Home » » pasien sehingga menimbulkan cider a.

pasien sehingga menimbulkan cider a.

pasien   sehingga    menimbulkan cider a.

Kelalaian Medis
Adalah kegiatan tak disengaja atau unintentional ketika seorang dokter melakukan atau gaga! melakukan sesuatu sebagaimana seorang dokter yang wajar akan atau tidak akan melakukan pada satu situasi yang sama.

Kecelakaan  Medis
Peristiwa  yang takterduga, tindakan tidak   disengaja,   dokter   sudah sungguh-sungguh  bekerja sesuai dengan standar profesi medis dan etika profesi,  sudah berhati-hati, namun  terjadi  juga  akibat  yang tidak diharapkan seperti lumpuh, cacat, bahkan  kematian.




JULI 2010  i1I•l:t1@;13if·1
IDIETIKA KEDOKTERAN




Dr. Merdias Almatsier, SpS (K)
BukanUntukSelesaikan
SENGKETA HUKUM


















SIANYA  baru empattahun. Bila diibaratkan   sebagai manusia, MKDKI masih seperti  bayi  yang baru bisa
merangkak. Pengharapan yang besar dari  masyarakat menuntutnya  untuk berlari.  Perasaan itu terwakili    betul oleh  Dr. Merdias Almatsier,   SpS(K). Tampuk  pimpinan   MKDKI sebagai tempat    berlabuh  atau   mengadu para pasien yang merasa dirugikan dalam pelayanan kesehatan sedang dipegangnya.   Ditangannya,   MKDKI dituntut    untuk   mengatrol   kinerja dokter indonesia.
Merdias    Almatsier   memiliki   rekam
jejak  panjang di berbagai organisasi kedokteran. Sebelum pada akhirnya di MKDKI,  Pria 65 tahun ini sudah pernah menjabat Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis  Saraf pada 1990-1993 dan Ketua Umum lkatan Dokter Indonesia pada  1997-2000.    la juga   pernah menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Cipto  Mangunkusumo    pada 2001-
2005.
Apakah  MKDKIitu?


Majelis      Kehormatan     Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKl)  adalah lembaga  Negara  yang  berwenang untuk menentukan ada atau tidaknya kesalahan  yang  dilakukan     dokter/ dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu  kedokteran/kedokteran  gigi;  dan sekaligus  menetapkan   sanksi bagi dokter/dokter   gigi yang dinyatakan bersalah.

Apa yang dimaksud dengan pelanggaran disiplin kedokteran? Pelanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap  aturan-aturan dan/atau ketentuan dalam penerapan disiplin  ilmu kedokteran/kedokteran gigi.   Dokter/dokter  gigi  dianggap melanggar  disiplin  kedokteran  bila melakukan    praktik   dengan   tidak
kompeten,   tidak  melakukan  tugas dan tanggung  jawab  profesionalnya dengan baik (dalam  hal ini  tidak mencapai standar dalam  praktik kedokteran) ataupun Berperilaku tercela yang merusak martabat  dan kehormatan profesinya.



Apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/ kedokteran gigi?
Yang termasuk  pelanggaran  disiplin kedokteran/kedokteran  gigi antara lain ketidakjujuran  dalam berpraktik, berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental,  membuat  laporan medis yang tidak benar,  memberikan
«jaminan     kesembuhan»    kepada pasien,  menolak  menangani   pasien tanpa alasan yang layak,  memberikan tindakan    medis   tanpa  persetujuan pasien/keluarga, melakukan pelecehan seksual,  menelantarkan  pasien pada saat  membutuhkan   penanganan segera,    menginstruksikan     atau melakukan  pemeriksaan tambahan/ pengobatan yang berlebihan,  bekerja tidak  sesuai   standar  asuhan medis, dsb.

Apa batasan  kewenangan MKDKI terhadap suatu pengaduan? Suatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI  apabila,  pertama
Dokter/dokter    gigi  yang  diadukan tel ah terregistrasi di  Konsil Kedokteran Indonesia.Kedua, tindakan med is yang dilakukan oleh dokter/dokter gigi yang diadukan  terjadi  setelah  tanggal  6
Oktober 2004, yang ketiga menyangkut
adanya hubungan profesional dokter- pasien dalam kejadian tersebut.  Yang keempat  memang terdapat  dugaan kuat  adanya  pelanggaran   disiplin kedokteran/kedokteran     gigi.   Jika keempat kriteria tersebut  terpenuhi, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD).

Sanksi apa yang diberikan kepada  dokter!dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran! kedokteran gigi? Sanksi  disiplin    dalam   keputusan MKDKI bersifat  administrarif.   Saksi bisa berupa  pemberian  peringatan tertulis,   rekomendasi   pencabutan Surat  Tanda  Registrasi  (STR)   atau Surat  lzin  Praktik   (SIP);   dan/atau Kewajiban   mengikuti  pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran  atau kedokteran  gigi.

