Home » » Amazing Man

Amazing Man

Amazing Man

Oleh: Kurniawa Bayu
.
Kisah ini berawal saat Rama bekerja di kota Padang sebagai buruh kasar. Di kota ini Dia bertemu dengan Rena yang saat ini menjadi kekasihnya yang saat itu Rena masih duduk di kelas 12. Rena adalah gadis biasa saja tapi punya mimpi untuk mendapatkan gelar S1, walaupun kedua orangtuanya sudah tak mungkin sanggup untuk membiayai kuliahnya, Rena tetap akan memperjuangkan cita-citanya sendiri. Walau sebenarnya Dia sendiri tidak tahu apa sanggup melakukannya. Melihat niat hebat Rena itulah yang membuat Rama benar-benar semakin cinta kepada Rena. Bahkan, dengan tegas Rama berniat untuk membiayai kuliah Rena sebagai bentuk rasa cintanya dan Rena di larang keras untuk bekerja dan cukup fokus untuk kuliah saja. Sebenarnya Rena menolak tawaran Rama, tapi Rena tak mungkin menolak lagi tawaran Rama, karena Rama berhasil menyakinkan orangtua Rena atas niatnya itu.
Singkat cerita, berkat perjuangan Rama, Rena berhasil mendapatkan gelar sarjana. Dan hari ini Rena baru saja mendapat penghormatan sebagai sarjana muda, dan sudah seharusnya Rena bahagia dengan penganugerahannya ini. Tapi rasa bahagianya tak berlangsung lama karena Rama tak terlihat hadir, hanya terlihat kedua orangtuanya saja.
"Ibu! Mana Rama? Kok dari tadi Dia tidak tampak?" ujar Rena kepada Ibunya setelah berpelukan.
"Kita tunggu saja sebentar Nak, mungkin Dia agak telat," jawab sang Ayah.
"Iya Ayah, tapi kita sudah 1 jam disini," balas Rena.
Wajar Rena khawatir atas sikap Rama. Karena semenjak 2 tahun terakhir ini Rama sudah sangat jarang memberi kabar. Maklum saja, saat ini Rama berada dikampung halamannya mencari nafkah dan mereka berkomunikasi hanya melalui ponsel. Walaupun begitu Rama tetap aktif menafkahi Rena. Dan Rama pernah berjanji akan datang untuk melihat wisudanya. Apalagi selama enam bulan ini nomor ponsel Rama sudah tidak aktif dan Rama selalu menghubungi Rena hanya melalui jejaring sosial, dan sangat jarang sekali. Dan memang sudah seharusnya Rama lah yang pantas mengucapkan selamat, karena Rena berhasil berkat bantuannya. Itulah sebabnya Rena belum merasa puas sebelum Rama datang mengucapkan selamat dan memeluknya. Apalagi Rena pun sudah sangat rindu untuk bertemu Rama.
Tempat pelantikan wisuda itu sudah berangsur sepi karena sudah banyak yang meninggalkan tempat itu. Sang Ayah bersusah payah menenangkan Rena yang tiba-tiba menangis. Sang Ibu pun terus berjuang menasehati putrinya itu. Dengan langkah lunglai satu keluarga itu meninggalkan tempat itu. Karena memang sudah tak mungkin lagi Rama akan datang, karena sudah 3 jam mereka menunggu.
Rena merasa kalau semua yang Dia dapatkan saat ini seperti sia-sia saja. Gelar sarjana ini justru membuat Dia sakit hati kepada Rama. Sudah 3 tahun Rena tidak bertemu Rama, dan harapan Rena untuk bertemu Rama adalah saat ini. Bahkan saat ini juga Rena juga berharap Rama akan melamarnya juga. Itulah sebabnya Rena seperti orang yang tidak punya daya saat berjalan keluar, hingga sang Ayah terlihat kerepotan memandu Rena berjalan. Sedangkan sang Ibu hanya bisa memegang pundak Rena untuk menenangkannya.
.....
Rena dan kedua orangtuanya berhenti sejenak saat hendak naik ke bis antar kota saat sayup-sayup mendengar suara orang memanggil Rena. Mereka bertiga berusaha mencari sumber suara itu. Ternyata sumber suara itu ada di belakang mereka dan secara serempak mereka menoleh kebelakang.
Seorang lelaki dengan pakaian lusuh terlihat tersenyum menatap Rena dan kedua orangtuanya. Lelaki itu tampak memegang gitar usang di tangan kirinya. Rena sangat mengenal lelaki itu, dan sangat mengenalnya. Tanpa memperdulikan apapun, Rena berlari kearah lelaki itu dan langsung memeluknya. Lelaki itu bisa mendengar dengan jelas isak tangis Rena di pelukannya. Cukup lama kedua orangtua Rena membiarkan anaknya memeluk lelaki itu, walau terlihat sekali lelaki itu canggung dengan sikap Rena.
"Apa Ayah bilang? Nak Rama pasti datang," ucap sang Ayah tak lama kemudian,"Tapi kenapa Kamu tidak masuk kedalam Nak?"
"Maaf Pak? Satpam melarang Saya masuk. Karena Saya di fikir pengamen. Padahal iya," jawab Rama polos.
"Apa yang terjadi padamu Rama? Kenapa Kamu jadi pengamen? Ada apa ini?" Rena menyerang Rama dengan pertanyaan.
"Yang terpenting Aku menafkahimu dengan halal," jawab Rama yang membuat satu keluarga itu haru dan bersamaan memeluk Rama.
"Aku sangat kecewa padamu, Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini." celoteh Rena seraya menarik Rama pulang.
Biaya kuliah Rena sangat besar. Sampai akhirnya Rama harus berjuang keras untuk mencari nafkah. Tapi sayangnya, Pekerjaan yang didapatkan tidak cukup untuk membiayai biaya kuliah Rena. Hingga akhirnya Rama harus menjual rumah dan tanah peninggalan orangtuanya. Di saat segala kekayaan di kampungnya habis, Rama melalang buana dengan membawa gitar usangnya untuk terus bisa menafkahi Rena. Sampai akhirnya ponselnya harus Rama jual untuk biaya pergi ke kota untuk datang ke acara wisuda Rena.
"Kenapa Kamu melakukan semua ini Rama," kata Rena pada suatu sore.
"Aku hanya ingin Kamu bisa bangga mencintaiku," jawab Rama.
.
Thanks CTCR
Thanks miss.
.
Ms Nii

0 comments:

Post a Comment