Home » » Dipicu Kebiasaan Salah

Dipicu Kebiasaan Salah

Dipicu  Kebiasaan Salah
Sela in jamur  penyebab dari bau kaki adalah    pemotongan   kuku   yang "salah   dan mengakibatkan   ingrown nail atau  kuku menancap pada kulit jempol   kaki yang  berakibat   infeksi
dan  berbau  busuk.  Selain  itu  ada
ini  bisa disebabkan   kelainan   pada kuku atau kelainan pada kulit. Kelainan-kelainan   kuku yang paling sering dijumpai  adalah akibatjamur, sedangkan   pada  kulit  bisa karena jamur  maupun  bakteri .
Sebenarnya   pada  setiap   kaki terdapat   bakteri  yang  normal  dan tidak   menyebabkan  bau.   Tetapi ketika  bakteri  tersebut  berinteraksi dengan bahan dari kaus kaki, sepatu ataupun  pelembab  kaki  maka akan muncul bau yang tidak  sedap. Hal itu karena  bakteri  tidak  mendapatkan oksigen, sehingga mengeluarkan bau akibat  reaksinya dengan  kaus kaki, sepatu maupun  pelembab  kaki.
Lebih      lanjut       Dr.     Retno
mengatakan   penyebab  utama  bau kaki dari kulit  adalah keringat.  Kulit telapak kaki adalah daerah yang paling produktif pengeluaran keringatnya. Keringat sendiri sebenarnya hanya terdiri  dari air dan garam dan tidak menimbulkan  bau,  tetapi   karena ada bakteri  di  permukaan   kulit,  ia memakan keringatdan menghasilkan

kotoran   yang  berbau  menyengat. "Makin   banyak   jumlah    keringat, makin   menyengat    bau  yang  bisa dihasilkan,"imbuhnya.
Di  permukaan    kulit   dijumpai bakteri        Brevibacteria,      yang menyebabkan  bau karena memakan kulit  ari  dan  merubah   amino  acid methionine   menjadi    methanethiol yang mempunyai  bau sulfur,  bakteri Propionibakteria    mengubah    asam amino  menjadi  propionic  acid  dan bakteri   Staphylococcus   epidimidis menghasilkan  isovaleric acid. Selain bakteri yang sudah ada dipermukaan kulit ada juga bakteri dan jamur yang tumbuh  karena higiene yang kurang atau  imunitas   yang  kurang.    Pada infeksi bakteri akan dirasakan nyeri, bengkak,  merah, dan panas, tetapi bila karena jamur  akan terasa gatal.
Selain bakteri  yang  sudah  ada di permukaan  kulit ada juga  bakteri dan jamur  yang tumbuh   karena kebersihan  yang  kurang  atau daya tahan tubuh  yang sedang melemah. Pada infeksi bakteri  akan dirasakan

manifestasi    yang   timbul    adalah rasa nyeri  dan  bengkak.   Bila tidak segera diobati  dapat  menyebabkan akumulasi cairanjaringan  atau nanah yang  banyak  sehingga  timbul   bau yang tidak sedap.
Penyebab    bau   kaki   lainnya juga   bisa  disebabkan     kesalahan memilih  penutup  kaki, yang akhirnya membuat   kaki mudah  berkeringat. Untuk   itu  Dr.  Retno  menegaskan kulit   kaki  yang  selalu  basah  oleh peluh mengundang  kuman - kuman tertentu dan dapat memproduksi bau yang tidak nyaman. Sela in itu penyakit jamur  juga  dapat  tumbuh   di sela - sela jempol  sehingga kaki jug a dapat menimbulkan  efek bau tidak nyaman pada kaki. Terakhir, pola makan.   Pola makan yang tidak seimbang ternyata dapat mempengaruhi  bau pada kaki. Makanan   pedas  dan  yang  tinggi kalori  dapat membuat tubuh dan kaki menjadi   lebih  mudah  berkeringat. "makanan  jenis   tersebut   sebaiknya dikurangi,"sarannya.  [!13
RATNA    INORIA    SARI


JULI 2010 ltl•l:§fi;i3ii·i
 




n
penimbunan lemakdi tub uh bagian    bawah.     Meskipun    begitu bukan berarti lemak yang tertimbun di  tubuh  bagian bawah tidak  dapat dihilangkan.   Dengan  gerakan  lower body, maka lemak tersebut  pun bisa menghilang.
Menurut   instruktur   Alwi  Sofyan, tujuan   gerakan  lower  body  adalah untuk     menguatkan     otot     tubuh bagian   bawah  seperti   perut   serta bermanfaat  untuk  membakar  lemak tubuh.   Gerakan  ini  bisa  dilakukan baik   pria   maupun   wanita.   Untuk melakukan    gerakan    lower    body ini   diwajibkan    untuk   didampingi oleh ahlinya minimal  untuk tiga  kali latihan   pertama.    Karena  gerakan- gerakannya bisa menimbulkan  risiko cidera   apabila   terjadi    kesalahan. Perlu  diingat   sebelum   melakukan gerakan lowerbadyini  pun dahulukan pemanasan    dan    akhiri    dengan pendinginan.


2 Plie Squat


Tahapan Gerakan Lower Body
Berikut tahapan-tahapan  gerakan lower body:


Squat Balance
•   Posisi   awal :  badan
berdiri  tegak lurus. Tubuh berhadapan dengan bola. Kedua telapak tanqan memegang bola.
•     Posisi inti:  turunkan  badan sehingga   kaki menekuk menjadi 90 derajat. Hitungan :  tahan selama
8-10 hitungan.  Lalu berdiri
kembali dan diulang hingga 3 set (1  set=  12 kali pengulangan/repetisi) dan istirahat   kurang lebih
satu menit  setiap satu  set.
•    Tujuan: untuk
menguatkan  paha bagian depan,  belakang dan melatih keseimbangan tubuh.
•     Posisi awal  :     posisi    badan  berdiri   dengan   kaki   dibuka
lebih  dari selebar bahu.  Tangan lurus di depan  perut   dan memegang beban.

•   Posisi   inti :  turunkan badan sehingga kaki menekuk dan membentuk              kuda- kuda.
Hitungan         tahan
selama              8-10 hitungan.            Lalu berdiri   kembali   dan diulang    hingga    3 set.  lstirahat kurang lebih    satu    menit disetiap satu set. Tujuan            untuk melatih    otot   paha
bagian dalam.





JUL!  2010    itle]!if3:1:fif·1



,.,..,.      -      -•
PERISTIWA                   _


ANCAMAN  EMOSI  ~
IBUHAMIL
Tidak hanya gangguan gizi yang menjadi
problematika ibu hamil. Saat ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 36 persen ibu hamil juga diindikasi terserang gejala mental emosional.

era  globalisasi   seperti sekarang,     dikatakan Menteri         Kesehatan Republik   Indonesia,   Dr.
Endang   Rahayu   Sedyaningsih,
MPH,  Dr.  PH menuntut   perubahan budaya dengan pergerakan jaman yang lebih cepat. Setiaporang dituntut mampu melakukan adaptasi dengan baik. Sayangnya, tidak semua bisa melakukannya  dan gegar budaya menyerang beberapa diantaranya. Gegar budaya itulah yang seringnya menjadi salah satu penyebabgangguan mental emosional.
Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis   Kesehatan Jiwa Indonesia (PD-SKJll)  Tun Kurniasih Bastaman, perempuan   merupakan   kelompok yang  rentan  mengalami  gangguan jiwa ringan danjumlahnya dua kali dari penderita laki-laki. Padahal,  dikafakan Menkes   bahwa   kondisi   kejiwaan seorang ibu sangat mempengaruhi dalam menjalankan perannya sebagai seorang  wanita   yaitu   melahirkan, menyusui dan mengasuh anak.
Penelitian   yang   dilakukan   di beberapa    tempat    di  Jawa  Barat menunjukkan, ibu hamil yang datang memeriksakan     kehamilannya   ke Puskesmas, 36 persen  diantaranya menunjukkan gejala  mental emosional. Keadaantersebut, diduga berdampak pada kondisi ibu yang tidak merawat kehamilannya dengan baik. Akibatnya, ibu  tidak  melakukan   pemeriksaan kehamilan secara teratur dan terencana sehingga   berisiko   meningkatkan jumlah kematian anak.
Kasus  tersebut     menunjukkan


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts