Home » » In Memoriam 'Abuya' Mu'thi Nurhadi

In Memoriam 'Abuya' Mu'thi Nurhadi

In Memoriam
'Abuya' Mu'thi Nurhadi

Pangersa Guru Abah Aos memanggil beliau 'Abuya' sejak perjumpaan pertama. Ya, beliau adalah Mudir 'Am Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Annahdliyyah [JATMAN]. Sebagai seorang pimpinan eksekutif tertinggi di organisasi perhimpunan thoriqoh mu'tabaroh di Indonesia, tentu keluhuran ilmu dan akhlak jadi pertimbangan terpilihnya beliau. Dan di bawah kepemimpinan beliau bersama Al Habib Luthfy bin Ali bin Yahya, kegiatan JATMAN begitu hidup dan semarak.
Puncak kesemarakannya kegiatan Jatman, antara lain adalah deklarasi 'Kampung Jatman' bersama Hadrotusyeikh Pangersa Abah Aos, kampung ikhwan thoriqoh, yang beliau pimpin di Mesjid Internasional Istiqlal pada Februari lalu. Beberapa event Jatman, sukses digelar beliau dan belakangan mendapat support penuh dari para murid-murid Pangersa Abah, Keluarga Besar Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryalaya.
Abuya Mu'thi adalah seorang syahid kemursyidan silsilah 38 Pangersa Abah Aos sejak awal perjumpaan. Di saat-saat peralihan, Abuya pula-lah yang intens bersama menguatkan syiar dan pergerakan kegiatan para ikhwan bahwa Tqn Ma'had Suryalaya adalah thoriqoh mu'tabaroh karena meyakini ada penerus tongkat estafeta kekhalifahan di bumi dari Pangersa Guru Agung Abah Anom ke Abah Aos.
Abuya turut serta dalam rombongan Pangersa Abah ziyaroh spiritual ke makbaroh Tuan Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani di Baghdad, Irak. Juga turut serta dalam ziyaroh bersejarah ke makam para Ahli Silsilah TQN PP Suryalaya di Najf dan Karbala.
Abuya di tengah kesibukannya, bersama Para Pengurus Inti Jatman pusat, berkunjung ke Pesantren Sirnarasa mengikuti Manaqiban bersama Para Ikhwan TQN PP Suryalaya. Tak cukup itu, beberapa kegiatan Jatman banyak melibatkan para murid Pangersa Abah, beberapa kali kegiatan Jatman dipusatkan di Pesantren Peradaban Dunia JAGAT 'ARSY. Penggalangan kartu keanggotaan Jatman, terbanyak juga merupakan sumbangan dari murid-murid Pangersa Abah.
Selain dengan Habib Luthfy, barangkali Abuya yang lebih sering bercengkrama dengan Pangersa Abah. Semua sering diperjumpakan di rumah bersama para pecinta kesucian jiwa Kanzul 'Arsy. Segala hal banyak diobrolkan bila sudah ketemu dengan Pangersa Abah. Akrab dan hangat.
Suasana itu sepertinya tak kan pernah ada lagi. Abuya kini sudah kembali, lebih dulu ke pangkuanNya.
Perjumpaan terakhir dengan Pangersa Abah sangat membahagiakan, beliau sempat menitipkan putra beliau yang paling sulung, putra yang kini menjadi penerus Yayasan Pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi rintusannya, kepada Pangersa Abah untuk diambil sebagai muridnya. Dan mulut si borokok ini dipinjem Pangersa Abah untuk memberikan Talqin Dzikir kepada putra tertua Abuya di Kanzul 'Arsy.
Selamat jalan pulang duhai Abuya, Alloh azza wajalla sudah merindukanmu...
Salam hormat,
Abah Jagat
[Mudir Idaroh Wustho JATMAN Propinsi Banten/Pembantu Khusus Abah Aos/Wakil Talqin Hadrotusyeikh]
Foto: Kenangan bersama Abuya. Alhamdulillah kami bertiga diperkenankan Tuan Syeikh (Pangersa Guru Agung Abah Aos, Abuya Mu'thi, dan saya) ikut masuk ke dalam selasar Makam Tuan Syeikh, dalam acara pergantian Kiswah penutup Makam di Kawasan Madrosah, Baghdad. Prosesi dipimpin oleh cucu Tuan Syeikh, Sayyid Syeikh Hashimuddin Al Jaelani Al Baghdadi tahun 2013.

0 comments:

Post a Comment