Home » , , » Akhir Sebuah Senyuman.....

Akhir Sebuah Senyuman.....

Akhir Sebuah Senyuman.....

Di salah satu ruang Rs Tampak ketegangan terpancar dari wajah Ibu.hasil diagnosa dokter bedah bahwa benjolan di payudara kiri Ibu termasuk jenis kanker ganas yang harus segera di operasi sangat menggugah kesedihannya.
Alhamdulillah operasai berjalan lancar.daging tumbuh sebesar biji jagung berhasi di angkat dari payudara Ibu."jangan sampai telat kontrol dan jangan kecapekan".saran dokter kepada kami.
Mungkin sebagai Anak kami kurang pengawasan terhadap aktifitas Ibu pasca operasi, luka bekas operasi kembali terbuka hingga darah mengalir dari balik bra ,Ibu pingsan.
Ketakutan akan berada di meja operasi ,membuat ibu memilih Jalani terapi herbal.bukannya sembuh,sel kanker di tubuhnya menjalar bagai belukar dengan benjolan di payudara kian membesar."benar ini kanker ganas".kondisi payudara ibu kini telah di tumbuhi benjolan sebesar kepalan tangan dan berwarna kehitaman."Astaghfirrullah".Kami pun semakin tak tega melihat kondisi Ibu seperti ini.
Malam itu pukul :23:30.Ibu tiba tiba pingsan dengan wajah memutih.dan darah yang biasa keluar dari luka di benjolan payudara, kini di sertai bau Amis menbuat kami miris.
Kubawa Tubuh lunglai Ibu keRs terdekat ,jarum infus tampak terpasang hiasi tangan. di sampingku Sinta adiku menangis tersedu saksikan orang yang kami puja tergolek lemah tak berdaya .
Kami harus memaksa Ibu untuk kembali terbaring di meja operasi.benjolan itu harus segera terangkat sebelum akarnya menjalar ke organ tubuh lain.
Alhamdulillah puji syukur akan rahmat Nya,operasi kedua berjalan lancar.seonggok daging berwarna hitam berhasil diangkat meski beserta payu dara Ibu sebelah kiri,semoga ini awal kesembuhan Ibumu ".Suara bapak terdengar berat.maklum selain usianya sudah tua,beliau tidak kuat jika melihat darah,apalagi darah Isterinya.
Pasca Operasi ,bolak balik ke Rs sudah menjadi agenda rutin yang wajib dijalani Ibu.dari sekedar cek-up hingga kemoteraphy yang membuat rambut Ibuku rontok cukup menguras fisik dan pikiran,tapi Alhamdulillah Allah beri kemudahan, bermodal kartu Bpjs yang sangat membantu biaya operasi Ibu semuanya berjalan lancar meski harus bergumul dengan antrian.
Enam bulan pasca operasi berlalu,meski hidup dengan satu payudara senyum Ibu kembali hiasi rumah kami,Dia memang wanita tangguh dan tak mudah mengeluh,segala aktifitasnya pulih seperti semula."semangat nya tumbuh lagi".gumanku dalam hati.
Tak terasa sudah hampir satu setengah tahun berlalu.tampak tak ada tanda-tanda menurunnya kondisi kesehatan Ibuku.hingga suatu malam beliau merasakan sesak nafas,suhu badannya dingin sekali."Ibu koma"tak sadarkan diri.
Diatas ranjang Rs ibu kejang hampir 3jam.dan pihak Rs merujuk Ibu ke Rs.pusat malam itu juga, diantar mobil ambulan kami berangkat ke Rs pusat.
Hati berdebar berkecamuk perasaan takkala dokter memberitahu bahwa kanker yang di derita Ibu,akarnya sudah menjalar ke paru-paru,hingga cairan dalam tubuh masuk ke paru paru itulah yang sebabkan Dia sulit bernafas dan harus diopname.
Sudah satu minggu Ibu berada di Rs.kondisinya semakin lemah,selain karna sel kanker nya yang sudah ke paru paru ,efek kemoteraphy membuat sebagian sel dan syaraf di tubuh ibu mati..
Siang itu kembali tubuh ibu kejang.sebagian paru parunya terisi air dari luka yang di timbulkan kanker yang menjalar."dek Ibu koma lagi"teriakku..tampak Beliau mengerang kesakitan,di genggamya tanganku sekuat tenaga.hingga mata ibu terpejam untuk selamanya.."ya,Ibuku,sosok yang aku banggakan dan ku sayangi telah meninggal dalam pertahankan hidup di atas penyakit kanker yang menggerogoti tubuh nya..
Tiada lagi senyumya di rumah kami.takkan lagi kujumpai semangatmu kini terkikis oleh ketiadaanmu di dunia ini

0 comments:

Post a Comment