Home » » "Muhyiddin" Seusai menunaikan Manaqib Tuan Syeikh dan Maulid Kanjeng

"Muhyiddin" Seusai menunaikan Manaqib Tuan Syeikh dan Maulid Kanjeng

"Muhyiddin"
Seusai menunaikan Manaqib Tuan Syeikh dan Maulid Kanjeng Nabi di Pesantren Sirnarasa, salah seorang murid Pangersa, yang tinggi mahabbah dan begitu khidmatnya kepada Pangersa, berbagi kabar. Kabar gembira untuk para pecinta kesucian jiwa jalur Suryalaya.

Selepas bersalam dengan Guru Agung, 
Ia tergesa menghampiri, sambil bersalaman ia berbisik ke telinga ini. Air mukanya tampak menahan dada, haru, matanya sedu sedan. Satu kalimat yang ia luncurkan, "Kalau Pangersa Abah Anom adalah seorang mujaddid, Abah Aos adalah seorang Muhyiddin... Ya muhyiddin!"
Begitulah cara Pangersa Abah memperkenalkan diri kepadanya tentang tugas 'ilahiyah wal walayah' pada zamannya, untuk diperkenalkan kepada diri ini dan siapa saja yang ingin berguru khusuk kepadanya. Penghidup hati, penghidup agama, penghidup kesadaran diri untuk senantiasa ingat dan bersama denganNya... "Wa anaa ma'ahu idzaa dzakaronii..."
Assyikhul Islam Ibnu Taimiyyah, menganugrahkan gelar kepada Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani sebagai seorang "Muhyiddin wa mumitul bid'ah" (sang penghidup agama dan pemBasmi praktek perbid'ahan). Alhamdulillah. [AJ]
Suka
Komentari

0 comments:

Post a Comment