapkan, tanpa kerusakan pada tiang pancang.
Apabila ketinggian akhir dari kepala tiang di bawah permukaan tanah asli, penggalian
harus dilakukan sebelum pemsangan. Perhatian khusus harus diberikan untuk pondasi
bawah tidak terganggu oleh penggalian di luar batas yang ditunjukkan pada gambar.
Kepala tiang baja harus dilindungi dengan bantalan dan kepala tiang kayu harus dilindungi
oleh cincin besi atau logam non-magnetik yang diperlukan di Spesifikasi. Hammer, kepala
baja, bantalan kepala, katrol dan tiang harus memiliki sumbu yang sama dan harus berada
tepat satu di atas yang lain.
Tiang termasuk tiang pancang yang akan ditumbuk ke samping dengan sentris dan
diarahkan dan dipertahankan dalam posisi yang tepat. Semua pekerjaan pemasangan akan
diperhatikan oleh Direksi atau wakilnya, dan palu penumbuk tidak akan diganti dan
dipindah dari kepala tiang tanpa persetujuan Direksi atau wakilnya.
Tiang harus ditumbuk hingga penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu, seperti yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, atau ditentukan oleh tes beban hingga mencapai
kedalaman penetrasi karena beban uji tidak kurang dari dua kali beban desain, yang
diberikan terus menerus selama setidaknya 60 mm.
Dalam kasus tersebut, posisi akhir dari kepala tiang tidak boleh lebih tinggi daripada yang
ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, setelah
pemasangan uji tiang. Posisi bisa lebih tinggi jika disetujui oleh Direksi.
Dimana ketentuan draft tidak dapat dipenuhi, maka Direksi Pekerjaan dapat
memerintahkan untuk menambah jumlah tiang dalam kelompok sehingga beban dapat
didukung masing-masing tiang tidak melebihi daya dukung yang aman, atau Direksi
mengubah desain struktur bawah jembatan jika dianggap perlu.
Peralatan tiang yang digunakan jenis gravitasi. uap atau diesel. Untuk tiang pancang beton
yang umum digunakan jenis uap atau diesel. Berat palu pada jenis gravitasi tidak kurang
dari jumlah berat tiang dan kepala, tetapi benar-benar tidak bisa kurang dari setengah
berat total pile dan kepala, dan minimal 2 ton pile beton. Untuk pile baja, berat palu harus
dua kali berat tiang dan kepala.
Tinggi jatuh hammer tidak akan melebihi 2,5 meter atau seperti yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan. Peralatan tiang dengan jenis gravitasi, uap atau diesel-disetujui, harus

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
63
Spesifikasi Teknis  

mampu memasukkan tiang tidak kurang dari 3 mm untuk setiap pukulan pada 15 cm dari
ujung pemancangan dengan daya dukung yang diinginkan seperti yang ditentukan dari
rumus pemancangan yang digunakan oleh Penyedia jasa. Total energi peralatan tiang tidak
bisa kurang dari 970 kgm per pukulan, kecuali untuk tiang pancang beton seperti yang
diperlukan di bawah ini.
Peralatan pile, uap, angin atau diesel yang digunakan untuk menumbuk pile beton harus
memiliki energi per pukulan, untuk setiap gerakan piston tidak kurang dari 635 kgm untuk
setiap meter kubik pile beton.
Penumbukan dengan gerakan tunggal (single acting) atau palu dijatuhkan harus dibatasi
1,20 meter dan lebih baik 1,0 meter. Penumbukan dengan tinggi jatuh yang pendek harus
digunakan dimana ada kerusakan tiang pancang tersebut. Contoh berikut ini adalah
kondisi yang bersangkutan:
- Bila, pada awal pemancangan tiang yang pancang, dijumpai lapisan tanah keras didekat per
mukaan tanah yang harus ditembus;
- Bila dijumpai lapisan yang sangat lunak/lembek sampai kedalam yang sangat dalam,
sehingga diperoleh penetrasi yang sangat besar pada setiap pukulan hammer;
- Bila tiang secara tiba-tiba diperkirakan telah mencapai lapisan batu atau lapisan tanah yang
sebenarnya tidak dapat ditembus.
Bila serangkaian penumbukan 10 kali pukulan terakhir telah mencapai hasil yang
memenuhi persyaratan, penumbukan selanjutnya dilakukan dengan hati-hati, dan sesudah
penetrasi tiang pancang hampir berhenti, pemancangan harus dicegah, terutama jika
digunakan hammer berukuran sedang. Selama pemancangan berlangsung lengkap harus
dilakukan sesuai dengan spesifikasi.
Setiap perubahan mendadak untuk kecepatan penetrasi yang tidak dapat dianggap
sebagai perubahan normal dari sifat tanah harus dicatat dan diketemukan penyebabnya
bila mungkin diupayakan sebelum pemancangan dilanjutkan.
Tidak diizinkan memancang dengan 6 m dari beton yang berumur kurang dari 7 hari.
Ketika memancang dengan hammer yang memenuhi persyaratan minimum, tidak
memenuhi spesifikasi, Penyedia jasa harus menyediakan palu besar dan / atau
menggunakan water jet dengan biaya sendiri.


F.3.2 Kepala Tiang (Conductor Pile Lead)
Kepala harus dibuat sehingga dapat memberikan kebebasan bergerak bagi hammer dan
akan diperkuat dengan tali atau palang yang kaku untuk menahan tiang selama
pemasangan. Kecuali pemukulan tiang di dalam air, Kepala harus memiliki cukup panjang
sehingga penggunaan topi bantalan (caps bearing) untuk tiang panjang tidak diperlukan.
Kemiringan kepala tiang harus digunakan untuk pemasangan tiang miring.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
64
Spesifikasi Teknis  

F.3.3 Tiang Pancang yang Timbul (Piles that Rise)
Apabila tiang yang telah dipancang muncul ke permukaan akibat naiknya dasar tanah,
elevasi puncak tiang harus diukur dalam interval waktu di mana tiang yang berdekatan
dipancang. Tiang yang muncul sebagai akibat dari pemancangan tiang lain yang
berdekatan; harus dipancang kembali sampai kedalaman atau ketahanan kembali seperti
semula, kecuali bila hasil uji pemancangan ulang pada tiang yang berdekatan
menunjukkan bahwa pemancangan ulang tidak diperlukan.


F.3.4 Tiang Cacat (The Defective Piles)
Prosedur pemancangan tidak mengizinkan tiang pancang mengalami tekanan yang
berlebihan yang dapat menyebabkan mengupas dan pecahnya beton dan menyebabkan
belah, pecah. dan rusak pada kayu, atau perubahan pada baja. Manipulasi tiang pancang
untuk memaksa tiang kembali ke posisi seperti itu harus menurut pendapat Direksi
Pekerjaan, sebagai upaya yang berlebihan dan tidak diijinkan. Sebuah tiang pancang yang
cacat harus diganti dengan biaya Penyedia jasa seperti yang dipersyaratkan dan yang
disepakati oleh Direksi.
Apabila pemancangan ulang untuk kembali ke posisi semula tidak mungkin, tiang pancang
harus ditumbuk sedekat mungkin ke posisi awal, atau harus menumbuk tiang tambahan
seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
F.3.5 Catatan Pemancangan (Calendering)
Sebuah catatan rinci dan akurat dari pemancangan akan disimpan oleh Direksi Pekerjaan
dan Penyedia jasa harus membantu Direksi didalam buku rekaman yang meliputi: jumlah
tiang, posisi, jenis, ukuran, panjang sebenarnya, tanggal pemancangan, panjang pondasi,
penetrasi penumbukan yang terakhir, energi pukulan hammer, panjang penambahan dan
panjang pemotongan akhir yang dapat dibayar

F.3.6  Rumus Dinamis untuk Estimasi Kapasitas Tiang
Daya dukung tiang harus diperkirakan dengan menggunakan rumus dinamis (Hiley).
Penyedia jasa dapat mengusulkan rumus lain untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi
Pekerjaan.
𝑃𝑢 =
𝑒𝑓 𝑊𝐻
2
 ð‘¥
𝑆 +
𝐶1 − 𝐶2 + 𝐶3
𝑊 + 𝑛
2
 . 𝑊𝑝
𝑊 + 𝑃

Dimana :
Pu = Kapasitas daya dukung (ton)
Pa = Kapasitas daya dukung yang diijinkan (ton)
ef = Effisiensi hammer
ef = 1,00 untuk hammer diesel.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
65
Spesifikasi Teknis  


ef = 0,50 untuk hammer yang dijatuhkan tali dan kerekan katrol.
W = Berat hammer atau Ram (ton)
Wp = Berat tiang pancang (ton)
n = Koefisien restitusi
n = 0,25 untuk tiang pancang beton.
H = Tinggi jatuh hammer
H = 2 H’ untuk hammer diesel (H’ = tinggi jatuh ram)
S = Penetrasi tiang pancang pada pukulan terakhir (m)
C1 = Tekanan yang diijinkan untuk ujung dan kepala tiang. (m)
C2 = Tekanan sementara yang diijinkan untuk deformasi elastis dari poros tiang.
(m)
C3 = Tekanan yang diijinkan untuk gempa (m)
N = Safety Factor
Nilai untuk C1, C2, C3 harus diukur selama pemancangan.
F.3.7 Pengukuran dan Pembayaran
F.3.7.1  Pengukuran
a). Jumlah dan sheet pile beton atau kayu pemukul tiang sebagai Pengaku yang diukur
untuk .pembayaran sebagai jumlah m dan item pekerjaan yang sudah selesai di tempat
dan diterima. Untuk perhitungan panjang dan jumlah besi, material yang dianggap
memiliki volume berat 7.850 kilogram per meter kubik. Panjang dan jumlah yang lain
harus ditunjukkan pada gambar atau disetujui oleh Direksi.
Panjang dan jumlah material dihitung menjadi jumlah berat dan panjang besi dari
pekerjaan yang telah selesai, yang terdiri dari plat, bagian-bagian yang dikerjakan. Tidak
ada pengurangan yang dibuat untuk bentukan, lubang baut dll dengan kurang dari 0,03
m2 luas.
b). Pengecatan atau lapisan pelindung lainnya tidak akan dibayar, biaya pekerjaan ini
dianggap telah termasuk dalam penawaran harga untuk pekerjaan baja structural.

F.3.7.2 Pembayaran
Jumlah untuk pekerjaan tiang pancang kayu dan beton (concrete sheet pile) akan
ditentukan sebagaimana di atas, akan dibayar pada Harga Penawaran per satuan
pengukuran untuk pembayaran terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas
dan Harga. Harga dan pembayaran akan dianggap sebagai kompensasi penuh untuk
penyediaan, fabrikasi dan instalasi material, termasuk semua tenaga kerja, peralatan,
perkakas, pengujian dan biaya tambahan lainnya yang diperlukan atau yang biasa untuk
penyelesaian pekerjaan seperti itu dilaksanakan seperti dalam desain gambar.


Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
66
Spesifikasi Teknis  





Item
Pembayaran
Deskripsi Satuan
Pembayara
n
E.1.1. Penyediaan Tiang Pancang Kayu dia. 10 cm. Buah
E.1.2. Pemancangan untuk Tiang Pancang Kayu dia. 10
cm.
m.
E.1.12 Penyediaan Tiang Pancang Beton m.
E.1.13 Pemancangan untuk Tiang Pancang Beton. m.
G. PEKERJAAN PELIMPAH TENGAH PENAMBAHAN DAN
PERBAIKAN DAUN PINTU
G.1. Pekerjaan Logam oleh Sub Kontraktor
Penyedia jasa harus menyerahkan kepada Direksi semua pekerjaan logam dan struktur baja
yang diusulkan untuk disub-kontrakan. Sebelum membuat pesanan harus memperoleh
persetujuan tertulis terlebih dahulu mengenai sub-kontraktor yang akan ditugaskan.
Penyedia jasa harus bertanggung jawab untuk pemesanan pekerjaan logam atau baja ke subkontraktor

dan semua administrasi. Penyedia jasa harus menyerahkan semua salinan
korespondensi kepada Direksi.
G.2.  Perencanaan, Perhitungan dan Penggambaran.
Gambar-gambar dari Penyedia jasa dan spesifikasi menunjukkan kisaran yang diperlukan
logam dan langkah-langkah dasar. Sub Kontraktor harus merencanakan semua bangunan
dan pintu-pintu dan dilengkapi dengan penjelasan perhitungan dan gambar dari pabrik dan
dikirim ke Direksi semua peralatan yang akan dibawa sebelum pabrik melaksanakannya
Gambar 3 (tiga) set harus dibuat, dan setiap perubahan yang dilakukan oleh Direksi harus
dilakukan tanpa pembayaran tambahan.
Pabrik dilarang memulai mengerjakan fabrikasi sebelum menerima persetujuan secara tertulis
oleh Direksi yang telah diberi tanda tangan pada setiap set gambar, 1 untuk Direksi, atau
untuk Penyedia jasa dan 1 untuk Sub-Kontraktor juga harus memberikan gambar yang
menunjukkan usulan metode yang akan digunakan dan gambar harus disetujui sebagai
gambar yang akan dilakukan di pabrik, sebelum penyedia jasa mulai bekerja pada
pelaksanaan yang berhubungan dengan bangunan.
Jika ukuran dan ketebalan bagian-bagian dari pintu ditunjukkan pada Drawing, ukuran dan
ketebalan di atas dianggap sebagai ukuran dan ketebalan minimum yang diizinkan.


Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts