Home » » setelah air dicampur, sampai pencampuran mencapai warna dan ketebalan beton sama/ setara.

setelah air dicampur, sampai pencampuran mencapai warna dan ketebalan beton sama/ setara.

setelah air dicampur, sampai pencampuran mencapai warna dan ketebalan beton sama/
setara.

Penyedia jasa harus merencanakan tempat mixer dan menempatkan material untuk
memberikan ruang kerja yang cukup. Rencana ini harus diserahkan untuk disetujui oleh
Direksi, sebelum peralatan mixer beton dan material ditempatkan.

D.5.2 . Pengangkutan, Pengecoran dan Pemadatan Beton.
Beton harus diangkut sedemikian rupa sehingga pada saat kehabisan tempat pengecoran,
beton masih memiliki kualitas tertentu dan konsistensi yang memenuhi, dan tidak ada
penambahan atau pengurangan apapun sejak meninggalkan batching mixer. Penyedia Jasa
harus disetujui oleh Direksi untuk pengaturan yang direncanakan, sebelum memulai
pekerjaan beton. Beton tidak boleh dicor dari ketinggian lebih dari 1.50 m, ketebalan beton
di cor tidak boleh lebih dari 1,0 m untuk satu kali pengecoran.
Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus hingga tempat sambungan untuk pengecoran
yang direncanakan. Penyedia jasa harus ingat pemadatan beton adalah pekerjaan yang
penting untuk memperoleh beton kedap air dengan kepadatan maksimum. Pemadatan harus
dibantu dengan menggunakan alat vibrator terendam, tapi itu tidak menyebabkan getaran
bagi besi tulangan dan bekisting. Jumlah dan jenis alat vibrator yang tersedia setiap saat
digunakan untuk pekerjaan beton, atas persetujuan Direksi.

D.5.3 . Pengecoran pada Permukaan Tidak Kedap Air.
Penyedia jasa tidak harus melakukan pengecoran pada permukaan yang tidak kedap air,
sebelum permukaan ditutupi dengan membran kedap air atau bahan kedap air lain yang
disetujui oleh Direksi.


D.5.4 . Pengecoran dalam Cuaca yang Tidak Menguntungkan.
Penyedia jasa tidak akan melakukan pengecoran pada saat hujan deras tanpa pelindung.
Penyedia jasa harus menyiapkan peralatan pelindung dari hujan dan panas matahari sebelum
pengecoran.
Ketika suhu udara melebihi 35° C, Penyedia jasa tidak boleh melakukan pengecoran tanpa
persetujuan dari Direksi dan tanpa mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk
menjaga suhu beton pada saat pencampuran dan pengecoran kurang dari 35° C, misalnya
dengan menjaga material beton dan bekisting terlindung dari matahari, atau
menyemprotkan air pada bahan kasar dan bekisting.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
50
Spesifikasi Teknis  

D.5.5  Sambungan Beton.
Penjelasan dan status sambungan beton disampaikan kepada Direksi untuk mendapatkan
persetujuan sebelum memulai pengecoran.Letak sambungan harus ditempatkan sedemikian
rupa agar pengaruh penyusutan dan suhu sangat kecil.
Sambungan beton harus menutup rembesan air, dan harus dibentuk dalam garis lurus
dengan bekisting kaku tegak lurus terhadap tegangan utama dan sejauh dipraktekkan dalam
gaya lintang/geser yang terkecil. Sambungan adalah semacam sambungan biasa, kecuali jika
jenis lain yang diinginkan oleh Direksi.
Ukuran vertikal beton yang dicor pada waktu pengecoran harus kurang dari 1,0 m dan
ukuran horisontal harus tidak lebih dari 7 m, meskipun tanpa persetujuan terlebih dahulu dari
Direksi.

D.5.6 . Beton Precast.
Beton pracetak harus memenuhi semua persyaratan spesifikasi. Sejauh mungkin setiap unit
pracetak harus ditandai dengan tanggal cetakan yang tidak bisa hilang, dan setelah bekisting
terbuka selama 28 hari maka tidak akan ada gangguan dari beton.

D.5.7 . Curing Beton.
Sampai beton mengeras sepenuhnya dalam waktu kurang dari 7 hari, Penyedia jasa harus
melindungi beton dari pengaruh buruk angin, matahari, suhu tinggi atau rendah, tingkat
perubahan suhu atau pembalikan, sebelum waktu loading, defleksi atau tabrakan dan
kerusakan tanah dan air.
Jika ditentukan lain oleh Direksi, permukaan beton yang tampak terus basah setelah
pengecoran, tidak kurang dari 7 hari untuk beton dengan portland semen, atau 3 hari untuk
beton dengan semen yang mengeras dengan cepat. Permukaan tersebut setelah dibuka
bekisting harus segera ditutup dengan karung goni basah atau pasir atau bahan lain yang
dapat disetujui oleh Direksi. Penyedia jasa wajib membuat peralatan khusus atas permintaan
Direksi untuk curing dan pembasahan sepanjang waktu dari 6 - 24 jam setelah pengecoran
beton.

D.5.8 Beton lining, Pengecoran di Tempat
Pekerjaan lining saluran harus dilakukan sesuai dengan penjelasan di gambar. Material yang
digunakan dan kualitas pekerjaannya harus sesuai dengan Pasal D.2.
Lining beton, dicor di tempat (in situ) ketebalan 8 cm. untuk beton K-175 dan lean concrete
2,0 cm untuk beton K-100.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
51
Spesifikasi Teknis  

Pengecoran diatur per blok lining sepanjang 4 (empat) meter. Untuk blok berikutnya digaris
vertikal ukuran lantai (2 x 2) cm kedalaman 2 cm dan 2 cm. permukaan.

D.5.9 Lining Beton Precast.
Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, Penyedia jasa harus menggunakan beton pracetak yang
dibuat oleh pabrik dan pembuat beton pracetak atau disetujui oleh Direksi. Dalam hal
demikian, Penyedia jasa harus menyerahkan semua rincian beton pracetak seperti dimensi,
ketebalan, kekuatan, berat, pembesian, data uji, dan lain-lain yang diminta oleh Direksi.
Penyedia jasa yang akan membuat beton pracetak di lapangan, harus dengan persetujuan
Direksi sesuai dengan Spesifikasi Teknis. Semua material yang akan dilengkapi dan
digunakan untuk beton pracetak oleh Penyedia jasa harus memenuhi persyaratan dalam
pasal D.2  atau harus disetujui oleh Direksi. Bentuk cetakan satuan beton harus sesuai dengan
bentuk, garis dan dimensi seperti yang ditunjukkan pada gambar dan Penyedia jasa harus
menyerahkan detil dari bentuk atau cetakan yang diusulkan untuk mendapat persetujuan
Direksi.
Konstruksi pracetak juga dapat digunakan untuk struktur selain satuan di atas, dimensi dan
fungsi konstruksi yang akan disesuaikan.
Penyedia jasa ingin menggunakan konstruksi pracetak dalam kasus seperti ini, Penyedia jasa
harus menyerahkan ke Direksi rincian lengkap secara tertulis termasuk semua modifikasi
yang diusulkan untuk tebal segmen beton, spesifikasi beton, tulangan yang tepat untuk
konstruksi, metode yang diusulkan untuk penanganan dan penempatan beton pracetak,
pengisian kembali yang sama, dll. Direksi dapat menyetujui usulan tersebut dengan atau
tanpa modifikasi dan Penyedia jasa akan dibayar untuk satuan beton pracetak jika rincian
yang ada di gambar dan masuk dalam Daftar Kuantitas.
Ketebalan minimum precast harus tidak kurang dari sepuluh (10) cm. dan tulangan harus
sesuai dengan spesifikasi.
Satuan beton pracetak dibuat di lapangan harus beton dengan kekuatan yang cukup untuk
beban bantalan sesuai yang disetujui Direksi.
Satuan beton dicor dengan posisi horizontal, kecuali disetujui oleh Direksi. Beton harus
ditempatkan secara kontinu di tiap-tiap unit dan dipadatkan dengan alat penggetar atau
dengan cara yang diterima oleh Direksi. Yang diperhatikan secara khusus harus dilaksanakan
tamping dan bergetar agar tidak bergeser penulangannya.
Satuan beton akan tetap dalam cetakannya selama tiga (3) hari sebelum dibuka, selama
permukaan beton terbuka harus ditutup dengan karung atau anyaman dan terus menerus
basah; di samping itu bentuk atau cetakan harus terlindung dari sinar matahari langsung.
Setelah dibuka bentuk atau cetakannya, satuan beton terus menerus harus tetap lembab,
untuk jangka waktu minimal sebelas (11) hari. Setelah pengupasan, satuan seperti pipa,

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
52
Spesifikasi Teknis  

flumes, plat beton, panel, dll harus ditumpuk untuk jangka waktu tidak kurang dari tiga puluh
(30) hari, kecuali dinyatakan oleh Direksi, sehingga meninggalkan ruang udara bebas antara
masing-masing satuan beton pracetak. Setiap beton pracetak harus jelas ditandai dengan
tanggal pengecoran, jika ditetapkan oleh Direksi.
Parit untuk meletakkan unit beton pracetak harus hati-hati digali untuk garis tanggul yang
diperlukan ditunjukkan dalam gambar atau jalur lain seperti dan setingkat seperti Insinyur
mungkin boleh menyetujui. Sisi penggalian harus didukung, bila perlu, untuk menjamin
stabilitas, jika untuk alasan apapun, bagian dari parit apakah didukung atau tidak didukung
harus memberi jalan, Penyedia jasa harus menggali dan membuang, tanpa biaya tambahan
kepada Pemberi pekerjaan, semua tanah terganggu tersebut sampai parit adalah untuk
kepuasan Direksi.
Ketebalan dan bentuk pondasi harus ditunjukkan dalam gambar atau ke Direksi sesuai
dengan kondisi tanah. Jika material lunak yang tidak sesuai untuk pondasi, material tersebut
harus digali dan dibuang, atau jika dasar parit tidak sesuai maka bagian dalam parit harus
digali di bawah elevasi yang ditentukan dan dibawa ke elevasi yang dibutuhkan dengan
material pengisi yang benar-benar sesuai dengan konsolidasi setidaknya tingkatnya sama
dari pemadatan, sebagai bahan tidak terganggu, yang disetujui oleh Direksi. Dalam semua
kasus bagian bawah parit harus hati-hati dibentuk dan dinilai untuk memastikan bahwa pipa
berada dalam posisi yang benar dan seragam didukung untuk panjang keseluruhan.

D.5.10 Toleransi.
Deviasi yang diijinkan dari ketinggian atau elevasi dan dari penentuan posisi, profil, nilai dan
dimensi yang ditunjukkan di gambar didefinisikan sebagai "toleransi". Toleransi termasuk
penyimpangan permukaan sebagaimana didefinisikan dalam spesifikasi ini.
Maksud dari ayat ini adalah untuk membangun toleransi yang konsisten dengan praktisi
konstruksi modern, namun diatur oleh efek yang diperbolehkan deviasi yang akan memiliki
tindakan struktural atau fungsi operasional struktur. Penyimpangan dari garis pendirian, nilai
dan dimensi akan diizinkan untuk perpanjangan yang dimaksud dalam ayat ini; asalkan
Direksi Pekerjaan dapat mengurangi toleransi yang ditetapkan di sini jika seperti toleransi
mengganggu aksi struktural atau fungsi operasional struktur.
Dimana toleransi tidak tercantum dalam Spesifikasi atau Gambar untuk setiap struktur
individu atau fitur, maka dari itu penyimpangan yang diperbolehkan akan ditafsirkan sesuai
dengan ketentuan ayat ini. Notasi dalam gambar atau sebagaimana yang disajikan dalam
spesifikasi ini, toleransi tertentu sehubungan dengan dimensi. dianggap sebagai tambahan
untuk toleransi yang ditetapkan dalam bab ini.
Penyedia jasa harus bertanggung jawab untuk menetapkan dan mempertahankan bentuk
beton cukup dalam batas toleransi dan harus menjamin bahwa pekerjaan selesai dalam

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
53
Spesifikasi Teknis  

toleransi ditentukan di sini. pekerjaan beton yang melebihi batas toleransi tersebut harus
diperbaiki atau dibuang dan diganti atas biaya Penyedia jasa.

D.5.11  Toleransi Konstruksi untuk Pekerjaan Beton.
Variasi dari ketinggian, dari adonan tertentu, atau dari permukaan lengkungan dalam garis
dan permukaan kolom, piers, dinding, bagian lengkung, alur sambungan vertikal dan bagian
yang tampak lainnya.

- 12 mm. untuk panjang 3 meter.
- 18 mm. untuk panjang 6 meter.
- 30 mm. untuk panjang 12 meter.
( Dalam kasus konstruksi yang tertanam, toleransi akan ganda ).
Variasi dari tingkat nilai yang ditunjukkan pada gambar konstruksi di lantai, dibagian dalam,
atap, balok , alur sambungan horisontal dan bagian yang tampak lainnya. 
- 6 mm. untuk panjang 3 meter.
- 12 mm. untuk panjang 10 meter atau lebih.
( Dalam kasus konstruksi yang tertanam, toleransi akan ganda )
Variasi di potongan melintang, dimensi kolom, balok dan ketebalan slab dan dinding.
-  -  6 mm.
-  + 12 mm.
D.5.12  Toleransi Konstruksi untuk Penempatan Besi Tulangan.
Variasi atau penutup pelindung
- Perbedaan tebal selimut beton 10%
Variasi dari jarak yang ditentukan (salah satu tulangan)
- 25mm.
D.5.13 Toleransi Konstruksi untuk Pekerjaan Logam.
- - 6 mm.
- + 6 mm.
D.5.14 Pengukuran dan Pembayaran.
a. Beton.
Perhitungan untuk pembayaran setiap kelas beton yang diperlukan untuk dipasang langsung
di atas atau di permukaan galian akan dihitung berdasarkan volume aktual beton di bagian
lurus dan garis pada gambar dimana pembayaran untuk galian yang ditentukan.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
54
Spesifikasi Teknis  

Perhitungan untuk pembayaran setiap kelas beton dari semua beton yang lain akan dihitung
berdasarkan volume aktual beton di bagian lurus dan tinggi struktur yang ditunjukkan di
gambar kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi ini.

Tidak ada perhitungan pembayaran, untuk proses dan transportasi agregat, persiapan dasar,
hubungan konstruksi pemeliharaan termasuk aplikasi adukan semen (mortar) sebelum
pengecoran, perbaikan, dan  untuk perawatan atau untuk pertimbangan cuaca yang panas.
Selain daripada itu yang tidak bisa dipungkiri, pembayaran untuk setiap kelas beton di
berbagai lokasi /tempat pekerjaan akan dihitung dari harga satuan per meter kubik (m3)
dalam daftar kuantitas dan harga.

Harga satuan termasuk biaya semua tenaga kerja, bahan, peralatan produksi dan peralatan
yang diperlukan dalam penanganan air untuk campuran beton, pemeliharaan, pendinginan,
pembersihan. transportasi, penyimpanan dan pencampuran agregat selain produksi agregat
seperti transportasi, pemecahan, penyaringan dan pencucian, termasuk ketentuan pasokan
semen, transportasi, penyimpanan dan pengiriman, pencampuran, transportasi, pengecoran,
pemadatan, penyelesaian akhir di permukaan. pengawetan (curing), perlindungan dan
perbaikan beton, Curing pada bagian joint construction dan pekerjaan test kecuali bekisting
dan finishing, besi tulangan, joint filler dan water stop yang pembayarannya terpisah, akan
dihitung terperonci dalam sub-bab.

Pembayaran tidak akan dihitung untuk beton yang dipasang di luar galian terkait dengan
kelebihan pembayaran oleh galian penyedia jasa. Tidak dihitung pembayaran untuk beton
yang cacat atau mortar yang tumpah. Setiap pekerjaan beton yang dikirim oleh Penyedia jasa
atau yang digunakan untuk instalasi sendiri atau keinginan sendiri akan menjadi tanggung
jawab Penyedia jasa.

Tidak ada perhitungan dan pembayaran yang terpisah dari yang dihitung untuk penggunaan
material tambahan (admixture). Semua biaya tambahan untuk penggunaan material
tambahan sudah termasuk dalam satuan harga penawaran dalam daftar kuantitas untuk item
yang mewakili pelaksanaan beton dimana bahan tambahan yang digunakan.

b. Penulangan Beton.
Perhitungan untuk pembayaran pemasokan (suply), pemotongan, pembekokan dan
pemasangan besi tulangan akan dihitung terhadap berat besi tulangan pada beton yang
melekat pada pekerjaan tetap seperti yang ditunjukkan pada gambar atau seperti yang
diarahkan oleh Direksi.


Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
55
Spesifikasi Teknis  

Pembayaran untuk suplay, pemotongan, pembekokan dan pemasangan tulangan beton akan
dihitung terhadap harga satuan per kilogram dalam daftar kuantitas, dimana harga satuan
termasuk biaya semua pekerja, peralatan dan material yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan yang diuraikan dalam bagian ini. Harga satuan juga termasuk biaya pemasangan
kawat pengikat besi tulangan (bendrat) dan besi, beton atau pendukung lainnya,
pembersihan, keamanan dan pemeliharaan untuk besi tulangan.

c.  Bekisting, Pekerjaan Perancah dan Finishing.
Perhitungan pembayaran untuk pekerjaan bekisting beton akan dihitung atas dasar per
meter persegi luas dari bekisting untuk permukaan beton, seperti yang ditunjukkan pada
Gambar.
Permukaan berikut tidak diperhitungkan dalam pembayaran :

a. Permukaan tidak curam dari 1: 2 dengan bekisting atau tidak.
b. Permukaan material dan pemasangan struktur yang diperlukan untuk melewati
tempat karena desakan setelah beton dituang dan mengeras.
c. Bekisting konstruksi sambungan (joint construction)  yang tidak disebutkan di Gambar
d. Penggunaan bekisting untuk tanggul setelah-penggalian.
e. Jalur sambungan dan tempat lain.
f. Permukaan lain yang ditentukan oleh Direksi.

Pembayaran termasuk biaya semua pekerja, peralatan dan material yang diperlukan untuk
pekerjaan bekisting termasuk pembuatan, pemasangan, pembongkaran dan pembersihan.



d.  Beton Precast.
Perhitungan untuk pembayaran beton pracetak berdasarkan beton dipasang sebagaimana
ditentukan oleh Direksi.

Pembayaran untuk beton pracetak akan dibuat harga satuan per meter Unit di Daftar
Kuantitas, meliputi biaya semua pekerja, material. peralatan yang diperlukan untuk produksi,
pengangkutan, pekerjaan pemasangan.

e. Finishing.
Tidak ada pembayaran terpisah dari segala macam pekerjaan penyelesaian karena pekerjaan
yang sudah termasuk dalam harga satuan beton di Daftar Kuantitas.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
56
Spesifikasi Teknis  

f. Pengendalian Mutu (Quality Control).
Tidak ada pembayaran terpisah untuk kegiatan pengendalian mutu, termasuk biaya untuk
pemeliharaan, dan pekerjaan lapangan dan pekerjaan laboratorium, untuk pengujian beton
dan material beton.
 

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
57

Spesifikasi Teknis   

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts