Home » » KAUM SUFI JUGA BERPERAN DI MEDAN PERANG

KAUM SUFI JUGA BERPERAN DI MEDAN PERANG



KAUM SUFI JUGA
BERPERAN DI MEDAN PERANG

Selain melakukan pembinaan akhlak di kalangan umat, para tokoh besar sufi juga ikut serta melakukan perlawanan terhadap serangan pasukan Salib, dimana hal ini tercermin dari keluarnya dua tokoh ke medan jihad, Syeikh Yusuf Fandalawi ulama Maliki serta syeikh sufi Abdurrahman Al Halhuli. Saat pasukan Salib mendekat, bertanyalah sang faqih kepada Syeikh Abdurrahman, ”Bukankah mereka pasukan Rum?” Syeikh sufi pun menjawab,”Ya”. Sang faqih pun berkata,”Sampai kapan kita hanya berdiri saja?” Syeikh sufi pun menjawab,”Mari bergerak maju dengan nama Alloh Ta’ala”. Kedua-duanya pun maju ke medan perang dan kedua-duanya terbunuh di satu tempat. (Al I’tibar, hal. 127)
Di masa Shalahuddin Al Ayubi sejumlah tokoh sufi pun ikut serta dalam berjihad. Salah satu dari mereka adalah Syeikh Abu Umar Al Maqdisi yang ikut serta bersama Shalahuddin Al Ayubi dalam perang Hittin dan pembebasan Al Quds. (Al Bidayah wa An Nihayah, 13/58,59)
Demikian juga Syeikh Ahmad Al Maqdisi yang juga ikut serta dalam pembebasan Bait Al Maqdis, dimana ia dikenal dengan sebutan Abu Tsaur, karena berperang dengan menunggangi tsaur (banteng). (Al Jami’ Karamat Al Auliya, 1/402)
Seorang tokoh sufi yang juga ikut serta dalam pertempuran Shalahuddin melawan pasukan Salib adalah Syeikh Abdullah Al Yunini yang dijuluki sebagai “Singa Syam” karena keberaniannya. Dimana ia tidak menghiraukan sedikit atau banyaknya musuh dalam pertempuran karena yang dicari adalah syahadah dan ia telah meraihnya. (Al Bidayah wa An Nihayah, 13/93)
Ketika masa kesultanan Mamalik Mesir dan Syam berkuasa, para sufi tetap memiliki peran penting dalam jihad melawan pasukan Salib. Dhahir Baibars penguasa kala itu tunduk kepada tokoh sufi Syeikh Khadr Al Kurdi yang selalu menemaninya di setiap pertempuran dan perjalanan. (Thabaqat Al Kubra li As Sya’rani, hal. 288)

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts