Home » » Kemarin, alhamdulillah, banyak orang tua santri Pesantren Peradaban Dunia JAGAT 'ARSY yang

Kemarin, alhamdulillah, banyak orang tua santri Pesantren Peradaban Dunia JAGAT 'ARSY yang

Kemarin, alhamdulillah, banyak orang tua santri Pesantren Peradaban Dunia JAGAT 'ARSY yang tercerahkan dengan hikmah dan pengalaman Pangersa Guru Agung Abah Aos dalam soal Parenting. Tentu saja, Pangersa lebih dari sekedar otoritatif dari sisi ilmu maupun pengalaman. Karena memang beliau dirancang Alloh lebih dari sekadar menjadi Bapak dari anak-anak biologisnya bersama umi Aos melainkan juga menjadi Bapak bagi jutaan anak-anak ruh yang tersebar di kolong Jagat ini.

Banyak hal penting disampaikan dari lisan Pangersa. Beberapa saja di antaranya:
1) Kalau orang tua ingin anaknya sholeh maka mereka harus menjadi anak sholeh dulu bagi kedua orang tuanya; kalau mendapati anak sendiri tidak nurut, susah diatur, dan maunya sendiri maka pastikan terlebih dahulu orang tuanya harus telah berbakti kepada orang tuanya sendiri; si orang tua wajib meminta maaf kepada orang tuanya barangkali ada kekhilafan atau luka hati orang tua; jika orang tua sudah tiada maka berziarahlah ke makam mereka, berdoalah untuk mereka, mohonkan ampunan kepada Alloh dan limpahan kasih sayangNya kepada mereka.
2) Amalkan dan biasakanlah sholat dan doa khusus untuk kedua orang tua. Yaitu sholat sunnat dua rokaat, rokaat pertama dan kedua surat setelah alfatihah adalah ayat kursi 5 x, alfalaq 5 c, dan annas 5x. Setelah salam, panjatkan ampunan kepada Alloh untuk ortu dan mohon limpahkan kasih sayang buat mereka 'allohummaghfurli waaliwalidayyawarhamhuma kama robbayani shogiro' 15 x lalu sholawat bani hasyim 15 x ditutup doa mengucap alfatihah.
Dari lisan Pangersa, ajaran yang amalan ini dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai ke hadiran Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam. Dan sholat ini hanya wajib dilaksanakan bagi mereka yang merasa punya orang tua. Bagi yang merasa tidak punya orang tua tidak wajib sholat ini. Sholat ini yang akan menjadikan kita seorang anak sholeh dan akan mempunyai anak yang sholeh karenanya.
3) Hendaklah orang tua tidak memarahi anak, karena sekali memarahi mereka apalagi di depan orang banyak berarti mempersilahkan orang lain untuk memarahi anak kita. Alhamdulillah, kata Pangersa, mulut ini selamat dari tindakan itu sejak anak pertama sampai terakhir.
Demikian beberapa potongan point dari Parenting Workshop. Semoga Alloh berkahi kita kesholehan dan anak yang sholeh. Bikaromah seluruh orang/orang sholeh para kekasih Alloh jalur Tqn pp Suryalaya khusus Pangersa Abah Aos Alfatihah.
Suka
Komentari

0 comments:

Post a Comment