Home » » Perjuangan Panjang Tak ada aral yang tak melintang. ltulah perkataan yang selalu diung-

Perjuangan Panjang Tak ada aral yang tak melintang. ltulah perkataan yang selalu diung-


Perjuangan  Panjang
Tak  ada  aral   yang   tak  melintang. ltulah    perkataan    yang   selalu   diung-
 


lllia   11!1  2004

kapkan   Harini   ketika   berbicara tentang     perjuangan      panjangnya melawan     sampah.  Untuk    menya- darkan   masyarakat   akan   kebersihan clan   mernbudayakan       pengelolaan sampah,    bukanlah    hal   mudah. Harini   yang   sejak   24 tahun    lalu tinggal    di  kawasan    Cilandak    sangat prihatin      dengan    keadaan    lingkungan sekitar.   Daun-daun   yang   berguguran serta   sampah    yang   berserakan membuat    Harini   trenyuh,     sedrh,   clan murung.    Setiap   hari  Harini    harus menyapu     clan  memungut     sampah, dengan    maksud     memberi    contoh

pada   tetangganya.     Namun    sinyal   itu tak  terlalu   dianggap.
Harini    tak  patah   semangat,    ia
tetap   melakukannya    dari  hari-ke  hari, sarnbil   berpikir    bagaimana     bisa menyadarkan       masyarakat
sekelilingnya.      Harini   lantas mendatangi    tetangga    dari pintu   ke  pintu.    Dari   sini,   ia mendapatkan     lebih    dari  60 orang   yang   berminat     pada gagasannya     untuk    mengolah
sampah.     Tak  sedikit    pula  yang mencibir    usahanya.     "Wah,   .. ngapain sih ngutusin sampah.
Sok  bersih,    sok  tahu.   Urus  aja
suami   clan   keluarga,     jangan macam-macam,"      begitu    suara sumbang     yang   kerap   ia
dengar.
Kebetulan,     sebagian    orang yang   terkumpul    itu   tak  memi- liki   kemampuan   baca  clan tulis. Maka   Harini   pun  meman- faatkan     pengalamannya
sebagai   guru  untuk   mengajar mereka.    Dari  sinilah   sosialisasi tentang    pentingnya     ling- kungan    semakin    bisa  diserap kelompoknya
Dari  jumlah   warga   yang terkumpul    itu,  tercatat    hanya
25 orang   yang   serius    meng-
ikuti  jalannya     Tapi  dengan jumlah   yang   tak  terlalu    bersar itulah   ia akhirnya    berhasil
menjadikan     lingkungan     tempat tinggalnya,     juga   beberapa     RW  di Cilandak    Barat,    bersih   dari  sampah. Tempat    sampah  berwarna   kuning clan   biru  terlihat    berjajar   setiap   500 meter.    "Warna    bak  sampah  sengaja
di   buat   beda   agar  sampah    organik
clan   non  organik    tidak   tercampur." Lingkungan     pun  tampak    lebih    asri
.SOSOK

dan cantik.
la  tak punya  pamrih  apa pun,  dan karena itu tidak melibatkan  pihak lain dalam   usaha itu. Toh akhirnya  usaha kerasnya   itu  mendapat  perhatian pemerintah  juga.  12 tahun  setelah   ia bergerak,   Gubernur  Sutiyoso   datang ke Banjar Sari dan memberi  bantuan mesin cacah  sampah  cuma-cuma.
"Sarnpah   memang  merupakan  ha] yang menjijikan,  tetapi  kalau sampah dikelola   akan menjadi  sesuatu yang bermanfaat  bagi  kehidupan   manusia. Kalau tidak dikelola  maka akan meng- gangu kehidupan kita.   Padahal sampah itu  milik  siapa,  sih; Milik   kita semua, kita semua yang bikin,"  jelasnya.
la membangun kesadaran,  bahwa pengelolaan    sampah,  kebersihan lingkungan,  bukan  semata  tanggung jawab   Oinas   Kebersihan.   Sampah aclalah tanggung  jawab  bersama seluruh   warga. "Kalau   sampah  tidak clikelola,   maka nanti  kita   akan mewa- riskan   pada anak cucu kita   dengan sungai  sampah,   lautan  clan daratan sampah   Kalu tidak  dimulai  dari sekarang,  kapan  lagi?   Kita  sudah terlambat  20 tahun  dari negara  lain dalam hal pengelolaan    sampah  dan
lirnbah."

Bantuan UNESCO
Kemahiran  Harini   dalam mengelola   lingkungan  membuat lembaga  PBB untuk urusan pendidikan,  ilmu pengetahuan, clan kebudayaan,   UNESCO,  melirik dirinya     Pacla 1996,   tim UNESCO sedang  melakukan  survei  tentang clampak kerusakan  laut yang
disebabkan  oleh  aktivitas   claratan. Kesimpulannya,   untuk menyelamatkan   laut yang lebih  dulu harus  ditata  adalah  daratannya.

Mereka  pun mencari  sebuah
kawasan  yang  bisa dijadikan   sebagai
pilot project
"Kebetulan   lingkungan   saya bersih  dan saya aktif di bidang  itu, sehingga  mereka  meminta  saya untuk  menjadi koorclinator   penge- lolaan   sampah  terpadu,"  uangkap Harini.   Bersama   24 temannya,   mulai dari remaja,  Karang Taruna,  dan beberapa  guru,  Harini mengikuti pendidikan   dan pelatihan.  Setelah
lulus  dan dapat sertifikat   ia membuat kelas  pelatihan    di  rumahnya  secara cuma-cuma.  Seluruh  kebutuhan pelatihan  disubsidi UNESCO.Jumlah peminatnya   cukup  banyak,   sehingga pelatihan    bisa berlangsung   6 kali dalam sebulan,   clengan peserta  mini- mal  20 orang  per kelas.   Pesertanya tidak hanya  dari Jakarta,  tapi  juga Sumatera,  Kalimantan,   dan Sulawesi.
Meski kiprahnya  sudah
mendapat   pengakuan   nasional  dan internasional,   toh Harini   merasa yang dilakukannya    bukanlah    hal yang  luar biasa.   "Saya   bukan  orang yang  hebat.  Yang saya lakukan hanyalah mengajak  mereka  agar berperan serta secara  aktif untuk mengelola  sampah,   terutama di lingkungannnya    sendiri."
"Mana   ada lingkungan   sehat kalau ada sampah.   Mana  ada lingkungan  yang  clikatakan   sebagai daerah  wisata kalau  ada sampah. Bahkan sejak dulu  Islam  mengajarkan kita untuk hidup  bersih.   Islam mengatakan bahwa  kebersihan sebagian  dari  iman,"  ucap  Harini menutup pembicaraan.  TN!

nerry  wibowo
Tasawuf menjadi  trend baru di kalangan masyarakat perkotaan. Apa  dan bagaimana?
lobalisasi  tak terbantahkan membuat rivalitas hidup kian ketat, belum lagi tingginya  biaya hidup
di perkotaan. Kondisi  ini membuat orang  mudah tertekan  melihat   progres yang  dicapai  orang  lain. Irnpli-kasinya,   rasa iri,  den dan  sal ing  curiga menghinggapi diri. Ditambah lagi teknologi informasi yang  berandil
membuat manusia  cenderung berinteraksi secara instan  dan penuh  pretensi. Dengan  kata lain,  orang  merasa harus berinteraksi dengan  orang  lain semata  agar  mendapatkan keuntungan dari orang  tersebut.
Disadari atau tidak,  pada satu titik keadaan  itu akan membuat masyarakat metropolis merasa hampa. Untuk  beberapa saat mereka butuh  melepaskan diri dari segala sesuatu  yang  mengikatnya. Kebutuhan akan ketenangan batin,

yang  memang ditanamkan dalam diri manusia. Seburuk apa pun manusia, suatu saat ia akan mencari  Tuhannya. Kendati  ia telah terpuaskan dari segi lahiriah, namun  ia tidak akan merasa  puas bila belum merasa  dekat  dengan Tuhan. Tak terkecuali dengan  orang yang mengaku dirinya  atheis. Tasawuf seakan mengobati krisis spiritualitas manusia  modern  yang tak  mengenal dirinya lagi, juga tujuan hidupnya  di dunia.
Meski begitu bukan berarti
kehadiran  tasawuf tak mengundang kontroversi,
Banyak yang  meng-anggap tasawuf  rentan  penyimpang-
an akidah,  malah  ada yang
berpendapat  tasawuf sebagai  aliran menyimpang. Namun
uniknya, setelah
polemik  itu justru ajaran tasawuf kian meluas dalam  masyarakat.

Pengertian
Tasawuf
Secara etimologis pengertian tasawuf masih menjadi perdebatan para ahli, Beberapa  pengertian · itu antara lain:

• Tasawuf berasal dari kata saffatau barisan dalam shalat. Pengikut tasawuf
dimaknai memiliki iman kuat, dan selalu memilih sa/ palmg depan.
•Dari   kata saufanah.
Sejenis buah-buahan kecil berbulu yang  tumbuh  di gurun pasir Arab. Kaum suf
diandaikan seperti  buah tersebut, yakni  mengenakan pakaian
berbulu, hidup  dalam kegersangan
menjadi  sesuatu  yang  mendesak.
Saat kebutuhan itu  datang, manusia merasa perlu bersandar pada sesuatu yang  maha  dan kembali  kepada  zat yang  maha luar biasa,  yaitu Tuhan.
Bila kemudian orang rnernilih tasawuf,  itu karena tasawuf dinilai mampu memberi visi tentang  makna hidup  beragama selain aspek  formal keagamaan. Guru  Besar llmu Tasawuf Pasca Sarjana  Universitas Islam

Negeri
Syarif
Hidayatullah Prof Dr H Moh Ardani mengungkapkan, kecintaan manusia terhadap tasawuf didorong  oleh kondisi internal  manu-sia scndiri, bahwa  dalam diri manusia terdapat unsur materi dan imateri.
ltulah mengapa seburuk-
buruknya manusia, ia tetap  punya hati nurani, merniliki  unsur ilahiah

fisik, tetapi  subur batinnya.
• Suffah,  yang berarti kamar di pinggiran Masjid Nabawi, untuk tinggal  para sahabat  Nabi  yang melarat (ah/us suffah).  Mereka
rnerniliki  sifat teguh  pendirian, takwa, zuhud, dan tekun beribadah.

• Tasawuf merujuk  pada kata sahyah yang berarti  sesuatu yang terpilih  atau terbaik.  Penganut tasawuf biasa memandang diri 

0 comments:

Post a Comment