Home » » Tenang

Tenang

Tenang
Tenang yakni tidak bergerak walaupun mampu untuk bergerak. Sebagaimana tutup mulut adalah meninggalkan bicara walaupun mampu untuk bicara. Yang dimaksud dengan tenang di sini adalah tenang dari hal-hal yang tidak bermanfaat seperti dalam hal niat, ucapan, dan perbuatan. Karena Rosululloh bersabda: "Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', do`a yang tidak dikabul, nafsu yang tidak kenyang, dari lapar karena lapar adalah teman tidur terburuk, dari khianat karena khianat adalah pengawal raja terburuk, dari malas, pelit, ketakutan, renta, dari hinanya umur, fitnah dajjal, adzab kubur, dan dari fitnah hidup dan mati"(HR. Hakim dari lbnu Mas'ud).
Rosul bersabda: "Yaa Alloh aku berlindung kepadamu dari lemah, malas, takut, pelit, renta, kerasnya hati, lupa, kefakiran, hina, miskin, dan aku berlindung kepadaMu dari faqir, kufur, fasik perkelahian, kemunafikan, sum'ah, riya, dan aku berlindung kepadaMu dari tuli, buta, gila, penyakit lepra, kusta, dan dari segala buruknya penyakit"(HR. Hakim, Baihaqi, tentang doa dari Anas, shohih).
Dan syekh mursyid juga sama dengan Rosul dalam hal memohon pertolongan dari segala keburukan sekarang atau nanti, dari segala keburukan yang mana hambaMu dan nabiMu memohon perlindungan dari neraka karena keburukan tersebut, dan dari hal yang mendekatkan kepadanya berupa keburukan perkatan dan perbuatan. Dan yang dimaksud dengan tenang di sini adalah bermakna ketenangan yang tidak diturunkan melainkan kepada Rosululloh Shollallohu `alaihi wasallam, pewarisnya, khulafa rasyidin, dan para pengikutnya.
Sebagaimana Alloh berfirman: "Lalu Alloh menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Alloh mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu"(al-Fath: 26).
Dan syekh mursyid kamil berkata kepada saya apa yang dikatakan oleh Rosululloh Shollallohu `alaihi wasallam, "gunakanlah lima hal sebelum lima hal, hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, lapangmu sebelum sempitmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu"(HR. Hakim, Baihaqi, dari Ibnu Abbas). Rosul bersabda: "Amal yang paling utama adalah mengerjakan sesuatu yang halal"(HR. Hakim). Dan pekerjaan yang paling utama adalah pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri. (HR. Thobroni).

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts