Home » » Hakikat Rizki

Hakikat Rizki

Aku teringat pelajaran Ibnu Khaldun tentang rizki. Beliau katakan bahwa hakikat rizki itu adalah hartamu yang kau gunakan, kau pakai. Sehingga tersimpulkanlah di benakku, bahwa hakikat rizki yang halal dan baik itu diukur dari  mensyukuri kemanfaatannya, bukan diukur dari berapa kenikmatan yang dapat diberikan olehnya. Sekali lagi, konsep kemanfaatan (kemashlahatan) membuat perspektifku tercerahkan tentang hakikat ekonomi dengan hartanya.
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. ( Hud 6)

Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian memberikan rizki” ( Ar-Ruum 40)

Rizki dalam presfektif iman tidak bisa dihitung secara matematis. Allah sudah tetapkan takaran rizki bagi masing-masing manusia, tetapi manusialah kemudian yang menentukan seberapa besar kemanfaatan dapat diambil dari rizki yang mereka miliki. Ada orang yang melimpah jumlah rizkinya, tetapi ternyata kemanfaatan tidak ada dari semua kemegahan yang ia miliki, karena semua hartanya hanya ia nikmati sendiri, tak ada manfaatnya bagi orang lain, bagi agama dan bagi dirinya; harta tidak membuat dirinya semakin dekat dengan Allah SWT. Sementara itu, ada orang yang rizkinya sedikit saja, tapi hampir semuanya memiliki manfaat bagi dirinya, agama dan orang lain.

Meskipun rizki telah ditentukan pada setiap manusia bukan berarti manusia berpangku tangan karena merasa rizkinya telah diatur, manusia perlu berusaha (berikhtiar) karena manusia tidak tau takdirnya ia harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Usaha merupakan pengantar manusia untuk menjemput rizkiNya. Jadi, orang miskin bukan karena dia tidk memiliki rejeki, melainkan karena tidak terampil menjemputnya. Jangan pernah berani bersuudzan - berburuk sangka bahwa Allah tidak memberi orang miskin itu rejeki.

Allah yang meluaskan rizki kepada siapa yang dikehendakiNya.” (Ar-Ra’ad 26)

“..maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah anugrah Allah..” ( Al-Jumu’ah 10)

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (An-Najm 39-41)

Salahsatu keutamaan menyambung silaturahmi adalah meluaskan jaringan pintu rijki, oleh karena itu kita tak bolh mengabaikan hikmah silaturahmi ini..

Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim.” (Hr bukhori)

“Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi.”” (Diriwayatkan oleh Jama’ah)

Mari, saling nasehat-menasehati. Mari, kita isi usia, jodoh dan rizki dengan sebanyak mungkin kemanfaatan. Semoga Allah SWT berikan kasih-sayang-Nya, mudahkan jalan kita dan ampunkan semua kesalahan juga kekhilafan yang telah menggunung dipundak kita ini. wallahu a'lam.

Salam Cinta 
------------------------ 

Silahkan buka juga link halaman Facebook "Sinarilah Dunia Dengan Cinta" untuk gabung, sukai dan berdiskusi berbagi makna tentang cinta. Klik linknya dibawah ini:



                                                   

0 comments:

Post a Comment