Home » » Kisah Tragis Air Istimewa

Kisah Tragis Air Istimewa


Adalah sebuah desa di lereng gunung yang subur. Selain kesuburan tanah dan kekayaan hutan, desa ini mempunyai sumber mata air aneh. Sebut saja air istimewa. Air yang keluar ternyata sangat segar, mengandung banyak mineral  bahkan menyehatkan.


KUD desa mengelola air istimewa dan mensuplay ke rumah-rumah warga. Tiap rumah hanya perlu membayar seribu rupiah per satu mobil tangkinya. Sebenarnya biaya kelola per satu tangki air istimewa hanya 800 rupiah. Jadi sebenarnya KUD desa sudah untung 200 rupiah. Lumayan lah. Namanya juga KUD untuk warga.

Ternyata air aneh ini juga sangat digemari di luar desa. Pasaran air istimewa di luar desa adalah mencapai 7000 rupiah per  tangki. Dengan fakta ini aparat desa berbohong pada warganya bahwa harga ekonomis air istimewa per tangki sebenarnya 7000 rupiah. Pemerintah Desa sampai harus mensubsidi warga tiap satu tangkinya sebesar 6000 rupiah. Wow ngibulnya! Dan warga pun percaya bahwa pemerintah telah dengan baik member subsidi pada warganya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, ringkas cerita setelah beberapa tahun berlangsung keadaan desa itu telah berubah. Keadaannya sangat mengerikan.

Ternyata pengelola air istimewa itu bukan lagi KUD tapi juga pengusaha dari luar desa. Bahkan banyak sumber mata air istimewa yang dikuasai perusahaan warga asing. bahkan pemerintah desa terus menaikan harga air istimewa menjadi 2000, 3000. Bahkan 4000 rupiah per tangkinya. Wow! Dan itu pun sambil terus mendengungkan subsidi. Yang lebih parah adalah pemerintah desa dalam tendernya sering mengalahkan KUDnya sendiri untuk kemenangan warga luar. Bahkan pemerintah membatasi air istimewa untuk warganya hanya 25 persen. Sehingga warga kekurangan air istimewa. GLODAX!

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, ringkas cerita setelah beberapa tahun berlangsung keadaan desa itu makin mengerikan.Mending kalau KUD yang menjual mahal air istimewa sesuai standar luar desa lainnya, kemudian keuntungan yang besar itu dibagikan ke warga. lha ini? malah ternyata yang untung besar malah perusahaan warga luar.

Tidak puas menguasai sumber air istimewa, warga luar ini pun ingin menguasai eceran tangkinya. Warga pun dikenai harga luar desa. Kasihan warga. Mereka membeli airnya sendiri, di halamannya sendiri dengan harga yang sangat mahal. Dan yang untung adalah orang luar.

Wah kurang ajar bener! Pemerintah desa makin brutal hingga suatu saat berkata:
“Dasar rakyat. Miskin amat sih Kamu? Beli satu tangki 6000 aja gak mampu. Mending mati aja sana. Di luar desa aja, kita bisa jual 10 ribu, tau nggak??”

Ada warga yang menjawab, “Persetan dengan harga luar, pokoknya kita butuh air, ini air kami dari tanah desa kami! Kok jadi aneh gini. Kamu ini siapa sih?”

Ya, warga sampai lupa dan gak kenal siapa mereka. Mereka itu pelayan warga, pengusaha atau jangan-jangan bukan warga desa.

nb :
air istimewa itu maksudnya BBM, KUD itu PERTAMINA, perusahaan luar desa itu adalah perusahaan asing, desa itu adalah Indonesia, dan warga itu ternyata kita sendiri..





Salam Cinta
------------------------ 

Silahkan buka juga link halaman Facebook "Sinarilah Dunia Dengan Cinta" untuk gabung, sukai dan berdiskusi berbagi makna tentang cinta. Klik linknya dibawah ini: 



                                                      





0 comments:

Post a Comment