Home » » MAKAM DI PULAU ONRUST

MAKAM DI PULAU ONRUST


MAKAM DI PULAU ONRUST


manjang   dari    timur    ke   barat. Di sisi paling  barat  kompleks pemakaman  pribumi  ini, ada  ba- ngunan   dari  bambu   beratap    as- hes. Bangunan   tua  itu miring  dan bambunya sudah  menghitam.
Di  sisi  kiri   pintu    masuk   ter- dapat plang berwarna  biru ber- tuliskan   informasi   bahwa    ada tokoh Darul Islam yang dima- kamkan   di dalam.  Pada  sisi kanan bangunan,     botol-botol     kosong air  bunga   mawar   tergeletak.  Po- hon-pohon  pinus tumbuh mena- ungi  makam  ini. Di bagian  dalam pondok  bambu  ini terdapat dua makam,  yang  permukaannya   te- lah dilapisi  porselen   biru.
Sardjono   lalu  melangkah    ma- suk ke tengah   makam dan  meng- hadap    ke  makam    sebelah    ka- nan.    Makam   ini   tidak    memi- liki  batu  nisan.   Hanya   ada  batu apung  yang  dibungkus  kain  pu- tih.    Sedangkan      pada    kuburan
di   sebelahnya   terdapat    papan nisan  bertulisan   "H"-Hasan.    Ia lalu berjongkok memegang  batu nisan    dengan    tangan    kiri   dan mulai  berdoa.
Sekitar    15  menit  kemudian,  ia usai   berdoa.    "Setelah    45 tahun terpisah,"     katanya  tenang.    "Ini anugerah   yang    tidak     ternilai bagi saya."  Sardjono terpisah  de- ngan  ayahnya   saat  ia masih  ber- usia  sekitar   lima   tahun.   Ketika itu,    Kartosoewirjo    tertangkap pasukan   Siliwangi   saat   berge- rilya  di hutan  perbukitan.


PADA suatu  hari  1-2 tahun setelah  kabar eksekusi  Kar- tosoewirjo diterima keluarga, datang seorang lelaki membawa sepucuk  surat.  Surat  berkops tentara itu merupakan  laporan tentara   kepada     Presiden     Soe- karno   mengenai    lokasi   ekseku- si  Kartosoewirjo,    yaitu    di  Pu- lau Ubi. "Saat itu Umar Wira- hadikusumah   menjadi Pangdam Jaya," kata Sardjono meyakini suratitu.
Keluarga kemudian  berembuk untuk mendatangi pulau yang terletak dua-tiga  kilometer di sebelah   utara   Pulau   Onrust   itu. Meski  mereka  meyakininya,  niat ini akhirnya  diurungkan.  Alas an utamanya   adalah    keluarga  ma- sih khawatir  bahwa  surat  itu me- rupakan jebakan aparat untuk mengetahui seberapa besar se- benarnya   kekuatan   para   pengikut  sang  Imam.
Ini adalah  satu informasi dari sekian banyak  informasi   yang diterima  keluarga  mengenai  ke-
beradaan Kartosoewirjo setelah ditangkap    militer.   Ada    orang yang     mengaku    melihat      sang Imam  di Jawa  Tengah   atau  Jawa
Timur.  "Ada yang  mengaku  ber- temu  beliau   di Banten."  Namun informasi  tentang  makam   di Pu- lau Ubi dan belakangan  berubah menjadi Pulau  Onrustlah yang diyakini   keluarga.
Menurut     Muhammad      Giri,
sang cucu, informasi mengenai keberadaan   makam    tidak    per- nah  dibicarakan   secara   terbuka di dalam  keluarga.  "Saya juga hanya    mendengar   kalau    orang
tua bicara," katanya. Ia pun men- cari  informasi  di Internet.  "Saya baca   adanya  di  Pulau   Onrust," kata Giri, yang sempat  datang bersama  20-an  temannya sambil bertamasya.
Menurut    Kepala    Unit   Pelak- sana   Teknis    Pulau    Onrust    Di- nas  Pariwisata  dan  Kebudayaan Provinsi    DKI   Jakarta      Husni- son    Nizar,     informasi    menge- nai  makam  ini  memang  disam- paikan   di dalam   museum di pu- lau   itu.   Namun    ia  juga   meng- akui   bahwa   hingga   saat  ini  be- lum  ada  penelitian   ataupun  do- kumen   resmi   yang   mendukung hal itu.  "Baru  sebatas keyakinan masyarakat,"   katanya.
Menurut       wartawan      senior Alwi Shahab, makam  Karto- soewirjo   memang   terletak    di Pulau    Onrust.   Informasi   ini  ia peroleh     dari    Solichin    Salam, penulis   buku  Bung Karna Putra Fajar,  yang  terbit  pada  1966.  Me- nurut   Alwi,  Solichin sempat  me- nanyakan   hal   ini  langsung   ke- pada  Bung  Karna.
Makam     itu,    menurut      Alwi, adalah      salah     satu     dari     dua makam    yang   dinaungi   pondok bambu   tersebut.     "Belum    tahu yang  kiri  atau  yang  kanan,"    ka- tanya.  Makam itu ada  dua  untuk menghindari  penyembahan     atau sesajen   yang   terkadang   dibawa masyarakat.   Sesajen  merupakan hal   terlarang   dalam    ajaran   Is- lam.   "Jadi   makamnya   disamar- kan,"  ujarnya.
Sardjono   berharap     pemerin- tah    memperhatikan     kejelasan makam    ini  karena  menyangkut rangkaian   sejarah   bangsa.    "Le- bih  baik   jika   ada   tes  genetik," katanya.   Jika   hasil   tes  menun- jukkan   positif bahwa  itu makam sang   ayah,   Sardjono  ingin   me- lakukan    satu    bakti     terakhir. "Pesan  beliau  agar  dimakamkan di makam   keluarga."
Di salah   satu  sisi  pulau,   seha- bis   berziarah,    Sardjono     mem- baca   puisi    yang   dipersembah- kan  untuk   sang  ayah,  Kematian Adalah     Sebuah Misteri.   Di  ba- wah  rintik   hujan,   ia berteriak:

Kuburmu  dicari Jejakmu  diselusuri Ajaranmu  dikaji

Mujahid  tidak  pernah mati. 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts