Home » » Frekuensi pengujian, kecuali ditentukan lain oleh Engineer, harus dilakukan sesuai dengan ketentuan

Frekuensi pengujian, kecuali ditentukan lain oleh Engineer, harus dilakukan sesuai dengan ketentuan

 Specific gravity.
- Gradation
- Proctor Compaction
ASTM D
ASTM D 422
ASTM D

Frekuensi pengujian, kecuali ditentukan lain oleh Engineer, harus dilakukan sesuai dengan
ketentuan di bawah ini 

 Field density   : Setiap 250 m3 per lapis timbunan.
 Field permeability  : Langsung dari Direksi.
 Field moisture test  : Sekali per hari
 Specific gravity  : Sekali per 3,000 m3.
 Gradation   : Sekali per 3,000 m3.
 Consistency test  : Sekali per 3,000 m3.
 Proctor compaction test : Sekali per 3,000 m3.

Tidak ada pembayaran terpisah untuk pekerjaan pengendalian mutu. Semua biaya untuk
pelaksanaan pengujian pengendalian mutu termasuk semua tenaga kerja, bahan, alat-alat
konstruksi dan peralatan, sampling dan pengujian harus dimasukkan dalam harga satuan
dalam Bill of Quantity.

C.3.6  Kegiatan di Borrow Area.
Jika material galian sebagai material timbunan tidak memenuhi spesifikasi, material harus
diambil dari borrow area sesuai dengan perintah Direksi.

Sedapat mungkin kadar air tanah dari material timbunan diatur dan dijaga sebelum
penggalian lokasi borrow dengan memberikan atau kelebihan air dengan mengelolanya (jika
kurang basah) atau dengan menggali selokan atau parit untuk mengurangi kelebihan air.

Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari eksekusi, Penyedia Jasa harus menyerahkan metode
pengoperasian di borrow area kepada Direksi, termasuk jadwal operasi, peralatan yang
digunakan, wilayah galian dan pengambilan kedalaman material.
Dimana tanah timbunan harus terlebih dahulu dibersihkan dan bebas dari kotoran dan sisasisa

akar pohon, dan hati-hati mengupas dan membuang bahan organik seperti rumput,
permukaan tanah dan akar pohon, sehingga tanah tidak mengandung tunggul semak
tumpukan, akar, rumput, humus, gumpalan tanah dan elemen lain yang mudah membusuk.

Setelah penggalian borrow area selesai, lokasi galian harus diatur kembali, pengupasan
material, termasuk humus harus dikembalikan ke borrow area seperti arahan Direksi untuk
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
25
Spesifikasi Teknis  

menjaga kesuburan tanah dan mencegah risiko terhadap ternak dan manusia. Untuk
menghindari pembentukan kolam air di borrow area, saluran drainase dari borrow area ke
pengeluaran terdekat harus dibuat oleh Penyedia jasa.

C.3.7  Pengukuran dan Pembayaran.
Pembayaran untuk volume pekerjaan timbunan diukur dan dihitung berdasarkan material di
tempat yang telah ditentukan, lapisan dan dimensi di atas batas galian dan elevasi yang
ditunjukkan pada Gambar atau sebagaimana disetujui oleh Direksi.

Harga satuan dihitung untuk pekerjaan timbunan termasuk tenaga kerja; transportasi
material yang diambil dari borrow area, peralatan yang diperlukan untuk penggalian dan
pemadatan. Satuan pembayaran untuk pekerjaan timbunan meter kubik (m3).

C.3.8 Timbunan/ Urugan Kembali
Penimbunan kembali harus dilaksanakan berdasarkan gambar atau disetujui oleh Direksi.
Timbunan kembali harus ditempatkan dalam dua puluh (20) sentimeter per lapisan dan
benar-benar dipadatkan. Lapisan tanah atas/ Humus, vegetasi dan bahan organik lainnya
kecuali dari material timbunan kembali.

Sebelum dimulainya penimbunan material urugan, tempat yang dekat dengan bangunan
harus bersih dari semua bekisting dan pekerjaan sementara lainnya serta persetujuan Direksi.
Material timbunan harus ditempatkan sehingga dapat memastikan bahwa pemadatan tanpa
merusak bangunan. Pemadatan yang dekat dengan semua bangunan dilaksanakan dengan
pemadatan mekanik yang disetujui.

Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, material harus ditempatkan dan dipadatkan selama 14
(empat belas) hari setelah penuangan beton.

Pemadatan material urug di atas beton tidak diperbolehkan dengan vibro roller untuk 50
(lima puluh) cm di atas permukaan beton, kecuali dengan persetujuan sebelumnya; oleh
Direksi.
Harga satuan dihitung untuk timbunan kembali termasuk tenaga kerja dan peralatan yang
dibutuhkan untuk pemadatan. Satuan pembayaran pada pekerjaan urugan kembali adalah
meter kubik (m3).

C.4  Pekerjaan Galian

C.4.1 U m u m.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
26
Spesifikasi Teknis  

Pekerjaan Penggalian dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok pembayaran yaitu sebagai
berikut :

 Penggalian Tanah.
 Penggalian Sedimen.
 Penggalian Batuan Lapuk.
 Penggalian Batuan.
Hal yang membedakan jenis penggalian di atas adalah tingkat kekerasan material yang harus
digali, yang memiliki implikasi untuk jenis peralatan yang digunakan dan produktivitas
volume penggalian.
Penggalian tanah biasa adalah pekerjaan penggalian di tanah biasa yang dapat dilakukan
dengan excavator atau tenaga manusia.

Penggalian sedimen adalah pekerjaan penggalian pada campuran bahan sedimen, pasir atau
kerikil yang bisa dilakukan dengan excavator, tetapi tingkat produktifitas mereka lebih rendah
dari penggalian tanah biasa, karena bahan yang lebih keras dan padat.

Penggalian batu lapuk adalah pekerjaan penggalian pada batuan yang terurai dan pekerjaan
ini hanya dapat dilakukan dengan kombinasi peralatan Breaker dan Excavator.

Penggalian Batu diperhitungkan untuk semua batuan padat dan batuan keras, yang tidak
dapat digali kecuali dengan Excavator dan Breaker atau pembongkaran dengan
menggunakan bahan peledak. Dimana Kontraktor mengusulkan penggunaan sarana bahan
peledak, kontraktor harus memperhitungkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan
mengikuti lisensi dan perlakuan peledakan.

C.4.2 Galian Terbuka.
Semua pekerjaan penggalian terbuka untuk konstruksi permanen harus dilakukan sesuai
dengan garis, kemiringan dan dimensi yang ditunjukkan pada gambar. Dalam
pelaksanaannya, Direksi berhak untuk mengubah kemiringan atau dimensi penggalian sesuai
dengan kondisi tanah setempat. Setiap penambahan atau pengurangan volume pekerjaan
penggalian akan diperhitungkan dalam pembayaran.

Penyedia Jasa harus mencegah kerusakan materi yang berada di bawah batas galian.
Kerusakan yang terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap Penyedia Jasa dalam
melaksanakan pekerjaan termasuk penggalian lebih, harus diperbaiki dengan biaya Penyedia
Jasa. Penyedia Jasa harus mengisi lagi dengan jenis material yang dipadatkan atas biaya
Penyedia Jasa. Penggalian lebih dari ketentuan karena Penyedia Jasa yang disengaja atau lalai
tidak akan diperhitungkan dalam pembayaran.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
27
Spesifikasi Teknis  





0 comments:

Post a Comment