Home » » Khidmat Ilmiah Guru Mursyid di Mesjid Al Ukhuwwah

Khidmat Ilmiah Guru Mursyid di Mesjid Al Ukhuwwah

Berikut beberapa kutipan Khidmat Ilmiah dari Guru Agung Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodiri An Naqsyabandi dalam pelaksanaan Khidmat Amaliyah Manaqib perdana di Mesjid Agung Al Ukhuwwah Kota Bandung.
  • Mesjid Al Ukhuwwah merupakan tempat yang paling suci se-Kotamadya Bandung. Kita semua harus mencintai tempat-tempat yang suci.
  • Kita semua sedang duduk di bumi paling bawah, akan tetapi pada hakikatnya, kita semua sedang berada pada posisi paling atas.
  • Tempatkan Laa Ilaaha Illalloh pada tempatnya masing-masing.
  • Manaqib merupakan wujud mencintai terhadap orang-orang yang telah mencintai Alloh.
  • Jangan memalukan orang thoriqoh, ketika sholat jangan pakai Usholli, sebab kalau pakai Usholli maka batal sholatnya. Ucapkan Usholli di luar atau sebelum sholat. (Mohon untuk diperhatikan, setelah Beliau menyampaikan point ini, Beliau langsung mempraktekkan agar tidak terjadi kesalahpahaman)
  • Semua hal yang baik harus dimulai dengan kanan terlebih dahulu. Masuk Mesjid dengan kaki kanan, memakai pakaian dengan memasukkan tangan kanan terlebih dahulu, dsb. Kemudian, diakhiri dengan kiri, seperti keluar Mesjid dengan kaki kiri, membuka pakaian dengan tangan kiri terlebih dahulu, dsb.
  • Iman, Islam dan Ihsan itu untuk satu orang, bukan untuk tiga golongan. Ketiga hal tersebut, diperuntukkan bagi orang yang masih ada tiga-tiganya (jasad/raga, nyawa dan rasa).
  • Tempatkan Laa Ilaaha Illalloh pada Ruh Jismani yang menempati tempat yang paling hina yaitu jasad. Karena jasad merupakan "hasil kencing" Orang Tua. Dzikir dimasukkan ke dalam Ruh itu supaya tidak ada yang denger.
  • Terakhir, mudah-mudahan Mesjid Al Ukhuwwah ini menjadi barak-barak untuk para tentara Alloh.
Dan terakhir, Abah Aos mendoakan seluruh pengurus Mesjid Al Ukhuwwah dan Panitia Pelaksana Manaqib untuk disejahterakan serta dimudahkan segala urusan. 

0 comments:

Post a Comment