Home » » B.2.1 Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan

B.2.1 Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan

B.2.1 Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan

Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui
oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya. Rencana tersebut harus
sudah termasuk pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan, pengangkutan dan peralatan  dan lain-lain yang
diminta  Direksi.

Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua
kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari  berikutnya.
Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah, pekerjaan beton dan kegiatan lain yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan Sistim Bar-Chart pada akhir
bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang
waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya. Rencana kerja
ini harus diserahkan pada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan.

Tidak ada mata pembayaran dan atau pembayaran khusus atau tambahan akibat dari
kegiaatan ini dan segala resikonya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Penyedia Jasa
yang sudah termasuk dalam harga penawaran yang dikontrakkan.

B.2.1.1 Rapat Bersama Untuk Membicarakan Kemajuan Pekerjaan
Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan 2 (dua) minggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini membicarakan kemajuan
pekerjaan yang sedang dilakukan, pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan
membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diperoleh solusinya untuk
diselesaikan.
Tidak ada mata pembayaran dan atau pembayaran khusus atau tambahan akibat dari
kegiaatan ini dan segala resikonya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Penyedia Jasa
yang sudah termasuk dalam harga penawaran yang dikontrakkan.
B.3 Pekerjaan Sementara
Penyedia Jasa akan bertanggung jawab terhadap perencanaan, spesifikasi, pelaksanaan dan
berikut pemindahan semua pekerjaan sementara untuk pelaksanaan pekerjaan sebaikbaiknya.

Detail dari pekerjaan sementara dimana Penyedia Jasa bermaksud untuk
melaksanakan pekerjaan dilapangan, pertama-tama diserahkan kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan sesuai dengan prosedur dalam Spesifikasi Umum. Apabila Penyedia
Jasa bermaksud mengajukan alternatif untuk pekerjaan sementara diluar daerah
lapangan/kerja seperti ditunjukkan pada gambar kerja, semua biaya yang dibutuhkan untuk

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
6
Spesifikasi Teknis  

melaksanakan pekerjaan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan sebagainya,
ditanggung oleh Penyedia Jasa dan semua biaya yang mungkin timbul sudah termasuk pada
uraian pekerjaan pada daftar volume pekerjaan yang dikontrakkan. Keterlambatan tidak akan
meringankan Penyedia Jasa terhadap tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan dalam
Kontrak. Dalam hal tersebut tidak diberikan perpanjangan waktu bila terjadi keterlambatan
dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan yang diberlakukan.


 Lapangan Kerja
Lapangan kerja seperti terlihat pada gambar kerja yang digunakan untuk pelaksanaan
pekerjaan, dijamin oleh Pengguna Jasa dan bebas dari biaya pembebasan tanah. Penyedia
Jasa sedapat mungkin melaksanakan pekerjaan sementara pada tanah seperti pada gambar
kerja atau seperti petunjuk Direksi. Penyedia Jasa hendaknya membatasi kegiatan peralatan
dan anak buahnya pada tanah yang sudah diijinkan/disediakan, termasuk arah jalan masuk
yang disetujui Direksi sehingga mengurangi kerusakan tanaman/pemilikan lahan dan
kerusakan tanah. Bekas yang dilalui kendaraan supaya diperbaiki. Sebelum diterimanya
pekerjaan oleh Pemberi Tugas tanah harus dikembalikan setidaknya seperti semula.
Penyedia Jasa bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas untuk semua kerusakan
misalnya kerusakan tanaman atau tanah hasil galian baik milik Pemberi Tugas atau orang lain.
Penyedia Jasa mengganti kerugian terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena
kerusakan tersebut akibat kelalaian Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak.

 Pengalihan Sementara dan Dewatering
Penyedia Jasa tidak diperbolehkan mengganggu sistim pengairan yang ada baik permanen
atau semi permanen selama pelaksanaan pekerjaan. Direksi akan meminta Penyedia Jasa
untuk mengerjakan pekerjaan pengalihan sementara pada saluran irigasi yang ada sebelum
melaksanakan pekerjaan saluran serta bangunan yang berhubungan. Penyedia Jasa supaya
menyerahkan rencana pengalihan sementara untuk mendapatkan persetujuan Direksi.
Setelah rencana itu disetujui/diubah atas petunjuk Direksi pelaksanaan pekerjaan pengalihan
sementara harus sesuai dengan rencana yang telah disetujui.

Biaya untuk pembuatan rencana pengalihan sementara supaya dicantumkan dalam volume
pekerjaan sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan perintah Direksi yang akan dimasukkan
kedalam butir/ mata pembayaran pekerjaan Dewatering adalah Lump Sump (Ls) seperti yang
telah termasuk dalam kontrak pekerjaan atau jika ditentukan lain oleh Direksi
 Pekerjaan Pengeringan Selama Pelaksanaan
Pembuangan genangan air dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan seperti kistdam, saluran,
drainase dari genangan atau bangunan sementara yang lain. Pada saat pembuangan air
dilaksanakan, Penyedia Jasa harus memasang, mengerjakan, mengoperasikan dan
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
7
Spesifikasi Teknis  

memelihara semua pipa, pompa dan peralatan lain yang diperlukan untuk pembuangan air
dari bermacam-macam pekerjaan dan untuk pemeliharaan dasar pondasi serta bagian
pekerjaan yang lain agar bebas dari air dan pekerjaan konstruksi  sesuai dengan syaratsyarat.
Penyedia
Jasa
bertanggung
jawab
untuk
memperbaiki
kerusakan
akibat
banjir/luapan

air
atau
kegagalan
pembuangan
air
atau
pekerjaan
pengaman
atas
biaya
Penyedia
Jasa.



Semua
sistem
pengeringan
sementara
seperti
kisdam,
tanggul-tanggul
atau
pembuangan
air

sementara
yang
lain
harus
segera
dibongkar
atau
diratakan
pada
saat
pekerjaan
telah
selesai

atau

jika ditentukan lain sehingga kelihatan baik dan tidak mengganggu kelancaran
pekerjaan saluran dan bangunan-bangunan yang berhubungan dengan pembuangan atau
parit alam, dan disetujui oleh Direksi  Pekerjaan. Cara pembuangan air yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan Direksi, kecuali lebih jauh sebagaimana disetujui
atau diijinkan oleh Direksi untuk pekerjaan pembuangan air Penyedia Jasa tidak akan
mengganggu jalannya air yang dibutuhkan untuk pengairan pada jaringan
pengairan/pertanian yang ada baik permanen atau semi permanen selama masih diperlukan.
Apabila pelaksanaan pekerjaan berada dibawah muka air tanah, air tersebut supaya dipompa
dahulu sebelum dilakukan penggalian. Pembuangan air dilakukan sedemikian rupa, sehingga
dapat dipelihara kestabilan dari dasar dan sisi miring yang digali sehingga semua
pelaksanaan konstruksi dikerjakan pada keadaan kering. Apabila diperlukan pengeringan
saluran irigasi yang ada maka Penyedia Jasa harus mengajukan jadwal waktu dan periode
pengeringan kepada Direksi untuk dibahas dengan instansi terkait/ketua masyarakat
sehingga mendapatkan persetujuan bersama dari pihak-pihak yang berwenang. Penyedia
Jasa tidak diperkenankan menutup aliran air sebelum ada jadwal pengeringan yang telah
disetujui bersama.

Tidak ada mata pembayaran dan atau pembayaran khusus atau tambahan akibat dari
kegiaatan ini dan segala resikonya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Penyedia Jasa
yang sudah termasuk dalam harga penawaran yang dikontrakkan.

B.4 Pengujian Laboratorium, Test Uji dan Trial Lapangan
Penyedia Jasa diharuskan melakukan pengujian laboratorium, test uji dan trial lapangan yang
diperlukan untuk semua pekerjaan yang memerlukan pengujian-pengujian dan trial lapangan
seperti pada pekerjaan tanah dan pekerjaan beton atau pekerjaan lain yang memerlukan
pengujian. Penyedia Jasa sebelumnya melakukan permohonan kepada Direksi untuk setiap
kegiatan yang memerlukan pengujian atau trial lapangan untuk mendapatkan persetujuan
sebelum pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan.
Tidak ada mata pembayaran dan atau pembayaran khusus atau tambahan akibat dari
kegiaatan ini dan segala resikonya sudah diperhitungkan sebelumnya oleh Penyedia Jasa
yang sudah termasuk dalam harga penawaran yang dikontrakkan.

Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
8
Spesifikasi Teknis  

B.5 Laboratorium
Sebagai perusahaan yang telah bersertifikat ISO, selayaknya dapat menyediakan
Laboratorium mutu untuk pekerjaan sebagai berikut :
c) Pekerjaan Tanah, dengan peralatan 

i) Field CBR test ( ASTM D-4429 )
ii) Compaction permeable test ( ASTM D-698 atau AASHTO T-99 )
iii) Sand cone test ( ASTM D-1556 )
iv) Speedy moisture tester ( AASHTO T-217 )
d) Pekerjaan Beton, dengan peralatan
i) Slump Test set ( ASTM C-143 )
ii) Concrete test hammer ( ASTM C-805 )
iii) Compression machine ( ASTM C – 39 ) 

B.6 Standard Mutu
Semua bahan dan mutu pekerjaan harus mempergunakan dan sesuai dengan ketentuan-
ketentuan dari Normalisasi Standar Indonesia dari edisi/revisi terakhir atau standar
internasional yang secara substantial setara atau lebih tinggi dari standar nasional yang
disyaratkan.
Semua bahan dan mutu pekerjaan yang tidak sepenuhnya diperinci disini atau dicakup oleh
Standar Nasional haruslah bahan dan mutu pekerjaan kelas utama. Direksi akan menetapkan
apakah semua atau sebagian yang dipesan atau diantarkan untuk penggunaan dalam
pekerjaan sesuai untuk pekerjaan tersebut, dan keputusan Direksi dalam hal ini pasti dan
menentukan.
Apabila ada perbedaan antara standar yang disyaratkan dengan standar yang diajukan oleh
Penyedia Jasa, maka Penyedia Jasa harus menjelaskan secara tertulis kepada Direksi
Pekerjaan untuk mendapat persetujuan, sekurang-kurangnya 28 hari sebelum Direksi
Pekerjaan menetapkan setuju atau tidak terhadap pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Standar satuan ukuran yang dipergunakan pada dasarnya MKS, sedangkan penggunaan
standar satuan lain dapat dipergunakan sepanjang hal tersebut tidak dapat dielakkan dan
dapat dipertanggung jawabkan.
B.7 Bahan dan Perlengkapan Yang Harus Disediakan Oleh Penyedia Jasa
B.7.1 Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan yang tercantum dalam kontrak, semua bahan dan perlengkapan yang
merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan sesuai dengan standar yang diberikan
dalam spesifikasi atau standar dalam Spesifikasi Umum. Bila Penyedia Jasa dalam
mengusulkan penyediaan bahan dan perlengkapan tidak sesuai dengan suatu standar seperti
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
9

Spesifikasi Teknis   

0 comments:

Post a Comment