Home » » Histeria Terpuruknya Peradaban Dunia Tanpa Cinta

Histeria Terpuruknya Peradaban Dunia Tanpa Cinta

Saat ini , segala sesuatu dalam kehidupan terlihat kacau balau, bagai kaki dikepala kepala dikaki, segala sesuatu tampak ironi dan terbalik, dan hal yang paling menggelikan adalah kita memahmi dengan sangat baik bahwa banyak hal tidak berjalan seperti seharusnya, hal yang buruk seolah menjadi hal yang biasa. Segala masalah, cobaan, bencana alam, peperangan, kecelakaan transportasi, konflik sosial, kerusakan moral, korupsi birokrasi, praktik mafia politik, mafia media, mafia hukum, dll tumpang tindih jadi satu...sehingga kita berfikir seolah saat ini sedang di  titik nazir, ujung kulminasi peradaban, atau bahkan mungkinkah kita benar-benar sedang berada di ambang bencana akhir zaman?

Semua bencana tentang akhir zaman sudah di ceritakan oleh nabi muhamad SAW dlm banyak hadist, bahkan manusiapun nanti akn berwujud binatang yg mendasari jiwa mereka. Dan sekarangpun mereka jiwanya banyak yg sudah seperti binatang....Naudzubillah mindzalik.

Memang sulit dimengerti secara kasat mata yang salah namun dibenarkan begitpun sebaliknya, hal yang tidak wajar menjadi hal yang biasa saja sehingga menjadi suatu kebiasaan yang malah ditiru dan dijadikan trand mode. Dalam kehidupan masa ini banyak sekali peristiwa dan penampakan-penampakan kejadian aneh yang ironik yang akan membuat manusia semakin tertekan menjalani hidupnya. Telah banyak kisah nyata yang mengisahkan banyak hal dalam hidup ini. Karena semakin berputarnya poros kehidupan, semakin berputar pulalah kejadian yang akan kita hadapi..
 
Peradaban kita tengah mendapat ancaman bahaya. Bahaya yang sebenarnya adalah akumulasi dari
pembiaran- pembiaran, sikap tidak peduli dan masa bodoh terhadap perubahan zaman. Kita membiarkan diri ini terkotak-kotak ke dalam kelas-kelas masyarakat. Kita membiarkan diri ini untuk terus berada di posisi ”nyaman, hingga kemudian ”rasa nyaman” itu berubah menjadi ”penjara pikiran”. Kita telah lepas kendali dan menyerahkan ”kendali” itu kepada ” segelintir orang”. Dan umat manusia digiring untuk menghambakan diri kepada suatu sistem.

Kita terlalu terhipnotis oleh hingar bingar hiburan suasana kota, segala industri hiburan layar kaca, sinetron, reality show, opra van java dan sebagainya yg hanyutkan lautan birahhi nafsu durjana..sementara kita selalu lupa dan lupa, dibalik waktu yang tanpa terduga, gempa, banjir, sunami, panasnya gunung yang berlarva, terlalaikan dari zikir akan bencana yg semakin hari semakin melanda, sehingga smua tinggal hentakan kemarahan alam yang menggetarkan jiwa..sungguh! sadarlah wahai manusia, barang kali detik demi detik smua itu akan mengintai nyawa kita tanpa persiapan taubat atas dosa2..hanya satu kali..astaghfirullah al-aziiiim..ampuni Tuhan..INI ADALAH SEBUAH KEGILAAN MASSAL!


Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya. Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.

Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasul-Nya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama. Namun, bila ada khatib, ustadz atau masyarakat Muslim mengajak jama'ah dan umat Islam untuk konsisten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.

Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan. Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.

Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim: "inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman". Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah Ta'ala) untuk keselamatan dunia dan akhirat, dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya. Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu para penganut paham demokrasi yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja diluar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja diluar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya. Namun, bila wanita Muslimah tinggal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri. Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak. Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, baik dalam didikan sekolah islam umum maupun pesantren, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan, kolot, kuno dan terkesan .

Ketika Barat Yahudi/Nasrani membunuh, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak, yang bahkan saat ini begitu maraknya propaganda revolusi  ditanah Arab,  Libiya, Yaman,  Mesir, Bahrain, tidak ada yang berani membantah dan mengaitkannya dengan penjajahan. Bahkan mereka mengatakan itu adalah hak mereka dan demi HAM, menyelamatkan masyarakat Muslim disana, yang padahal jelas-jelas mereka merebut  kekuasaan negara tersebut dari kuasa politik dan ekonominya yang terutama minyak. Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam garis keras dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .

Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan. Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor. Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainnya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.

memang saat ini semua bukan sekedar isapan jempol belaka, histeria perang pemikiran dan konspirasi menuju tatanan baru 2012 seakan menemukan indikasinya, hapir stiap semua mengkhawatirkan yang seolah ucapan itu membuncah mendekati hukum ketertarikan...terimakasih kawan, aku yakin semua sedang menanti kebangkitan tatanan dunia baru yang lebih beradab, itulah yang dinamakan al-qiyamah..jika sjarah manusia dapat mnrima koreksi, inilah saatnya kemana kita akan diarahkan kemana? lebih banyak perselisihan, kejahatan, penderitaan, bencana alam dan kemelaratan rakyat, sementara beberapa gelintir orang di singgasana sana tertawa terbahak-bahak dalam gelamournya kehidupan yang serba berlebih dibalik penderitaan rakyat, seakan telinga dan mata hatinya telah terbungkus keserakahan dan kesombongan, mereka asik melancong ria ke berbagai negara dengan berdalih studi banding, mereka tetap keukeuh akan membangun gedung mewah dan tinggi dibalik rendahnya kinerja dan prestasi..ampuni hamba wahai Rab..

mari transformasikan jiwa dan raga menuju sebuah tatanan dunia baru yang lebih beradab..

CINTA ADALAH PERLAWANAN KITA! Inilah wujud dari protes yang ”damai”.

Allahu Akbar 1000x






Salam Cinta
------------------------

Silahkan buka juga link halaman Facebook "Sinarilah Dunia Dengan Cinta" untuk gabung, sukai dan berdiskusi berbagi makna tentang cinta. Klik linknya dibawah ini:

=> http://www.facebook.com/sinarilahdunia



0 comments:

Post a Comment