Home » » PNS "Berprestasi" Akan Memiliki Gaji Minimal Rp 12 Juta

PNS "Berprestasi" Akan Memiliki Gaji Minimal Rp 12 Juta

PNS "Berprestasi" Akan Memiliki Gaji Minimal Rp 12 Juta Wacana yang diusung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok meningkatkan gaji PNS DKI berpretasi terendah minimal Rp 12 juta per bulan sangat didukung oleh Publik media sosial. Banyak akun jejaring sosial yang menyatakan dukungannya, salah satunya ialah akun @hamidmuzzaki menilai brilian dari ide Ahok tersebut. Atas ide tersebut diharapkan akan memacu kinerja dari para PNS. "Dengan begini pegawai yang berkompetensi tinggi kelihatan, yang males pun ketahuan." ujarnya. Akun @andyprajudha setuju jika Ahok menghabiskan uang Negara untuk membayar PNS berprestasi. Namun, dia juga menentang jika Ahok membayar mahal para PNS pemalas. "Setuju banget. Jadi yang kerja bagus dapet duit, yang kagak kerja gaji cengoh aja, haha." katanya. akun @bremmm berkata, jika membayar tinggi PNS yang berprestasi merupakan hal yang menguntungkan. Harapnya, dengan gaji yang tinggi tersebut akan mencegah PNS melakukan tindak pidana korupsi. "Daripada PNS berprestasi korupsi. Lebih murah menggaji besar dengan resiko kalau masih korupsi langsung pecat." kicaunya. akun @abahwiranata mempersilahkan Ahok untuk menggaji PNS berprestasi sebesar-besarnya. "Demi kemajuan DKI, monggo silahkan Koh Ahok, ane dukung dah." ujarnya. "Gaji PNS paling rendah ya di sini, yang baru lulus saja sama tunjangan kerja daerah (TKD) bisa dapat Rp 7 jutaan. Jadi, bukan saya sok-sokan mau naikin gaji PNS Rp 12 juta di golongan terendah. Ini kami paksa lakukan untuk 'menyembelih' yang enggak bener (korupsi)." Disatu sisi ada juga yang menentang, akun @dharmawan_168 tidak setuju atas wacana usungan Ahok. Menurutnya, gaji 4,5 juta rupiah sebulan sudah cukup memadai. "Jangan karena alasan gaji dong PNS mau melayani warga dan tidak korupsi. Uang Negara itu Hok." katanya. Akun @mahardikaLEMU juga menyatakan keberatan. Kebijakan tersebut dinilainya melangkahi kebijakan penghematan anggaran Presiden Joko Widodo. "Presiden kan mau irit, Ahok jangan boros." kicaunya. Dan masih banyak lagi yang menyatakan persetujuan maupun penentangan mereka melalui media jejaring sosial. Gubernur DKI Jakarta, Ahok, berencana menaikan gaji PNS Pemprov DKI pada tahun 2015. Dengan kenaikan gaji ini, beliau berharap akan peningkatan kinerja dari para bawahannya. Menurutnya, dengan gaji minimal Rp 12 juta per bulan akan memangkas tindak pidana korupsi di kalangan PNS DKI. Ahok menyebutkan, wacana ini akan segera di sosialisasikan ke PNS Pemprov DKI oleh BKD Jakarta. Ahok menjelaskan bahwa, kenaikan gaji tersebut akan bisa diterapkan jika sistem kerja fungsional sudah diterapkan. Mekanisme sistem kerja seperti itu akan diterapkan pada tahun yang akan datang, setelah pembenahan struktur organisasi Pemprov DKI Jakarta rampung. Ahok juga akan menindak tegas PNS yang masih memiliki kinerja rendah, setelah diterapkannya kenaikan gaji tersebut, Ahok pun tidak ragu memotong uang TKD PNS tersebut. "Jadi nanti kami hitung prestasinya per poin, sekarang ada hitungan tugas kerjanya apa saja. Kalau enggak beres, kami cabut TKD-nya." ujar Ahok. Nama Pengirim Surya Gilbert NO HP 085883290574

0 comments:

Post a Comment