Home » » Menyambut Maulid TANBIH Sekali Lagi, Tentang Keagungan Dzikir LAA ILAAHA ILLALLOH

Menyambut Maulid TANBIH Sekali Lagi, Tentang Keagungan Dzikir LAA ILAAHA ILLALLOH

Menyambut Maulid TANBIH
Sekali Lagi,
Tentang Keagungan Dzikir
LAA ILAAHA ILLALLOH
Oleh: Abah Jagat (*
Kepada siapa saja yang masih ragu dengan keagungan dzikir Laa Ilaaha Illalloh, simaklah kembali dengan hati keterangan dari Yang Maha Terang dan Maha Menerangi, diikuti 'testimoni' dari ruh-ruh suci kepercayaanNya.
Alloh, Yang Maha Suci dan Mensucikan deklarasi dalam firmanNya: "Fa'lam annahuu laa ilaaha illalloh" Artinya: Maka ketahuilah... Bahwa Hu (atau Aku, kata Alloh) adalah LAA ILAAHA ILLALLOH... Kalimat tauhid ini bukan hanya pernyataan 'tidak ada tuhan selain Alloh' tetapi pernyataan bahwa dzatNya itu adalah Laa ilaaha Illalloh.
Malaikat Jibril, pemimpin para malaikat; malaikat penyampai wahyu sejak Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad Saw; Ruh Al-Amin, ruh terpercaya; Ruh Al-Quds, ruh suci yang dipercaya Alloh untuk menyampaikan wahyu kepada 313 para utusanNya; namanya disebut dua kali dalam kitab suci Al-Quran; ruh agung yang menemani Kanjeng Nabi Muhammad saw saat Isro' Mi'roj; bersabda:
"Wa maa nazzaltu kalimatin 'adzomu mun qouli laa ilaaha illalloh..." Artinya: ...Dan aku tidak pernah menurunkan kalimah yang lebih agung dari LAA ILAAHA ILLALLOH...
Sabda ruh suci ini dikukuhkan, dikokohkan kebenarannya oleh Nabiyulloh Al-Amin Muhammad saw dalam sabdanya:
"Afdholu maa qultu anaa wannabiyyuna min qoblie; laa ilaaha illalloh..." Artinya: Yang paling utama apa yang diucapkan dan apa yang diucapkan oleh Nabi-nabi sebelumku yaitu: LAA ILAAHA ILLALLOH...
Bersyukur seluas jagat raya, setinggi angkasa dan sedalam samudera kepada Pangersa Guru Agung atas bimbingan gurunya dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai ke hadirat Nabi Agung Muhammad saw yang sudah menancapkan, menetapkan, dan melarutkan kalimah Agung Laa Ilaaha Illaloh ke dalam ruh kita.
Inilah dzikir agung dan kita akan terbawa agung oleh kalimah paling agung dari guru-guru yang agung para utusan Yang Maha Agung. Ini pula dzikir cinta dan makrifat kepada Yang Maha Agung, serta, merupakan salah satu alat agar kita senantiasa diingat olehNya ('fadzkuruuni adzkurkum') dan kalau kita terus diingat olehNya, berarti kita larut dan tenggelam bersamaNya. Alhamdulillah.
Semoga Alloh berkahi kita dengan limpahan karomah istiqomah 'genah', ngeunah' dan 'tumaninah' ibadah. Bikaromah seluruh Para Guru Pengagung dzikir ini jalur TQN PP Suryalaya khusus Pangersa Abah Alfatihah. Amin. #2
*) Pembantu Khusus Abah Aos, Wakil Talqin Syeik Mursyid TQN PP Suryalaya

0 comments:

Post a Comment