Kapan  dan seperti  apa suatu  pelanggaran dikatakan ringan ataupun berat?
Semua bersifat  situasional. Tidak    ada   yang    saklek, tergantung        besarnya penyimpangan    dari standar profesi  medis.   Untuk  itulah dalam  memutuskan    suatu aduan,  kami selalu melewati banyak   pertimbangan.    Kita punya tanggung jawab moril, jangan   sampai  orang  yang kita   putus   tidak   bersalah menjadi bersalah.  Kita belajar banyak, itulah tugas berat.

Apakah                 terhadap Keputusan  MKDKI dapat diajukan banding? Keputusan   MKDKI   bersifat final  dan mengikat   dokter/

dokter    gigi   yang   diadukan,   KKI, Departemen     Kesehatan,   Dinas Kesehatan  Kabupaten/Kota,    serta instansi  terkait.  Dokter/dokter   gigi yang  diadukan  dapat  mengajukan keberatan   terhadap    keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI dalam waktu  selambat-lambatnya    30 hari sejak dibacakan   atau  diterimanya keputusan     tersebut       dengan mengajukan     bukti    baru    yang mendukung  keberatannya

Apakah     pemeriksaan     MKDKI
berjalan secara  objektif?
Majelis Pemeriksa Disiplin  terdiri  dari dokter,  dokter  gigi, dan ahli hukum yang   bukan   dokter/dokter   gigi. Dengan  hadirnya   anggota   majelis bukan   dari   profesi    kedokteran/ kedokteran   gigi,  diharapkan   dapat meningkatkan   objektifitas    yang dapat dipertanggungjawabkan.

Te/ah empat  tahun  berdiri, bagaimana Anda memaknai keberadaan  MKDI sejauh  ini? Selama ini ada kesalahan  persepsi

masyarakat.   Pengaduan  ke MKDKI bukan untuk menyelesaikan sengketa hukum kedua pihak. Proses di Majelis Kehormatan    itu  demi   perbaikan kinerja   dokter.   Kalau  untuk   ganti rugi jangan  ke sini,  karena ganti  rugi ini  ada pada ranah hukum  perdata atau lembaga  mediasi.  Namun  bila menginginkan   kinerja  dokter  lebih baik lagi dan menginginkan   mereka tidak mengulangi kesalahannya maka mengadulah  ke MKDKI.
MKDKI juga  bukan  filter  untuk
ke pengadilan.   Jangan  menunggu keputusan   MKDKI untuk  dijadikan bahan pertimbangan  ke pengadilan, karena dasar penegakan  normanya berbeda.

Tantangan Apa yang  dihadapi
MKDKI?
Tentunya keterbatasan sumber daya. Kami hanya bersebelas dituntut  untuk menyelesaikan  banyak  pengaduan dari  seluruh   Indonesia   dan  baru terbentuk  satu MKDKI Provinsi.  Anda bisa bayangkan bagaimana kegiatan MKDKI.   Perlu  Anda   tahu,   dalam
memutuskan    sesuatu   MKDKI tak sembarangan, selain belajar dari berbagai sumber, kami juga membutuhkan    pendapat  para ahli dalam proses pemeriksaan kasus.
Dengan                 ma   kin
meningkatnya  jumlah    kasus dugaan pengaduan pelanggaran disiplin      kedokteran      dari seluruh  Indonesia  merupakan tantangan  bagi  MKDKI untuk dapat   menyelesaikan    dalam waktu  lebih cepat. Keterbatasan Sumber    daya   perlu    diatasi dengan         pembentukan MKDKI  tingkat    Provinsi   dan ketersediaan   para  ahli  dalam memberikan   keterangan   ahli dipersidangan,    karena    itu Pemerintah  perlu  mendukung upaya-upaya  tersebut  dengan membentuk  MKDKI  Provinsi dan
menyediakan  anggarannya.  Cil3


JULI 2010   i1Itl:11@;l:iif·i
 
Kebiasaan ngempeng terkadang bisa menenangkan si kecil dari rewelnya. Anak menjadi lebih tenang  dan membuatnya terlelap. Namun, tahukan Anda, kebiasaan ngempeng justru tidak menguntungkan
bagi pertumbuhan rahang dan giginya?



GEMPENG atau  disebut dengan   Non nutritive sucking Dikatakan Drg. Witriana Latifa, SpKGA
merupakan   kebiasaan  menghisap jari   (finger  sucking),   dot   (pacifier sucking)  atau  obyek  lainnya.   Non nutritive  sucking merupakan  kondisi normal  pada perkembangan   janin dan   bayi   yang   baru   lahir.   Pada beberapa  penelitian  refleks sucking dianggap   bagian   penting    untuk kesiapan pernafasan dan penelanan. Umumnya  kebiasaan ini bisa hilang secara spontan  sekitar  umur  2  -  4 tahun.

Jadi Tidak  Harmonis Dipaparkan    Drg.   Latifa    bahwa sebenarnya efek non nutritive sucking pada kelainan  perkembangan   gigi sangat  kecil  pada  anak  di  bawah umur 3 tahun. Namun, jika kebiasaan tersebut     terus    dibiarkan,    akan memberikan  dampak   yang  tidak baik pada pertumbuhan  rahang dan giginya.
Rahang    yang    normal     dan susunan gigi  yang  baik   pada anak adalah gigi geligi yang tersusun baik dan  rapi   pada  lengkung  rahang. Selanjutnya,  juga  ditandai   dengan sedikit    terdapat     overlap    antara gigi  rahang  atas  (RA) dan  rahang bawah   (RB) pada  saat  menutup mulut.  Kebiasaan ngempeng   pada anak mengakibatkan   susunan  gigi dan rahang menjadi  tidak  harmonis sehingga   akan   mempengaruhi estetika  serta fungsi  pengunyahan yang  disebabkan    gigi  RA dan  RB tidak dapat berkontak  sebagaimana seharusnya.   Perubahan   bentuk

rahang  dan susunan  gigi  tersebut berhubungan    dengan  otot  mulut, lidah dan tulang  rahang.  "Pada anak, tulang   rahang  masih  dalam  tahap pertumbuhan    dan perkembangan. Tekanan   yang   berlebihan   akan menyebabkan    gangguan    pada pertumbuhan   tersebut,"imbuhnya.

Kelainan Akibat
Ngempeng
Ada   tiga    faktor     penting     yang mempengaruhi           gangguan pertumbuhan    akibat    kebiasaan ngempeng,      yaitu      intensitas (kuat/lemah),   frekuensi   (sering/ sesekali)   dan   durasi    (sebentar/ lama)  setiap     kali  anak  tersebut menghisap.  Ditegaskan  Drg. Latifa, dari  ketiga  faktor  tersebut,  durasi merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan   perubahan  susunan gigi.   Oleh   sebab   itu,   kebiasaan tersebut  harus dihentikan   sebelum gigi tetap erupsi/tumbuh.  "Kebiasaan ini  umumnya  belum  menimbulkan kelainan/   kelainan  minimal    bila dihentikan  sebelum  usia 3  tahun," ujarnya.  Berikut  beberapa  kelainan yang ditimbulkan   akibat  kebiasaan ngempeng:
Anterior               open    bite,     yaitu terbukanya  atau terdapat  jarak vertikal   antara  gigi  depan  RA dan RB.
Kelainan   ini   terjadi     karena
umumnya   anak   ngempeng dengan ibu jari diletakkan  pada permukaan  dalam/  palatal  gigi anterior    RA dan  permukaan luar/labial  gigi anterior  RB.  Anak yang  menghisap    aktif    dapat menyebabkan  tekanan   yang

berlebih   pada permukaan  gigi terse but.
Pergerakan  gigi  anterior  RA  ke arah  fasial   (keluar/menjauhi wajah)   dan  gigi   anterior    RB ke  arah   lingual     (kedalam/ mendekati  lidah)
Maxillary   constriction,   yaitu tulang  RA lebih menyempit.
Hal ini disebabkan  adanya
perubahan     keseimbangan antara   otot   mulut   dan  lidah. Ketika  jari  dimasukkan   dalam langit-langit       mulut,      akan menyebabkan  lidah tertekan  ke arah dasar mulut  dan menjauhi langit-langit.   Sementara   otot mulut    memberikan   tekanan pada  gigi   RA pada  saat  anak menghisap.   Ketiadaan    lidah sebagai kekuatan penyeimbang dari    dalam    mulut       akibat lidah  tertekan   ke dasar  mulut mengakibatkan     terjadinya konstraksi/   penyempitan   pada rahang atas.

Bentuk  Bibir Turut
Berubah
Tidak hanya mempengaruhi   bentuk rahang dan susunan gigi, kebiasaan ngempeng   terkadang   juga   bisa membuat  bentuk   bibir   berubah. Normalnya,   bibir   yang  kompeten memiliki ton us yang baik, tidak terlau tegang   ataupun   lemah  sehingga bibir tersebut  bisa berkontak  denga baik. Kebiasaan ngempeng membuat bibir   menjadi   kurang   kompeten, bibir,  yaitu  tidak   dapat   menutup atau bertemu  antara bibir  atas dan bawah. "Adanya  jari I dot yang terus menerus akan memberikan  tekanan


0 comments:

Post a Comment