Home » » Himpitan Ekonomi menggugah pikiran Marni

Himpitan Ekonomi menggugah pikiran Marni

Marni......

Himpitan Ekonomi menggugah pikiran Marni untuk mengais rizki di negeri orang.dengan tekat bulat,ingin segera keluar 

dari sekat sekat penat,tanpa pikir panjang Marni langsung mengiyakan ajakan Surti teman sedesa yang sekarang hidup bergelimang harta.
Setelah urusan administrasi selesai,Marni segera berangkat,tak peduli air mata kedua orang tuanya meleleh basahi wajah mereka,namun Marni tetap pada pendiriannya.
" piye Mar ,kowe mabuk opo gak numpak motor mulok iki?"tanya Surti sadarkan angan yang ikut terbang bersama sepuluh wanita pahlawan devisa.
Sesampainya di Hongkong,Marni dan teman temannya di sambut hangat oleh mr.liem salah satu perwakilan Agency .
Yang mengatur penempatan para Tkw bekerja.
Satu tahun berjalan semenjak bekerja di rumah majikan,hasrat Marni mengirim lembar rupiah ke orang tuanya akhirya terpenuhi juga
Masalah demi masalah tentang pekerjaan bisa teratasi oleh Marni,tapi tidak dengan masalah yang satu ini.semenjak sang majikan bercerai dengan isterinya,perilaku Mr.hook mien menjadi aneh terhadap Marni,dari menggoda ,merayu hingga perilaku tak pantas kerap dialami Marni.
Meski berstatus janda muda,Marni berusaha menjaga kehormatannya,hingga peristiwa kelam terjadi malam itu,dimana kehormatan marni terkoyak dan terhempas ke jurang nestapa."Ya dia di perkosa majikannya".dan peristiwa kelam itu terus terjadi hingga marni hamil benih dari lelaki durjana itu.
Bagai raga yang tak bernyawa ketika pertanggung jawaban majikan di pertanyakan."gugurkan saja kandungan kamu,kamu kan seorang babu,aku menggajimu untuk melayaniku kan".jawaban sang majikan bagai cambuk yang torehkan luka.
Marni terdiam dengan sejuta sesal dan amarah,matanya menatap tajam.Tangannya gemetar,diambilnya pisau dapur sambil mengerang penuh dendam ,dia tusukkan pisau itu didada Majikannya.Terpancar dari mata Marni sebuah kepuasan saat menatap jasad sang majikan terbujur kaku bersimbah darah.
"Aku puas dia mati ,Aku puas".
Itulah kalimat terakhir marni setelah majikan binasa ditangannya.

0 comments:

Post a Comment