Home » » alam membangun karakter yang unggul bagi generasi muda tid

alam membangun karakter yang unggul bagi generasi muda tid

alam membangun  karakter yang unggul bagi generasi muda tidak hanya dilakukan  di ruang  kelas
semata ..  Namun,  juga  harus dilakukan di luar ruang  dalam  interaksi  generasi muda dalam  bermain   dan  berolahraga   di alam
terbuka,
"Dalam  membangun  bangsa
diperlukan pembsngunan  karakter bangsa sehlngga bangsa Indonesia
memillki  karakter yang balk dan selalu menjunjung  kebersamaan."   kata  Dr. Andi Alfian  Mallarangeng,    Menteri Negara Pemuda dan Olahraga,
Meski tidak terlihat  mendesak, seal pembangunan  karakter bangsa tidak bisa dirunda  lagl  arau dikesampingkan.
Beragam kcnflik, krisis ekoncmi.  sedikit
banyak  telah menggerus karakter bangsa.
 Pernerintah  mendorong  supaya kegiatan seperti pramuka,  dan pembinaan
olahraga  terutama  unruk usia  dini lebih digencarkan,
"Pramuka  adalah salah  satu indikator perwujudan karakter bangsa, terlebih Pemerintah  sudah mencanangkan revitalisasi  gerakan pramuka  di Tanah
Air yang  saat ini sudah  tidak lagi pcpuler. Revitalisasi  itu agar nanrinya gerakan Pramuka  kernbali hidup  dan diminati kalangan  pelajar atau  masyarakat,"   ujar Andi.
Menyukseskan revitalisasi merupakan
bagian dari kontrak kerja Kementerian
Negara Pemuda  dan Olahraga. Pernerintah  sangat menghargai inisiatif
DPR dalam  menyusun  Rancangan Undang­Undang   (RUU) tentang Pramuka. "Penyusunan  RUU ini bertepatan benar dengan kehendak kita
semua untuk mernbentuk  karakter yang unggul hagi generasi muda bangsa," ujar Andi.
Menurut Andi.  pembahasan  RUU
tentang  Kepramukaan   merupakan  hentuk keseriusan Pemerintah  dalam mendukung revitalisasi gerakan pramuka  di Tanah Air,  Melalui pembahasan RUU tentang  Kepramukaan,  semua berharap
agar revitalisasi   gerakan  prarnuka  dapat berjalan lebih  balk dengan  dukungan undang­undang,

l1.H11111n       H.q~1    P~1Litih   li..t•p1.111111k1.1H
Untuk merevitalisasi  gerakan  pramuka.
Pemerintah  akan melakukan  beberapa

langkah,   Misalnya.   pemerintah  akan mengadakan   training  bagi para pelarih­ pelatih  kepramukaan.    Nanrinya,  para pelatih  tersebut   akan  diterjunkan  ke
tiap gugus depan  [gudep], yang saat ini herjumlah   ;170 ribu  di seluruh  Indonesia.
"Sekarang  ini 90 persen  dari gudep prarnuka  itu ada di sekolah­sekolah.  lni kita mulai  untuk lminingfnr  !miner~
11ctio11 pl1111 yang  [elas  supaya pramuka
ini betul­berul  direviralisasi   dan menjadi
menarik  kemhali.  meniadi  salah  satu pilihan  utama  hagi orang­mang  mud<1
untuk  mengaktualisasikan   dirinya." \.\jar
Andi.
Selain  itu,  lanjut  Andi,  ia akan berusaha membujuk  p<lra  tokoh rnasyarakat  yang dulu  hergelut dengan pramuka kini  menjadi  mang sukses .. Hal  ini untuk  memperlihatkan   k!lpada kalangan  yang potensial  mengikiiti
kegiatan  ini agar leblh  bers.emangat.   Andi merasa, gerakan  pramuka  sangat luar
biasa karena rnengajarkan  nilai­nilai  yang hagus  hagi anggotanya,
Dalam  konteks  pembangunan
hangsa,  gerakan prnmuka juga memiliki
Dasa  Darma  Pram1.1ka,   Pfinsip itu
mengandung  lO nilal  yang patut
diprnktikkan.  yaitu takwa k!lpada  Tuhan Yang Mahaesa,  dnta i\lam  d~n kasih sayang  sesama  manusia,   patriot yang sopan dan ksatria,  patuh  dan suka bermusyawarah,  rela menolong  dan tabah,  rajin,  trampil dan gembira,  Nilai, nilai  selanj1.1tnya  y;iitu hemat,  cennat
dan bersahaja,   disiplin,  beran1 dan setia,
hertanggungjawab  dan p<ltut  dipercaya, serta sud dalam pikiran, perk1.1taan  dan perbuatan,
Menurut  Andi, perlu dibentuk Gugus
Darma  Pramuka  hagi anggota prnmuka dewasa (yang  herusla  lebih dari  as tahun),
yang sering juga disebut mantan  anggota pramuka. walaupun  dalam  sembqyan pramuka adalah   Once 11   Srnttl Al~ys 11
Scout.  "Dengan  demikian,  rnerek<I blsa membaktikan herbagai  ketrampllan,
pengetahuan.  s1.1mber daya. dan  jaringan yang  dimilikinya   untuk  kemajiian
gerakan pramuka."  ujar Andi.





l\rMl\OMINF(  l

100 Hari yang Tidak Merah Program 100 Hari mengukir  selumlah  pencapalan.   Dari puluhan   ribuan desa  berbasls  layanan telekomunikasi,    Penerimaan Negara Bukan   Pajak   (PNBP)    melesat  138%,  hingga perlua-
san  cakupan  slaran  TV.

ini lebih dari 25 ribu desa sudah    berbasis    telefon dan   I 00  desa  telah   ber­ basis layanan internet (program  Universal  Ser­
vices Obligation) dari total sekitar  32
ribu  desa  di  Indonesia  yang  belum terakses     layanan      telekomunikasi, Prestasi  ini menandai  sukses  Kernen­
terian    Komunikast     dan    Informa­
tika   (Kemkominfo)    dalam   program
100 hari  di  bawah  Menteri  Kominfo
Tifatul  Sernbiring.


ntkasi)  Iokal,   pernantapan   program IGO§  (Indonesia   Go Open Source), penerapan   Sistem   Pelayanan   Infer­ masi dan Perijinan  Investasi secara Elektronik  (SPIPISE) di kawasan perdagangan    dan  pelabuhan   bebas di Batam,  kebijakan khusus bagi masyarakat   di daerah  terdepan  dan terluar   melalui  peningkatan   layane an  komunikasi,   review  internal   UU
38/1999 tentang  'I'elekomunikasi  dan
UU 32/2002   tentang  Penyiaran,    sere
ta  penyelesaian    internal   Rancangan


info  meresmtkan   program   pening­ katan  stasiun  TV  di Semarang,  yang mencakup  rehabilitasi   peralatan   pe­ mancar transmisi   TVRI. Untuk tahap pertama  direhabilitasi   30  pemancar, sistem  antena  dan kelengkapan  lain­ nya  di  32  Iokasi  pada   18 propinsi, Kini  diusulkan   tahap   kedua  untuk
60  pemancar     di   daerah    terpencil dan blank  spot. Diharapkan   pemirsa TV di Semarang,  Denpasar,  Menado,
Jayapura,    Ternate   serta   Bengkulu

dan    sekitarnya     dapat    menikmati 

0 comments:

Post a Comment