Home » » Bukan Hanya "Pemain Daratan"

Bukan Hanya "Pemain Daratan"

Bukan Hanya "Pemain Daratan"


KEBERHASILAN  di Sarawak membuat Per- tamina  semakin antusias dalam mengejar ladang-ladang  minyak di  lepas  pantai. "Sebab, ladang offshore  menjadi  porto- folio masa depan yang memiliki  prospek cerah,"  ungkap Dwi.
Sejatinya,   PHE sudah memulai  langkah merambah   ladang  minyak  di  laut  lepas ketika  menjalin  mitra  dengan perusahaan minyak Petrovietnam untuk mendulang minyak   di   lepas  pantai  Vietnam.  Namun, di operasi joint  venture yang dimulai   pada
2001   itu,  PHE hanya menjadi  pernegang saham.   "Kami   harus  mulai   membangun kompetensi di  ottshore,"  ujar Dwi  memberi alas an.
Pada Juli  2009,   Pertamina   melakukan terobosan  dengan   mengambil    alih   ladang Offshore  North   West Java  (ONWJ)     milik British   Petroleum    (BP),    lengkap  dengan tenaga ahli  yang mahir  dalam pengelolaan lapangan lepas pantai.   "Saat  itu  banyak pi-
 hak yang meragukan apakah blok tersebut   dapat   lagi  dikembang- kan rnengingat umurnya yang su- dah tua dan cenderung menurun produksi   migasnya. Tapi kini kita dapat meningkatkan  produksi mi- nyak dan gas di sana,   sekaligus mendapatkan  434  tenaga ahli di bidang offshore,"   Dwi.
Dwi    Martone   menambahkan, akuisisi    ONWJ memberikan  nilai tambah tak ternilai  bagi Pertami-
na. Selain   berhasil mendapat sumur deng- an potensi produksi  tinggi,  Pertamina juga bisa  mendapatkan tenaga ahli eks BP yang handal.   "Keahlian   mereka tersebar,  mulai dari  engineering, facility,  support  dan lain- lain.  Karena itu,  sekarang kami slap  Go Offshore  Worldwide,·   Dwi menegaskan.
Kesiapan    Pertamina   rnengelola  rnlgas di lepas   pantai  ini  sekaligus  merobohkan mites yang selarna ini melekat  bahwa Per
tamina  hanyalah "pemain  daratan"  karena tidak  punya nyali dan kecukupan  sumber daya untuk menjadi  "pernain laut",  "Namun dengan  adanya  keberhasilan   offshore di ONWJ  dan Sarawak, Pertamina  bukan lagi pemain daratan,"   tegas Dwi,   mantap.
Dan tak  muluk  pula  bila  dikatakan  ba- hwa Pertamina  kini   telah  dapat  dipercaya untuk  mengelola   minyak di  lepas  pantai. Seperti yang dikatakan   Dwi Martone  sebe- lumnya,   "Trust  me!"•

Di bawah     kendalinya,   produksi terus   meningkat.    Bahkan,    anak perusahaan      Pertamina     itu
telah   berhasil    mengelola     migas
di lepas   pantai di luar    negeri
untuk   pertama                kalinya  dalam
sejarah.                                arawak,    Malaysia.      Persisnya     26   Juni      PT PERTAMINA  HULU ENERGI
2010    lalu.    Minyak    dari  perut  bumi  di

bawah  permukaan   laut   itu mulai  men­

galir    perlahan    dan   lantas   menderas.
Kebahagiaan    ikut  terpancar  dari   wajah

1•r S e] a ra h

para awak pekerja blok  SK­305.
Bisa  dibayangkan,     betapa   bahagianya    me­
reka.   Bukan  hanya  karena  telah  menghasilkan minyak   pertama  (first oil production),    melain­
kan pula  karena  dilakukan    di luar  negeri  untuk pertama   kalinya.    Itulah    momen   penting   bagi

PT Pertamina  Hulu Energi (PHE) karena telah berhasil  mengukir sejarah  di tengah  laut dan dilaku­ kan di  negeri   orang pula.
Keberhasilan    Pertamina  di  blok SK­305    yang terletak  di  lapangan D30  pantai    barat  Sarawak,   Ma­ laysia   itu sekaligus    menjadi    titik tolak   Pertamina     dalam    menge­ pakkan  sayap  ke tengah  laut  (off shore).
Pada    hari   pertama,    lapangan
D30     menyemburkan       minyak
hingga   3.000 bare!  per hari.   Pada    Dwi  Martono,

Blok itu, lanjut Dwi, memang menjadi istimewa.   "Pertama,   me­ nandai   produksi   pertama   Perta­ mina dari  blok di luar negeri dan berada   di  ladang   offshore   atau lepas  pantai.    Kedua,   Pertamina ikut  aktif   terlibat   sejak   awal,'' ujar Dwi,  menambahkan.
Keberhasilan      di    blok     SK­
305 Malaysia,  lebih lanjut Dwi mengungkapkan,   merupakan suatu  bukti yang  luar  biasa  bagi Pertarnina.   Blok    seluas    16.400
kilometer  persegi   itu merupakan

dalam  bisnis minyak,  minimal  di Asia Tenggara. Syukur­syukur  Pertarnina bisa leading di Asia Pasifik,   bahkan di tingkat   global,"   harap Dwi.
Kerja sama itu  sekaligus   menjadi   pengalaman berharga bagi  Pertamina   yang kini memiliki   satu formula    mengelola     proyek   eksplorasi     ladang offshore  sebagai  landasan   bagi   keberhasilan     se­ lanjutnya   di  luar negeri.   "Tanggung jawab  untuk membesarkan  nama Indonesia   dan Pertamina  di kancah dunia   telah  memberi  semangat  kami  un­ tuk menyukseskan  proyek tersebut,"  tegas Dwi.
Masalah     terbesar    yang    dihadapi     dalam pengelolaan      blok   SK­305    adalah      lokasinya
merupakan  lahan  marjinal    di  lepas  pantai.  "Kita
akhir Juni,  produksi   minyak  me­
lonjakjadi   dua kali  lipat   lebih  ba­

Direktur  Utama  PHE.

ladang  kerja sama yang ditanda­
tangani  pada 23  Juni 2003.   Per­

akan  mengelolanya     dengan  efisien   dan  efektif, sehingga    blok     ini     menghasilkan        produksi
nyak.   Sedangkan   gas yang dihasilkan    mencapai
8,3  juta  kaki kubik per hari (MMSCFD).    "Pada
7  Juli    lalu,    produksi   rninyak  sudah  mencapai
6.000  bare!  per  hari.   ltu  sudah  mendekati    tar­ get yang  dicanangkan   sebesar  12.000   bare!  per hari,"   ungkap   Dwi  Martono,   Direktur   Utama PHE.

tamina  menguasai  30% saham,   Petronas Carigali dari  Malaysia   memiliki   40%, dan Petrovietnam
30%.   Ketiga   perusahaan   itu  membentuk  joint
operatorship     bemama  PCPP (Petronas  Carigali, Pertamina,   Petrovietnam)    Operating   co.  Bhd.
"Tripartit   itu  dibentuk    atas  dasar  semangat
ASEAN  dan keinginan    untuk menjadi  pernimpin

tinggi,"  ungkapnya.   Ia menekankan,   ketika berurusan  dengan manajemen proyek untuk lapangan marjinal, problem utamanya adalah keekonomian proyek. Tantangannya adalah bagairnana mengelola  lapangan yang marjinal namun tetap ekonomis.
Hal  ini  diamini  Eddy Purnomo,  Direktur Ope­

Fitri Tropica  Puasa Tetap Bawel 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts