Home » » Masa dilarang unjukrasa

Masa dilarang unjukrasa

Massa dilarang demi di depan DPR saat jokowi-jk disumpah Jakarta - Polda Metro Jaya melarang massa yang akan melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan orasi di depan Gedung DPR RI pada saat pelantikan Presiden dan Wapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, Senin (20/10) nanti. Massa pendemo diberi tempat untuk melakukan aksinya pada radius sekitar 300 meter dari Gedung DPR. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono mengungkapkan, massa yang akan melakukan aksi demo tetap akan dilayani oleh aparat kepolisian. "Mohon maaf kepada pendemo, sesuai dengan UU No 9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat dimuka umum saya jamin kemerdekaannya," kata Kapolda kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/10/2014). Namun massa yang akan melakukan aksi demo ini dihimbau untuk tidak melakukan aksi anarkis dan menempati posisi yang sudah disediakan oleh kepolisian. "Dengan catatan, dengan hormat kami minta tidak anarkis, saya akan berikan pengamanan dan pelayanan yang terbaik. Artinya tidak di depan DPR RI namun di kiri kanan yaitu di ujung dari pintu ya, tidak didepan," jelasnya. Massa yang akan menyampaikan pendapatnya itu dibatasi di dua titik. Yang pertama di timur gedung DPR titiknya mulai di bawah Flyover Semanggi yang mengarah ke Jl Gerbang Pemuda. "Yang kedua, di dekat perempatan Slipi sana," tambahnya. Hingga saat ini polisi belum menerima Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari elemen masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa terkait pelantikan presiden tersebut. Massa diperbolehkan berunjuk rasa sepanjang aksinya itu diberitahukan terlebih dahulu ke aparat polisi seblum hari H-nya. "Sejauh ini belum ada pemberitahuan unras massa, paling lambat minimal H-3 (STTP) harus disampaikan ke kita," tuturnya. Dalam upaya pengamanan unjuk rasa ini, Kapolda menyatakan pihaknya akan mengedepankan upaya persuasif. Namun, Protap 01 akan diberlakukan bila massa bertindak brutal dan anarkis.(Sumber detikcom) hery-sbg.

0 comments:

Post a Comment