Home » » Uwais al-Qarny jaman sekarang 2016

Uwais al-Qarny jaman sekarang 2016

Tidak Berlebihan mungkin, jika saya menyebutkan namanya " KH Raden Muhammad Haris Kiswandi" tidak semua orang mengenal beliau. riwayat singkat beliau mungkin seperti begini . Pria kelahiran Jakarta 08 Agustus 1969 = 24 Jumadal Awwal 1389 H  hari Jumat  
di usia  24 tahun beliau di kader oleh tokoh freemason dari Amerika , dia lulus seleksi dari 200 orang yang melamar kerja dalam sebuah lowongan kerja di surat kabar. Beliau terpilih 10 orang terbaik dan di didik selama 8 bulan lebih setiap jam delapan malam, di didik bagaimana berbisnis dan berstrategi ( cuci otak ). dengan fasilitas-fasilitas dan gaji yang sangat besar di tahun itu. Pria jebolan ITB ini mengenyam berbagai disiplin ilmu yang notabene tidak di alami kebanyakan orang. di usia 25 tahun beliau sudah menjadi kepala cabang ASTRA di bandung, memiliki 17 perusahaan yang membawahi berbagai bisnis. kontruksi , perkebunan dan pertambangan. ikut serta dalam merintis ESQ Ary Ginanjar. dan memiliki sebagian sahamnya. Donatur untuk aktris aktris yang dibawahi Oleh Dedi Dores . 

Di usia gemilang dia sudah menjelajah pelosok Nusantara, Sabang sampai Merouke. sempat menjalin kerjasama dengan PT ADARO dalam membangunan jalur utama Adaro dari tambang ke pelabuhan. menyuplay batu kapur dari cirebon ke kalimantan dengan omzet 17M per hari. hingga akhirnya barter dengan Batu Bara yang ada di sana. perusahaan yang dia pimpin sempat Eksport batu bara ke eropa, namun sayangnya apa yang sudah dibangun harus hancur, karena ulah orang kepercayaannya yang melakukan kecurangan dengan mencampur batubara kalori rendah pada batu bara yang di kelolanya. dari kasus ini beliau harus berurusan dengan Hukum. dari kasus ini harta beliau hanya tersisa 10M. sisa sisa harta yang ada dia habiskan dengan pensiun muda dan lebih mendalamai dunia Spiritual dengan berguru kepada Abah Anom atau dikenal dengan Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. QS di tahun 1996 pada usia 27 tahun. 
Abah Anom

Cita cita ingin di talqin langsung oleh Abah Anom, tidak langsung terlaksana, 3 kali dia bolak balik ke madrasah Suryalaya dengan hasil nihil, hingga akhirnya dia di Talqin Oleh salah satu wakil Talqin Abah Anom. Namun sebelum berangkat Haji dia berangkat ke Abah Anom dan dia langsung di talqin secara Dhohir oleh Abah Anom, yang pada saat itu abah sudah tidak pernah talqin langsung kepada muridnya, namun dalam hatinya beliau "SIAPA YANG TANGGUNG JAWAB" kalau yang talqin bukan abah anom langsung, maka keinginan nya itu langsung di kabulkan oleh abah anom. singkat cerita dia berangkat haji , pergi dari madrasah Suryalaya Abah Anom. 

Kedekatan dengan KH Zezen Zaenal Bajul Ashab. Lebih dari 10 Tahun dia berbagi dengan Wa Zezen dar Nagrok salabintana sukabumi. yang satu ahli ilmu dan yang satu ahli bisnis atau usaha. dana 10 M yang sisa dari binis terdahulu dihabiskan untuk dakwah sampai dengan tahun 2010. segala bentuk ritual yang sekiranya bisa menjadikan bangkit lagi dari keterpurukan dia lakoni, yang hingga akhirnya dia diketemukan dengan guru kihmahnya KH Zezen yang lokasinya dari Jonggol ke sana. dengan lokasi ruamhnya di tepi sungai dan ada pohon beringin (ini merupakan ciri nyata wali alloh katanya ada pohon beringin dan tepi sungai) hampir sama persis pada abah anom ( Golkar dan Sungai Citanduy), hal ini yang akan sulit ditemukan pada Abah Aos. 

Ritual untuk bangkit dari masalah ekonomi hingga harus membeli Apel Jin (kemenyan) yang harganya 500jt. tapi tetap tidak ada perubahan. puasa 7 hari, dimana hari ke 7 buka dengan menyembelih ayam hitam. seselesainya ritual itu, dia pulang dan bermaksud ikut pengajian manaqib di salah satu daerah di bekasi dengan dipimpin langsung oleh KH Muhammad Abdul Gaos (waktu itu wakil abah anom) . pertemuan dengan abah aos dan abah aos berkata "Kita itu sudah hidangan daging sapi, kok ini baru daging ayam sudah senang" sambil abah aos memalingkan mukanya. 

Abah Anom Meninggal
05 September 2011 duka melanda dunia Tassowuf, Abah Anom Pulang/meninggal. dia dan keluarga abah anom ikut memandikan jenasah Abah Anom. jenazah di sholatkan dengan di imami oleh Abah Aos ( ini bukti sesuai dengan tradisi sufi bahwa penerus adalah yang mengimami pertama). 

Dia memiliki jamaah pengajian yang cukup besar, orang mengenalnya dengan sebutan Madrasah Al-Hanin di rawa bebek bekasi. 

Di tahun 2011 - 2013 dia sempat ikut melahirkan sebuah pesantren di Tangerang Selatan dengan nama Pesantren JagatArsy. sepeninggalnya abah anom, dia pergi kerja ke Batam, anak dan istri di boyong ke Batam, untuk membangun sebuah project jalan dan pabrik batu split. setahun di batam dan sudah menghabiskan Milyaran di sana , tiba tiba abah aos telepon "Den pulang, bantu Aang" dari itu dia pulang dan apa yang telah dia bangun ia tinggalkan, kemudian dia dipertemukan oleh Abah Aos dengan KH Budi Rahman Hakim. yang sekarang dikenal dengan Abah Jagat. ( saya pribadi Abah Aden). di bentuklah tim yang dinelal dengan Brigade 38 dengan dia sebagai Komandannya. traning brigade ini dibentuk untuk mempererat persatuan dan kesatuan jamaah TQN PPS yang tercerai berai sepeninggalnya Abah Anom, training brigade ini kalau tidak salah sampai dengan angkatan VII. dimana dia tidak aktif lagi jadi komanda di angkatan V. 
Di Mesjid Istiqlal

Sosok yang penuh dengan perdebatan dan pertentangan ini, akhirnya mundur dari layar TQN dan sekarang aktif di pekerjaan pekerjaan jalan kementerian PU jakarta. dan sekarang memimpin lebih dari 1000 karyawan dengan nilai kontrak 2Triliun. 

mudah mudahan apa yang dicita citakan nya . demi kemajuan dan peradaban dunia bisa tercapai. 

wassalam. dari berbagai sumber .


Sepenggal Foto Foto Beliau 
Bersama Abah Aos

TULISAN TERKAIT
tour indonesia, indonesia tour, tour and travel indonesia, tour travel indonesia, tour to indonesia,
tours of indonesia, tour in indonesia, travel tour indonesia, tour to indonesia from india,
indonesia tour and travel, indonesia tour places, tour and travel di indonesia, travel indonesia tour,
tour & travel indonesia, best tour indonesia, indonesia tour agency, panorama tour indonesia,
europe tour indonesia,

0 comments:

Post a Comment