Home » » Tempat Penyimpanan Bahan Additive

Tempat Penyimpanan Bahan Additive

c. Tempat Penyimpanan Bahan Additive

Bahan-bahan ini harus disimpan di tempat yang tahan air dan resapan air. Penyimpanan
harus diatur sedemikian sehingga bahan additive ini langsung dipakai. Bahan additive
yang telah habis masa berlakunya, harus ditandai dan tidak dipakai untuk campuran
beton.
D.2.3 Aggregat
D.1.1  Umum
Pengadaan atau produksi material agregat halus dan agregat kasar (split dan kerikil) yang
berasal dari lokasi quarry atau daerah lain harus sepengetahuan Direksi. Material yang akan
dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan akan diuji secara periodik minimum 1 (satu) minggu
sekali atau setiap pengecoran 1,000.00 M
3
 beton atau setiap penggantian sumber material,
akan diambil waktu pengujian yang paling cepat.

Apabila Penyedia Jasa akan mengambil material kerikil dari sumber lain selain daerah Quarry
yang telah disepakati sebelumnya, maka Penyedia Jasa harus mengadakan pengujian yang
hasilnya harus diserahkan kepada pihak Direksi. Biaya seluruh pengujian akan menjadi
tanggung jawab sepenuhnya dari Penyedia Jasa. Pada areal dimana material akan diambil
untuk dipakai, maka Penyedia Jasa harus membersihkan areal tersebut dari tanaman, akar,
sampah, rumput, lempung, dan sebagainya. Proses pengadaan material mulai dari
penyaringan, pencucian, dan lain-lain sampai dengan tersedianya material kerikil/ split yang
memenuhi spesifikasinya akan dikerjakan dengan sepengetahuan dan persetujuan dari pihak
Direksi.

Biaya produksi kerikil yang dikehendaki oleh Spesifikasi ini harus sudah termasuk dalam
analisa harga satuan pada BOQ untuk berbagai item pekerjaan beton dimana material
agregat/ kerikil dipakai. Analisa harga satuan ini harus sudah mencakup semua biaya
pembayaran royalti galian C, penggalian, penanganan, tahap prosesing, transportasi sampai
dengan penyimpanan material.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
34
Spesifikasi Teknis  

Tiap jenis material pasir, kerikil, batu merah, dan batu harus disimpan dalam petak terpisah
dan terpelihara dan aman dari hal-hal yang merusak. 
D.1.2 Aggr egat  Ha l us 
Pengertian material halus yang dipergunakan adalah material dengan ukuran maksimum 5
mm. Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir. Penambahan bahan lain seperti pasir
dari batu pecah akan diijinkan, apabila menurut pendapat Direksi, pasir yang ada tidak
memenuhi gradasinya.

Apabila tidak ditentukan/disarankan pada Trial-Mix Design, maka gradasi kelolosan saringan
material agregat halus untuk campuran beton adalah sebagai berikut :


Ukuran Saringan (mm) Prosentase yang lolos ( % )

10
5
2.5
1.2
0.6
0.3
0.15

100
90 - 100
80 - 100
50 - 90
25 - 65
10 - 35
2 - 10

Disamping hal tersebut di atas, bahan aggregat halus, yang tercantum harus mempunyai
modulus kehalusan (fine modulus) tidak lebih kecil dari 2.30 atau tidak lebih besar dari 3.10.
Apabila variasi modulus kehalusan lebih besar 0.20 dari harga yang ditetapkan untuk beton,
bahan agregat halus harus ditentukan lain untuk mengimbangi perbedaan dalam tingkatan
ukuran bahan dalam bagian beton.
Kondisi maksimum dimana material pasir tidak dapat dipakai akan mengikuti nilai sebagai
berikut :

Item Persentase
terhadap Berat
Kandungan lumpur 1.0
Material lolos saringan 0.088 mm 3.0
Material di atas saringan 0.297 mm dan
mengambang di air atau SG < 1.95
0.5

Jumlah persentase material yang diterima adalah sebagaimana disebut diatas atau apabila
debu batu yang bebas dari lempung atau lanau, maka persentasenya bisa mencapai 5% dari
berat.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
35
Spesifikasi Teknis  



D.1.3 Aggr egat  Ka s ar
Pengertian material kasar yang dipergunakan adalah material dengan ukuran lebih besar dari
5 mm dan mempunyai gradasi yang baik Bahan batuan (kerikil) harus memenuhi persyaratan
dan bergradasi baik dengan diameter maximum tergantung dari klas betonnya. Apabila kelas
dari beton menghendaki perlawanan abrasi yang baik, maka bahan batuan harus diambil dari
lokasi setempat yang menurut penilaian Direksi adalah yang terbaik. Penyedia Jasa harus
mengirim contoh material apabila dibutuhkan oleh Direksi.  Disamping itu Penyedia Jasa
harus membuat percobaan dari contoh material sesuai dengan ASTM - AASHTO atau
ekivalennya secara rutin dengan frekuensi yang disetujui Direksi serta mengirimkan kepada
Direksi setiap copy laporan test. Apabila test abrasi dibutuhkan oleh Direksi, maka Penyedia
Jasa harus melakukannya.
Bahan batuan untuk beton tahan abrasi minimum mempunyai berat spesifik (SG) lebih besar
dari 2,58 dan nilai tanah harus kurang dari 15% apabila diuji menurut ASTM - AASHTO atau
ekivalennya yang disetujui oleh Direksi. Ukuran maksimum aggregat kasar harus 40 (empat
puluh) mm pada bangunan struktur dan 20  (dua puluh) mm dalam bangunan tipis lainnya,
kecuali untuk beton cyclop sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi. Gradasi kelolosan
saringan untuk aggregat kasar harus dipisahkan dalam ukuran yang telah ditetapkan, atau
mengacu pada kelolosan sebagai berikut :














Bahan-bahan yang merugikan yang tercampur dalam bahan pengisi tidak boleh lebih dari
batas yang ditentukan di bawah ini : 

Saringan
(mm)
50
40
30
25
20
15
10
5
2.5
Ukuran aggregat kasar (mm)
40 - 5 25 – 5 20 - 5 15 - 5
100
90 – 100
-
-
35 – 70
-
0 – 10
0 – 5
-
-
-
100
95 – 100
-
30 – 70
-
0 – 10
0 - 5
-
-
-
100
90 – 100
-
25 – 35
-
-
Item Persentase
terhadap Berat
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
-
-
-
-
100
-
-
-
-
36
Spesifikasi Teknis  



Gumpalan tanah liat
Partikel lunak
Bahan yang hilang dengan pencucian
Bahan dengan SG < 1.95
0.25
5.0
1.0
1.0
D.1.4  Ai r
Air yang dipakai untuk membuat, merawat beton dan membuat adukan harus dari sumber
yang disetujui oleh Direksi dan memenuhi Pasal 9 Standar Nasional Indonesia.  Air dari
Sungai Sausu cukup baik untuk dipakai dalam campuran beton, kecuali apabila terjadi
keadaan dimana aliran sungai membawa endapan yang cukup tinggi, maka air perlu
ditampung dahulu dalam kolam/bak penampungan untuk diendapkan terlebih dahulu
sebelum dipakai dalam campuran beton.

D.1.5 Sel i mut  Bet on Ber t ul ang
Selimut beton bertulang minimum diukur dari sisi luar batang tulangan harus sesuai dengan
gambar atau tabel di bawah ini, kecuali ditentukan dalam gambar atau permintaan Direksi
Pekerjaan


Jenis  Struktur
Selimut beton (cm.) Pada bagian ;
Dalam          Luar         Tertanam
1. Plat 1.0               1.5.              2.0
2. Dinding 1.5                2.0              2.5
3. Balok 2.0                2.5              3.0
4. Kolom 2.5                3.0              3.0
5. Bangunan yang masuk dlm tanah atau
nampak atau terpengaruh cuaca atau
kena goresan
D.1.6  Kel a s - Kel a s  Bet on
Kelas-kelas beton yang dipergunakan dalam pekerjaan dan batasan dari bahan-bahan pokok
untuk tiap kelas, harus sesuai dengan Standar Indonesia SK SNI - T15 - 1991 - 03.
Perkiraan dan pendekatan properti beton adalah sebagai berikut :
Ukuran kelas
beton
Berat min.
Maksimum
kerikil (mm)
5.0
Perkiraan semen
tiap M

(kg) (%)
3
K.300 35 ( 20 ) 420 35
Perbandingan
Air/Semen
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
37
Spesifikasi Teknis  


K.225
K.175
K.125
K.125 Cyclop
K.100
B0
40 (20)
40 (20)
80
80
20
40
330
290
240
170
200
200
40
50
55
60
60
60

Bila dipandang perlu oleh Direksi, perbandingan campuran beton akan ditentukan/ diperbaiki
selama pekerjaan berlangsung Penyedia Jasa tidak merubah perbandingan campuran beton
atau sumber dari bahan-bahan tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari direksi.

D.1.7 Per bandi ngan Campur an
Penyedia Jasa harus menentukan perbandingan bahan untuk beton sesuai dengan klasnya
sampai mendapat persetujuan Direksi.  Penentuan perbandingan diatas harus sesuai dengan
petunjuk SKSNI T-15-1991-03 atau standar lain yang setara atau yang lebih tinggi, kecuali
ditentukan lain oleh Direksi. Penyedia Jasa tidak boleh merubah perbandingan atau sumber
bahan yang sudah disetujui tanpa persetujuan dari Direksi lebih dahulu.

Persetujuan dari Direksi tentang campuran yang diusulkan tidak akan diberikan sebelum
Penyedia Jasa mengadakan percobaan campuran dengan pengujiannya untuk tiap kelas
beton dan telah menyerahkan keterangan lengkap hasil percobaannya tentang mutu
pekerjaan (faktor kepadatan dan slump), kekuatan dan berat jenis kepada Direksi untuk
persetujuannya. Penyedia Jasa tidak boleh mulai dengan pekerjaan sebelum usul campuran
tersebut disetujui.

D.1.8  Campur an Per c obaan ( Tr i al - Mi x)
Penyedia Jasa harus membuat campuran percobaan untuk setiap kelas beton dengan
memakai alat alat yang sama yang akan dipakai dipekerjaan. Campuran percobaan akan
diijinkan, apabila kekuatan tekan dari uji kubus yang diambil dari tiap kelas beton memenuhi
syarat-syarat spesifikasi untuk masing-masing kelas beton.Pembuatan contoh dan
pengujiannya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia SKSNI T-15-1991-03 atau standar
lain yang setara atau lebih tinggi.

Tidak ada Mata pembayaran dalam pekerjaan ini karena sudah menjadi satu kesatuan
dengan pekerjaan utamanya yakni pekerjaan beton yang telah dicapai dilapangan dengan

pengesahan dari Direksi Pekerjaan.

0 comments:

Post a Comment