Home » » PERJALANAN SPIRITUAL

PERJALANAN SPIRITUAL

PERJALANAN SPIRITUAL

Para pejalan dijalan (salikin)dalam perjalanannya terbagi empat kelompok ; salik billah, salik binafsihi, salik bi al majmu' dan salik la salik.



Salik billah adalah pejalan yang kebenarannya menjadi pendengaran, pengelihatan serta seluruh kemampuannya, karena itu kata ganti ha yang ada dalam kalimat "Aku yang menjadi pendengaranya" mengembalikan diri pada keberadaan wujud Anda, ha dalam kalimat tersebut adalah diri yang Kebenaran menjadi pendengaran dan penglihatannya.



Salik binafsihi adalah mereka yang mendekatkan diri kepada Tuhannya, memulai dirinya dengan melaksanakan amalan wajib dan sunnah yang meski karena cinta (mahabbah) kepada Kebenaran. Ia berjuang untuk melaksanakan apa yang Allah paksakan kepadanya, dan ia mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhannya. Inilah perjalanan para udaba ahli Alloh, mereka mengerahkan seluruh usahanya dan menepati perjanjian, meskipun mereka tidak mengetahui yang dimaksud, sampai AllOh membuka bagi mereka , seperti Dia membuka bagi salik billah.



Salik bi al majmu' adalah pejalan di jalan spritual yang telah merasakan kenyataan Al-Haqq sebagai pendengaran dan penglihatannya, dan mengetahui perjalannya dengan dirinya secara umum tanpa penyaksian dirinya secara detail. Ketika ia mengetahui bahwa Al-Haqq sebagai pendengaran-Nya, dan mengetahui bahwa yang mendengar dengan pendengaran bukan-lah esensi pendengaran , serta melihat teteapnya diri (dhamir), dan melihat secara nyata siapa yang kembali, maka ia tahu bahwa diri dan jiwanya mendengar karena Alloh, melihat karena Alloh, bergerak karena Alloh, diam karena Alloh, dan bahwa diri serta jiwanya ini diperintah untuk menempuh perjalanan, maka ia menempuh jalan dengan penyatuan. Dan yang keempat adalah salik al salik, karena ia melihat jiwanya (nafs) tidak mampu menempuh perjalanan selama Al-Haqq belum menjadi tempat sifatnya, dan tidak mampu menempuh perjalanan selama jiwa yang terpaksa itu belum maujud dan Al-Haqq menjadi tempat bagi jiwa tersebut, kemudian Al-Haqq melihat dan berkata, ".....dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar , tetapi Alloh -lah yang melempar...."(QS.8:7) ia tahu bahwa dirinya adalah salik la salik.



Ketahuilah bahwa para penempuh jalan spritual yang telah disebut- kan secara berurutan diatas, ada yang menempuh jalan spiritual dari-Nya dan menuju kepada-NYa, yakni yang berpindah dari satu tajalli ke tajalli yang lain. Ada juga yang menempuh jalan spiritual menuju kepada-Nya dari-Nya dan didalam-Nya, yaitu salik dari nama Ilahi menuju nama Ilahi, dan dalam nama Ilahi. Ada salik yang menempuh perjalanan spiritual dari-Nya menuju kepada -Nya di dalam-Nya dan dengan-Nya, yaitu salik dengan nama Ilahi dari nama Ilahi menuju nama Ilahi dan dalam nama Ilahi. Ada Yang menempuh perjalanannya dari-Nya tapi tidak di dalam -Nya dan tidak menuju kepada-Nya, yaitu yang keluar dari sisis Alloh dalam realitas dan menuju realitas.Ada salik yang menuju kepada-Nya tidak dari-Nya dan tidak di dalam-Nya, yaitu yang melarikan diri kepada-Nya dalam realitas dari realitas, seperti melarikan dirinya Musa a.s. Ada juga salik yang bukan dari-Nya tidak didalam-Nya dan tidak juga menuju kepada-Nya, yaitu yang berpindah dalam amal-amal shaleh dari dunia menuju akhirat, mereka adalah para zahid yang bukan alim.



Manusia terbagi empat kelompok, manusia yang hanya menempuh perjalanan spiritual, ada yang hanya ditarik (majzub), ada yang menempuh perjalanan kemudian ditarik, dan ada yang ditarik kemudian menempuh perjalanan.



Nama Pengirim Raufauji

NO HP 087878

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts